Sebuah Perjalanan Surabaya-Bogor-Surabaya

Junaidi Khab - Tetap Eksis, Semangat, dan anti Capek dalam Perjalanan Surabaya-Bogor-Surabaya

Junaidi Khab – Tetap Eksis, Semangat, dan anti Capek dalam Perjalanan Surabaya-Bogor-Surabaya

Keinginanku untuk sampai ke Jawa Barat akan tercapai. Kebetulan forum DahlanIs Surabaya mengadakan tour, ke Bogor menghadiri acara Relawan Demi Indonesia. Aku ikut mendaftar kegiatan tersebut. Tapi, aku harus mengorbankan matakuliahku pada saat itu. Sebenarnya ada jadwal masuk kuliah pukul 09:10-10:50 WIB. Tekadku membulat, sehingga kuliahpun kutinggalkan demi Jawa Barat yang dalam benakku menyimpan banyak kisah dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Junaidi Khab - Saat Menikmati Makan Malam Pertama di Salah Satu Restoran, di Ujung Barat Tuban yang Akan Menuju ke Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Saat Menikmati Makan Malam Pertama di Salah Satu Restoran, di Ujung Barat Tuban yang Akan Menuju ke Bogor, Jawa Barat

Tepat pada hari Jumat tanggal 30 Mei 2014, sebagaimana informasi, rombongan akan berangkat pukul 08:00 WIB., teman-teman yang sudah mendaftar disarankan sudah berada di tempat pukul 07:30 WIB. Sebenarnya aku sendiri sedikit bingung, antara ikut acara DahlanIs atau kuliah. Awalnya mau ikut kuliah dulu, lalu akan menyusul. Dalam benakku, keberangkatannya akan molor. Tapi setelah kupikir-pikir, aku lebih memilih meninggalkan kuliah, dan berangkat ke Jatim Expo (JX) International di Surabaya, tempat teman-teman berkumpul. Setelah sampai di sana, sebagian teman-teman sudah ada yang datang. Aku pun ikut duduk sambil menunggu bis datang.

Junaidi Khab - Saat Usai Shalat Subuh di Salah Satu SPBU Brebes

Junaidi Khab – Saat Usai Shalat Subuh di Salah Satu SPBU Brebes

Ternyata, sampai pukul 09:00 WIB. bis tak datang-datang. Aku pun pamit pergi. Ya, aku pergi ke kontrakan Marlaf Sucipto (Jumari). Ke sana aku bermaksud duduk santai dan mau pinjam uang Rp. 50.000. Pada saat itu, aku hanya memagang uang Rp. 13000. Ternyata uang Marlaf hanya tersisa Rp. 10.000. baru bayar langganan koran KOMPAS katanya. Ya tak masalah bagiku. Andai ada Jumari, mau pinjam padanya. Tapi sayang, dia mengajar. Ya, aku santai saja di kontrakan Marlaf, sambil tiduran dan SMS tanya info kedatangan bis pada Muhammad Ali Murtadlo. Jawabannya sama saja sejak aku tanyakan. Belum datang. Ya, begitu kira-kira jawabannya.

Junaidi Khab - Ketika Baru Sampai di Bogor, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Ketika Baru Sampai di Bogor, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Aku sedikit kurang enak jika hanya berdiam dan bertanya pada Ali. Akhirnya sekitar pukul 10:30 WIB. aku putuskan kembali ke JX. Aku pamit pada Marlaf, mau berangkat sambil nunggu bis di JX. Ternyata setelah sampai di sana, benar saja, bisnya belum juga datang. Aku duduk di trotoar jalan sambil membaca buku “Sutan Sjahrir” karya Lukman Santoso Az. Bis tak kunjung datang juga. Hingga lantunan ayat-ayat suci al-Quran dari corong-corong di masjid terdengar begitu jelas sebagai penanda salat Jumat akan segera tiba.

Junaidi Khab - Perdana Foto di Teras Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Perdana Foto di Teras Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Teman-teman cowok pun bubar dan pergi ke masjid. Aku juga ikut pergi. Tapi aku langsung ke kontrakan Marlaf lagi. Di sana Jumari sudah datang dari tempatnya mengajar. Aku salat Jumat berasamanya. Marlaf salah Jumat dengan temannya ke masjid kampus UIN Sunan Ampel Surabaya. Akhirnya, niat meminjam uang kini kesampaian juga. Jumari sudah datang. Setelah salat Jumat, aku makan soto ayam di timur kontrakan Marlaf, Rp. 8000 plus minuman Marimas. Sisa uangku hanya tinggal Rp. 5000, di ATM kosong.

Junaidi Khab - Mengikuti Acara Relawan Demi Indonesia di Dalam Aula Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Mengikuti Acara Relawan Demi Indonesia di Dalam Aula Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Lalu aku kembali ke kontrakan Marlaf. Di sana aku tiduran sambil SMS Ali Murtadlo menanyakan kabar kedatangan bis rombongan. Jawabannya tetap sama, belum datang. Bahkan Ali sendiri ngopi (nongkrong di warung kopi). Lucu. Sampai aku digojlok oleh Marlaf agar tidur saja. Akhirnya, aku tertidur. Bangun, sampai waktu salat asr, bis pun belum datang-datang. Ketika ditanya lagi pada Ali, katanya bis rombongannya mogok di jalan. Aku bilang lagi pada Ali dan Ilham (kordinator), kalau bisnya datang, kabari aku. Aku pun santai saja di kontrakan Marlaf setelah salat asar, sambil pinjam uang pada Jumari Rp. 50.000. yang akan kubara setelah datang dari Bogor. Padahal aku tak mempunyai simpanan, cuma ada uang honor di media lokal Surabaya sekitar Rp. 100.000. yang akan menjadi jaminannya nanti.

Junaidi Khab - Happy, Usai Acara Relawan Demi Indonesia di Aula Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Happy, Usai Acara Relawan Demi Indonesia di Aula Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Tepat pukul sekitar 16:40 aku ditelpon oleh Ilham, bis sudah datang katanya. Aku disuruh lari segala. Aku langsung pamit pada Jumari dan Marlaf, mereka sambil senyum-senyum. Akhirnya, rombonganku berangkat pukul 16:45, dari Surabaya menuju Bogor. Sungguh penantian yang sangat melelahkan dan membosankan. Tapi tak masalah, yang penting aku bisa sampai ke Jawa Barat. Pikirku setelah tahu akan berangkat pukul 16:45, ikut kuliah kan lebih enak. Tapi tak masalah, bagiku. Aku menenangkan diri.

Junaidi Khab - Narsis di Aula Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Narsis di Aula Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Dalam perjalanan, ada saja teman-teman yang mau dibicarakan. Sementara aku sedikit kenalan pada waktu itu. Seiring waktu berlalu, aku berkenalan dengan kursi duduk sebelahku. Hilman, anak Surabaya. Dari situ keakraban dan saling mengenal berlangsung. Mulai dari berbagi cerita, air, dan cemilan. Pada akhrinya dii daerah Tuban bagian barat, rombongan bis berhenti di salah satu restoran yang sudah diboking sebelumnya, tentunya oleh pihak travel bis. Di sana aku dan teman-teman makan sekaligus menjamak takkhir salat maghrib-isya’. Setelah itu, rombongan kembali berangkat menuju Bogor melalui Pantura (pantai utara pulau Jawa).

Junaidi Khab - Saat Akan Keluar dari Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Saat Akan Keluar dari Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Waktu telah berlalu, kini tiba hari Sabtu. Di tengah perjalanan, daerah Subang Jawa Barat aku melihat dua insiden kecelakaan. Yang pertama, truck (tronton) yang memuat tepung terguling di pinggir jalan. Ke barat sedikit lagi, truck (tronton gandeng dua) tertabrak, sisi depannya remuk. Entah tertabrak dengan apa, aku tahu pasti, karena hanya melihat sekilas dari dalam bis. Suasana sudah melelahkan, di tengah jalan, ketika bis rombonganku mau mendahuli truck, ban belakang sebelah kanan bocor karena terbentur dengan sisi tajam cor jalan raya yang baru diperbaiki. Bis pun berhenti untuk diganti bannya.

Junaidi Khab - Bersama Kawan-kawan di Depan  Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Bersama Kawan-kawan di Depan Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Di tengah perjalanan, Ilham maju, dia ngomel dan berdoa bersama agar selamat. Sebagai alternatif menghilangkan rasa jenuh dan capek, dia meminta satu per satu peserta maju dan berbicara, baik tentang DahlanIs, pengalaman pribadi, dan dunia bisnis yang dijalankan. Teman-teman pun giliran maju dan berbicara apa adanya ke depan. Wah, ternyata aku yang baru bergabung diminta maju juga. Aku tak mau, dan menimpali agar anggota yang lama saja maju, utamanya yang cewek-cewek. Sejaki tadi hanya cowok saja yang maju dan bicara di depan. Ilham pun mengiyakan penolakanku, tapi cewek belum ada yang mau maju. Dia bilang, aku harus maju setelah yang lain lagi.

Junaidi Khab - Narsis Sendiri di Depan Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Narsis Sendiri di Depan Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Benar, aku masih diminta maju oleh Ilham. Ya, maju saja. Aku bercerita pengalaman usaha sejak dulu, ketika SMA pernah menernak (usaha) kelinci, hingga aku bisa mengumpulkan uang sendiri di atas Rp. 900.000. Usai aku berceloteh di depan, aku berbisik pada Ilham, agar cewek maju. Aku meminta yang bernama Hafa saja yang maju. Awalnya Ilham kurang begitu fasih dan kenal nama Hafa, dia memanggil Afa. Ya, dia maju dan sedikit diam berdiri di samping kursi tempat aku duduk di bis. Sepertinya dia sejak awal kenal aku, tapi malu yang mau ngajak bicara. Dia berdiri sejenak di sampingku seakan mau komentar, karena dia tahu sepertinya bahwa yang meminta maju aku senditi. Tapi aku cuek saja saat dia seakan mau komentar di sampingku. Akhirnya dia maju dan berceloteh.

Junaidi Khab - Bersama Kawan-kawan Berpose Gila-gilaan di Depan Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Bersama Kawan-kawan Berpose Gila-gilaan di Depan Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Rasa capek dan jenuh sedikit menghilang setelah teman-teman bergiliran maju dan bercerita seputar pengalaman pribadinya sambil memperkenalkan diri. Satu per satu akhirnya mengenal. Aku yang jadi malu. Teman-teman banyak yang tahu namaku, mereka memanggilku JUN, tapi aku tidak tahu nama temanku itu. Akhirnya, aku mencari tahu nama mereka masing-masing. Hatiku sangat senang ketika memasuki tol yang menuju Sentul International Convention Center di Bogor. Akhirnya aku juga sampai di Bogor pukul 13:00 WIB. Ternyata, acara yang akan digelar sekitar pukul 10:00 WIB kata Ilham, baru dimulai sekitar pukul 13:30 WIB. Ngaret, ya jamnya ngaret sekali. Tapi aku dan rombongan malah senang, karena masih bisa mengikuti acara tersebut tanpa telat.

Junaidi Khab - Berdiri di Depan Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Berdiri di Depan Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Setelah makan bersama rombongan, aku dan sebagian teman yang lain ke tolet. Jorok sekali. Toilet modern yang jorok, becek, bau amis. Aku kebelet pipis saja harus menahan nafas dan membiasakan hidung ini menghiruo bau tak sedap. Aku tak biasa pipis berdiri, ya solusinya masuk ke toilet dengan closed duduk dan bersuci menggunakan tisu. Aku melihat tisu-tisu itu saat jongkok buang air kecil. Menjijikkan, tapi aku beranikan diri. Uh, sangat menyebalkan, toilet modern yang jorok dan tak sesuai dengan diriku.

Junaidi Khab - Bergaya Sendiri di Sekitar Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Bergaya Sendiri di Sekitar Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Usai dari toilet, di luar ruangan menyempatkan berfoto ria. Setelah itu, aku dan teman-teman langsung mencari aula tempat konvensi Relawan Demi Indonesia bersama Dahlan Iskan untuk Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai calon presiden dan wakil presiden. Acaranya cukup ramai dengan dimeriahkan oleh Ikatan Marawis Indonesia. Dahlan Iskan diminta duduk berdampingan dengan para anggota marawis tersebut oleh presenter, karena beliau dinilai juga lulusan pesantren yang bisa marawisan. Tapi ternyata, setelah aku melihat di layar lebar, beliau hanya senyum-senyum dan tidak begitu hafal lagu-lagu marawis tersebut. Memalukan. Tapi tak masalah, beliau merupakan sosok yang cukup menginspirasi dalam dunia usaha dan bisnis.

Junaidi Khab - Bersama Kawan-kawan Gila-gilaan Foto Bersama di Depan Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Bersama Kawan-kawan Gila-gilaan Foto Bersama di Depan Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Setelah marawisan usai, Dahlan Iskan memberikan pidato politik di atas podium. Beliau lebih mendukung Jokowi-JK untuk maju sebagai Capres-Cawapres Indonesia 2014. Namun, beliau tak memaksa para pendukung dirinya untuk mengikutinya, mereka bebas mau mendukung siapa saja. Para pecinta (DahlanIs) akan tetap hidup dan tetap akan berada di belakang Dahlan Iskan meski piliham presidennya tak sama. Usai dahlan Iskan berpidato, giliran Jokowi berpidato memnyampaikan pesan yang didampingi Jusuf Kalla. Pesan itu sudah tertulis dan sebuah kertas yang dibawa seblumnya. Aku melihatnya, kertas itu diberikan pada Jokowi oleh Jusuf Kalla sejak mereka duduk di kursi di depan panggung.

Junaidi Khab - Di Depan Bis Saat Akan Meninggalkan Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Di Depan Bis Saat Akan Meninggalkan Gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat

Isi pidato Jokowi hanya berupa pujian-pujian bagi Dahlan Iskan. Berbagai prestasi dan keberhasilannya dibacakan dari lembaran surat yang aku lihat diberikan oleh Jusuf Kalla sebelumnya. Segalanya memang benar-benar sudah disiapkan. Setelah aku tahu tentang maksud isi pidoto Jokowi, aku sudah kurang konsentrasi mendengarkannya. Aku lebih memilih narsis dan berfoto ria di tempat duduk bersama teman-teman. Usai membacakan pidato, Jokowi turun dan naik ke tingkatan kursi menghampiri peserta Relawan Demi Indonesia, wartawan pun berkerumun juga mengikuti langkah Jokowi. Kata presenter pada saati itu mengatakan bahwa itu merupakan bentuk kepedulian Jokowo bagi masyarakat. Menurutku sih lebay sekali. Acara pun usai, dengan ditutup pembacaan doa oleh Silalahi yang juga hadir pada saat itu.

Junaidi Khab - Tengah Malam Perjalanan Pulang Bogor-Surabaya

Junaidi Khab – Tengah Malam Perjalanan Pulang Bogor-Surabaya

Usai doa, hadirin pun bubar, tapi aku dan teman-temanku juga sebagian hadirin yang lain berpesta foto-foto di depan podium dan panggung. Berbagai gaya pun tumbuh dari masing-masing kami untuk mengabadikan bahwa aku dan mereka sudah mengikuti dan sampai di Bogor. Sungguh menarik, aku senang sekali, rasa capek tak kurasakan. Yang terakhir di aula aku berfoto di pintu keluar, exit.

Junaidi Khab - Tetap Eksis, Semangat, dan anti Capek dalam Perjalanan Surabaya-Bogor-Surabaya

Junaidi Khab – Tetap Eksis, Semangat, dan anti Capek dalam Perjalanan Surabaya-Bogor-Surabaya

Setelah sampai di luar, aku melihat banyak orang membawa kardus dan bungkusan nasi dalam skala banyak, tentunya untuk rombongan mereka masing-masing. Aku pun memberanikan diri mengajak salah satu teman baruku. Dia mau dan berantusias sekali. Di sana ternyata didata tiap rombongan yang mengambil nasi, aku bilang saja pada temanku itu, dari Surabaya. Ya, dikasi dua kardus entah apa isinya itu, ternyata dari kardus yang satunya berisi gelas souvenir cap Dahlan Iskan. Selain itu, aku membawa empat renteng nasi bungkus, dan dia membawa dua kardus serta satu renteng nasi bungkus kotak.

Junaidi Khab - Tetap Eksis, Semangat, dan anti Capek dalam Perjalanan Surabaya-Bogor-Surabaya

Junaidi Khab – Tetap Eksis, Semangat, dan anti Capek dalam Perjalanan Surabaya-Bogor-Surabaya

Entah kenapa, teman-teman yang lain masuk lagi, minta jatah nasih bungkus kotak. Jadinya nasi yang dibawa oleh rombonganku banyak sekali. Ya, untuk makan di tengah perjalanan nanti, pikirku. Usaia mengambil jatah nasi, aku dan teman-teman yang lain, masih sibuk foto sana-sini dengan berbagai gaya gila-gilaan. Tujuannya tak lain, untuk mengabadikan kunjunganku ke Bogor. Sungguh sangat seru dan mengesankan.

Junaidi Khab - Bersama Kawan-kawan di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junaidi Khab – Bersama Kawan-kawan di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Salat duhur dan asar pada saat itu ditinggalkan semua. Sekitar pukul 16:30 rombonganku siap-siap menuju Surabaya. Rencananya mau ke Jakarta, ke Monas. Namun berhubung kontrak dengan pihak bis hanya ke Bogor saja, maka jika akan ke Monas mengikuti arah saja. Jika jalannya mengarah (lewat) Jakarta, ya kita ke Monsa. Tapi arahnya tidak ke Jakarta, ya pulang saja akhirnya ke menuju Surabaya. Aku tidur terlelap dalam bis, mulai pukul 19:12 hingga pukul 23:18. Cukup menghilangkan rasa capekku. Kwtika aku bangun, aku makan nasi bungkus kotak lagi yang dibawa tadi. Setelah itu, tiduran lagi. Hingga bis berhenti masih di daerah Jawa Barat, di sana aku dan teman-temanku salat isya’ sekaligus menjamak qashar dengan maghrib.

Junaidi Khab - Ceria denan Lompatan di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junaidi Khab – Ceria denan Lompatan di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Usai salat, aku berniat membeli minuman sprite ukuran botol kecil, tau harganya berapa? Rp. 8000. Aku tak jadi membelinya. Terlalu mahal. Aku masuk bis saja. Namun, dalam bis, hatiku bingung, tetap ingin membeli sprite. Akhirnya aku turun dan membeli ke warung sebelah baratnya. Aku mau kembali ke warung tadi malu. Apa yang terjadi ketika aku membeli di warung sebelah baratnya? Harga sprite-nya lebih mahal, Rp. 10.000. Sedikit menyesal. Lalu aku buang air kecil ke toilet berbayar Rp. 1000. Aku hitung-hitung, jika tadi membeli yang harga Rp. 8000, kan bisa digunakan bayar uang buang air kecil. Sedikit kesal, tapi aku tak begitu menghiraukannya.

Junaidi Khab - Berpose di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junaidi Khab – Berpose di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Setelah itu aku dan rombonganku melanjtukan perjalanan panjang itu. Aku meinkmati malam itu dengan tiduran di atas bis. Di daerah sekitar Jawa Tengah, bis berhenti lagi sekitar pukul 04:15 WIB. di salah satu tempat (warung kopi) yang mayoritas penjaganya perempuan. Aku di sana mencari toilet. Pada penjaganya, aku menanyakan waktu salat subuh di daerah itu. Katanya subuh pukul 04:20 sudah masuk waktunya. Ya, aku ambil wudlu’ saja, karena pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 04:20 WIB. Aku dan teman-temanku salah subuh di tempat itu. Setelah salat subuh, aku duduk di salah satu warung kopi menghampiri teman-temanku yang lebih awal memesan minuman hangat dengan penjaga seorang perempuan setengah tua-baya. Aku memesan susu hangat, tak lama kau menikmatinya, aku mengambil nasi bungkus kotak lagi ke bis untuk dinikmati bersama putihnya susu hangat. Tau bayar berapa? Rp. 5000 satu gelas. Di tempat biasa, biasanya hanya Rp. 2000 hingga Rp. 3000. Mahal juga, kesempatan dalam kesempatan, pikirku. Usai menikmati hidangan pada hari itu Ahad tanggal 01 Juni 2014, rombonganku berangkat lagi mengarungi perjalan yang masih lebih setengah hari.

Junaidi Khab - Berpose di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junaidi Khab – Berpose di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Ada rencana, karena tak jadi ke Monas, Jakarta, teman-teman berinisiatif pada sopir bis untuk mampir ke pantai. Niat awal mau ke salah sati pantai di Tuban Jawa Timur. Tapi sopir berhenti di Rembang Jawa Tengah, di pantai kartini. Ya, tak masalah. Masuk pantai Kartini Rembang membayar uang masuk Rp. 1000. Di sana aku dan teman-temanku, berfoto ria lagi, narsis-narsisan sesuka hati. Pantainya tak begitu indah, tak ada pasirnya. Cuma seperti dermaga atau pelabuhan saja cuma dibikin unik dan menarik saja.

Junaidi Khab - Berpose di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junaidi Khab – Berpose di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Ternyata di sana ada group orkes juga. Iya sih, biasanya tiap pantai selalu digelar acara-acara hiburan tertentu, termasuk orkes dan goyang dangdut. Aku pun di tengah-tengah keisbukan berfoto ria, menghampiri orkes tersebut, karena ada dua teman yang memberanikan diri begoyang di depan panggung. Aku ke sana bermaksud memfotonya dan menikmati acara tersebut. Eh, ternyata mereka sudah kurang bergairah, ya aku menonton saja. Lalu mereka duduk usai satu lagu.

Junaidi Khab - Berpose di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junaidi Khab – Berpose di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Penyanyi di atas panggung menawarkan permintaan lagu, eh ternyata teman rombonganku, entah siapa namanya minta lagu yang berjudul “Perawan Kalimantan”. Dia ditantang duet oleh penyanyi orkes tersebut. Tapi dia sedikit menolak, mungkin malu. Namun dia ditarik oleh Lutfi agar menyanyi, duet dengan penyanyi orkes tersebut. Akhirnya dia duet di atas panggung. Seru dan menarik menyaksikan kemolekan tubu perempuan yang joget dengan jarak dekat denganku.

Junaidi Khab - Salah Satu Kawanku yang Memberanikan Diri Naik Panggung, Duet dengan Penyanyi Orkes di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junaidi Khab – Salah Satu Kawanku yang Memberanikan Diri Naik Panggung, Duet dengan Penyanyi Orkes di Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Tak lama setelah itu, aku keliling sekita taman pantai itu. Mencari tempat berfoto tidak menemukan yang tepat, karena cuaca panas dengan sinar matahari yang sangat menyilaukan mata dan sinar kamera. Akhirnya sepakat pulang. Keluar pantai Kartini masih sempat foto sana-sini sampai ke depan pintu masuk saat mau naik bis, aku dan sebagian teman-temanku berfoto di tempat-tempat tertentu, seperti monumen setempat di tengah jalan raya di depan pantai Kartini. Di sanalah nasi bawaanku di buang katanya. Padahal menurutku masih ada yang bisa dimakan. Aku ini emanan, jika dilihat makanan itu masih ada yang baik dan tak semuanya basi. Karena orang Jawa menurutku yang kayak sok tak mau dengan hal yang sedikit basi, padahal tak terlalu basi. Seandainya dimakan insya-Allah tidak masalah.

Junaidi Khab - Di Depan Baleho Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junaidi Khab – Di Depan Baleho Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Akhirnya bis melaju ke arah timur menjuju Surabaya. Pulang, tak ada tempat yang mau dikunjungi lagi. Hanya melihat pantai-pantai utara yang bisa dilihat di daerah Tuban ke timur. Indah sekali pemandangan lautnya. Perjalanan lancar dan macet pun menjadi bumbu penikmat dan penghias kisah perjalanan tiga hari dua malam ini. Aku dan rombonganku sampai di Surabaya, kembali ke tempat semula, yaitu di JX International Surabaya Jawa Timur sekitar pukul 16:45 WIB. Dalam benakku, aku akan kelelahan, namun ternyata tak begitu capek dan tak begitu juga melelahkan. Alhamdulillah. Di JX International Surabaya, aku dan teman-temanku masih disempatkan foto bersama di depan bis dengan memegang banner DahlanIs. Aku menemukan dua bungkus kotak nasi yang tersisa di tempat barang dekat AC bis. Aku membawanya satu dan satunya entah siapa yang membawa.

Junaidi Khab - Bersama Kawan-kawan di Bundaran Jalan, di Depan Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junaidi Khab – Bersama Kawan-kawan di Bundaran Jalan, di Depan Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Rangkumannya begini yang simpel dan mudah. Aku berangkat dari JX International Surabaya pukul 16:44 WIB, dan tiba di Sentul International Convention Center Bogor pukul 13:00 WIB. Di sana hanya mengikuti acara sekitar tiga (3) jam dengan makan-makan dan foto-foto. Setelah itu sia-siap pulang menuju Surabaya. Dari Sentul International Convention Center Bogor pukul 16:30 WIB, dan tiba di JX International Surabaya pukul 16:45 WIB. Itu dilakukan perjalanan putar-balik, pergi-pulang secara langsung tanpa penginapan di hotel selama tiga (3) hari dua (2) malam. Apa yang anda bayangkan dengan perjalananku ini?

Junadidi Khab - Sendirian Narsis di Bundaran Jalan, di  Depan Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Junadidi Khab – Sendirian Narsis di Bundaran Jalan, di Depan Pantai Kartini Rembang, Jawa Tengah

Catatan ini aku tulis mulai pukul 04:45 hingga selesai pukul 07:00 WIB di Surabaya tanggal 05 Juni 2014. Mohon maaf jika ada yang berkenan dengan tulisan ini, baik dari bahasa maupun ejaan hurufnya yang kurang tepat dan benar. Terimakasih Allah, dari JUNAIDI KHAB yang bercita-cita tinggi ingin menjadi pengusaha kaya-raya, sukses dunia-akhirat, dan pemimpin bahagia-membahagiakan kehidupan umat sedunia yang memihak pada kebaikan dan kebenaranmu. Amin.

Junaidi Khab - Makan Terakhir Saat Perjalanan Pulang di Restoran Pertama Kali Makan saat Menuju Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab – Makan Terakhir Saat Perjalanan Pulang di Restoran Pertama Kali Makan saat Menuju Bogor, Jawa Barat

Junaidi Khab - Setelah Tiba dari Bogor Bersama Kawan-kawan Berfoto di Depan Jatim Xpo International Surabaya, Jawa Timur

Junaidi Khab – Setelah Tiba dari Bogor Bersama Kawan-kawan Berfoto di Depan Jatim Xpo International Surabaya, Jawa Timur

Surabaya-Bogor-Surabaya: Jumat, Sabtu, Minggu 30-31 Mei – 01 Juni 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: