Membangkitkan Rasa Percaya Diri

ESQ News: Rabu 28 Mei 2014

Cover 1 Menit Mengatasi Rada Percaya Diri Anda! (Junaidi Khab)

Cover 1 Menit Mengatasi Rada Percaya Diri Anda! (Junaidi Khab)

Judul               : 1 Menit Mengatasi Rasa Percaya Diri Anda!

Penulis             : John Afifi

Penerbit           :FlashBook(DIVA Press)

Cetakan           : I, Februari 2014

Tebal               : 176Halaman

ISBN               : 978-602-279-118-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

Percaya diri adalah kunci segala kesuksesan. Semua orang ingin sukses dalam berbagai hal. Namun, kita harus menyadari bahwa kesuksesan itu relatif, tergantung pada pribadi masing-masing yang ingin mencapai keinginannya tersebut. Namun, sayangnya keinginan itu kadang sulit untuk kita capai. Entah karena kekurangan minat yang kita miliki atau karena takdir yang telah digariskan kepada kita telah menjadi beku. Logikanya, kesuksesan yang ingin kita capai kadang kandas karena kita kurang percaya diri untuk melakukan suatu terobosan baru dan langkah-langkahnya.

Kita tidak akan dapat berhasil melakukan segala hal tanpa memiliki rasa percaya diri. Tingkat rasa percaya diri yang tinggi memudahkan kita dalam berkenalan dengan orang baru, berkomunikasi dengan orang laun, berkencan dengan pasangan baru, interview (wawancara) kerja, berbicara di depan umum, melakukan presentasi, dan menyikapi kekurangan. Apa pun profesi kita saat ini, imbangilah dengan rasa percaya diri. Hal itu pasti akan membantu kita meraih kesuksesan dalam pekerjaan maupun di luar pekerjaan (hlm. 7).

Ketika rasa percaya diri itu hilang, seakan-akan kesuksesan itu juga bagai ditelan bumi. Kesuksesan akan larut dalam kesunyian ketidakpercayaan diri yang kita alami. Ketidakpercayaan diri akan menyebabkan kegagalan dalam hidup yang kita jalani. Kehadiran buku ini merupakan suatu kata kunci untuk mengompori rasa percaya diri yang membeku dalam diri kita. Dengan menyalanya rasa percaya diri dalam diri kita, secara pasti kesuksesan akan mudah kita capai.

Namun, sebelumnya buku ini akan memaparkan secara jelas tentang penyebab tidak percaya diri dalam melakukan tindakan nyata guna mencapai kesuksesan. Misalkan kita kurang pandai bergaul, baik dengan orang sekitar maupun dengan lingkungan. Tidak pandai bergaul ini bisa jadi disebabkan oleh latar belakang keluarga, asal-usul daerah, tingkat pendidikan, dan watak tertentu dari sisi pribadi seseorang. Ada orang tentu tidak pandai bergaul karena latar belakang keluarganya, seperti latar belakang keluarga yang pendiam. Orang-orang seperti ini hanya bisa bergaul dengan orang-orang yang dekat dengan keluarganya saja (hlm. 26).

Duri vs Sandal

Ironisnya meski ulasan dan paparan kesuksesan dalam buku ini yang sulit dicapai akibat kurang percaya diri yang tak menemukan solusi, secara gamblang dan enteng penulis seakan memaksa pembaca untuk tetap percaya diri. Secara tidak langsung penulis seakan buntu dengan cara mengatasi rasa percaya yang disajikan dalam buku ini. Misalkan perintah untuk “menyapa khalayak ramai dengan rasa percaya diri” (hlm. 120). Padahal rasa tidak percaya diri ini yang perlu disampaikan trik-trik jitunya, kita semua memang mau menyapa khalayak ramai, tapi masih tak percaya diri, bukan dengan menyuruh secara radikal agar kita percaya diri. Semua tentu bisa mengucapkan perintah dan saran yang dangkal dan bikin kita dongkol itu.

Hal tersebut bukan satu hal yang mesti kita sikapi dengan psimistis, agar percaya diri yang ada dalam diri kita masing-masing mampu berkobar dengan penuh semangat untuk menyambut kedatangan kesuksesan. Tapi itu kita sikapi sebagai bentuk tamparan bagi penulis agar lebih terarah dalam memberikan motivasi dan trik kepercayaan diri para pembaca. Sebenarnya ada beberapa trik untuk menjadikan diri kita ini penuh dengan rasa percaya diri, sehingga kita mudah melalui jalan menuju kesuksesan yang kita impikan itu.

Salah satu kunci yang menjadi tonggak percaya diri dan kesuksesan bagi diri kita yaitu tidak psimistis dan tidak negatif dalam menyikapi segala sesuatu yang akan kita hadapi. Kita perlu menyadari bahwa perasaan-perasaan psimis dan negatif tersebut hanya akan memancing rasa tidak percaya diri. Sehingga, untuk melakukan langkah-langkah menuju kesuksesan sedikit banyak akan terkendala. Ibaratnya, psimis dan pikiran negatif itu merupakan duri-duri yang berserakan di jalanan (hlm. 58).

Mari kita mulai langkah menuju kesuksesan dengan memaksimalkan rasa percaya diri kita masing-masing. Jika kita mengibaratkan psimistis dan pikiran negatif sebagai duri di tengah perjalanan kita menuju kesuksesan, maka rasa percaya diri itu ibarat sandal atau kendaran yang harus kita pakai untuk menghindar dari duri-duri tersebut. Dengan sandal itulah kita akan sampai pada kesukssan dengan nyaman dan penuh ketenangan.

Buku mungil ini akan menyajikan beberapa menu tentang trik-trik dan cara mengatasi ketidakpercayaan diri, agar apa yang kita inginkan atau cita-citakan mudah untuk dicapai. Tentunya trik-trik untuk percaya diri di dalam buku ini akan mengantarkan kita pada kesuksesan yang kita harapkan. Menu sajian dalam buku ini meliputi sebab-sebab seseorang tidak percaya diri dan langkah untuk mengatasinya. Sehingga dengan rasa percaya diri melalui trik dan cara yang disajikan dalam buku ini akan memudahkan kita dalam menempuh jalan kesuksesan.

 * Peresensi adalah Pecinta Buku dan Tercatat sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

http://esq-news.com/2014/berita/05/28/membangkitkan-rasa-percaya-diri.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: