Belajar Sabar dari Kompleksitas Kehidupan

Wasathon: Senin, 16 Juni 2014

Cover Sequence Hati yang bertahu penuh kisah... (Junaidi Khab)

Cover Sequence Hati yang bertahu penuh kisah… (Junaidi Khab)

Judul               : Sequence Hati yang bertaut penuh kisah…

Penulis             : Shita Hapsari

Penerbit           :Bentang

Cetakan           : I, Maret 2014

Tebal               : vi + 254 hlm.; 20,5 cm

ISBN               : 978-602-291-001-5

Peresensi         : Junaidi Khab*

Perjalanan hidup ini tak selalu sesuai dengan harapan yang kita inginkan. Banyak hal yang menurut kita tak nyaman, tapi bagi orang lain terlihat mewah dan sangat diharapkan. Begitupula sebaliknya. Cara pandang yang berbeda ini merupakan fenomena hidup yang selalu bergelayut seiring dengan harapan dan keinginan yang terus berubah. Satu hal yang diharapkan terpenuhi, harapan dan keinginan lain akan bermunculan. Kedinamisan hidup akan terus berjalan seiring roda kehidupan berputar.

Kadang dalam hidup ini ada orang yang sangat kaya raya, orang sukses, atau seorang yang punya banyak mobil, ada pula yang tidak memiliki apa-apa, menjadi buruh kuli, pembantu rumah tangga, kerja serabutan, bahkan jadi pengangguran. Kata yang tak punya apa-apa beranggapan bahwa yang kaya raya itu selalu bahagia dan hidupnya terpenuhi. Padahal tidak demikian yang terjadi. Kehidupan rumah tangga yang sudah memiliki momongan, dianggap sudah bahagia dan harapannya terpenuhi oleh yang mandul, padahal tidak demikian, banyak persoalan dan kekurangn yang masih dicari serta kebahagiaan yang kurang sempurna.

Kehadiran buku yang berjudul Sequence Hati yang bertaut penuh kisah karya Shita Hapsari ini akan menceritakan kompleksitas kehidupan. Kisah-kisah yang akan dipaparkan dalam buku ini merupakan bentuk narasi yang mencerminkan bahwa dalam hidup ini meski satu kebutuhan tercukupi akan ada kebutuhan lain yang tampak lebih dibutuhkan, begitu seterusnya. Kekompleksitasan itu baik dalam urusan cita-cita, hubungan bilogis dalam keluarga, dan tingkat profesi atau jabatan yang menjadi impian.

Ada beberapa tokoh yang hidupnya baik yang tampak maupun tidak tampak mengalami kompleksitas sebagai tokoh utama dalam kisah novel Sequence Hati yang bertaut kisah ini. Tokoh-tokoh tersebut yaitu, Klarisa lulusan Psikologi yang ingin mengajar di salah satu sekolah hebat di Jakarta. Ine, seorang ibu rumah tangga menjadi pemimpin sebuah perkantoran, hidupnya penuh dengan gaya kekinian dan suka bersolek, namun semasa mudanya tak ia gunakan untuk berhias diri dan bersolek. Yuni, seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pembantu sampingan di kantor Ine.

Dari tiga tokoh tersebut kita akan menemukan sebuah kompleksitas hidup yang terus menghantui manusia. Ada saja persoalan yang pasti dihadapi. Secara umum, Klarissa digambarkan sebagai sosok yang sukses di bidang akademisi. Dia bukan malah menempuh jenjang studi yang lebih tinggi. Ia lulusan psikologi, tapi bukan menjadi seorang psikolog ataupun konselor. Dia hanya ingin menjadi seorang guru. Seorang guru bagi mereka, anak-anak autis meski bayarannya kecil, bahkan tidak ada sama sekali. Karena tak heran, dia termasuk orang yang kaya menengah ke atas, sehingga persoalan bayaran dari profesinya sebagai guru yang tak begitu dihiraukan (hlm.2).

Berbeda dengan Ine, dia memiliki kedudukan penting di kantor. Memiliki anak yang cantik dan pintar. Memiliki banyak uang untuk menunjang penampilan. Tapi hal tersebut tak begitu penting baginya. Ada hal lain yang lebih penting baginya, yaitu rasa sepinya yang selalu ditinggal suaminya. Itulah yang menjadi kebutuhan sehari-hari oleh Ine yang merasa kesepian.

Jauh berbeda lagi dengan Yuni, seorang ibu rumah tangga yang menjadi pekerja di kantor Ine. Di harus giat bekerja siang dan malam. Harus rela menerima cacian dari atasannya (Ine). Harus ikhlas menerima kenyataan. Namun yang terpenting baginya, dia harus tegar dan sabar melihat anaknya yang mengalami kelainan pada kejiawaannya (autis). Selain itu, ia juga bermimpi ingin menjadi seperti Ine yang segalanya terpenuhi, anak cantik dan harta sudah punya.

Tiga tokoh tersebut dengan kompleksitas hidupnya yang makin hari makin runyam, cuma kadang tersembuhkan dari kerunyaman, tapi tak bertahan begitu lama sakit lagi. Mereka masing-masing harus berjuang keras untuk menjadikan nyata apa yang yang menjadi harapan hidupnya. Semua demi kebahagiaan dan kesempurnaan hidupnya, meski mereka meyakini tak akan bisa sempurna hidup di dunia ini. Tapi, usaha mereka tak pernah surut oleh terjangan badai dan hantaman topan kehidupan untuk terus mencapai kesempurnaan itu.

Dari tiga kisah tokoh tersebut, kita akan menemukan makna dan filosofi hidup yang penuh kompleksitas dan jauh dari kesempurnaan ini. Sehingga, dengan belajar dari kompleksitas kehidupan tiga tokoh tersebut, kita bisa sabar dengan berbagai macam model dan takdir kehidupan harus pandai-pandai bersyukur. Dengan begitu, hidup yang kita hadapi akan terasa nyaman, damai, penuh dengan kebahagiaan. Namun, juga harus menjadi perhatian kita dari tiga kompleksitas kehidupan tokoh tersebut, bahwa usaha menjadi salah satu ikhtiyar yang tak boleh ditinggalkan.

* Peresensi adalah Pecinta Baca Buku dan Tercatat Sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Bisa dibaca di: http://wasathon.com/resensi-/view/2014/06/16/-resensi-buku-belajar-dari-kompleksitas-kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: