Wudhu dan Rahasia Sehat di Balik Ritualnya

Wasathon: Jumat, 02 Mei 2014

Cover Wudhu itu Menyehatkan (Junaidi Khab)

Cover Wudhu itu Menyehatkan (Junaidi Khab)

Judul               : Wudhu itu Menyehatkan

Penulis             : Aminatuz Zahroh

Penerbit           :Pustaka Pelajar

Cetakan           : I, Maret 2014

Tebal               : 124halaman

ISBN               : 978-602-229-308-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

Semua orang Islam sudah tentu tahu perihal dan eksistensi wudhu itu seperti apa dan kegunaan wudhu itu sendiri. Kelumrahan wudhu di kalangan umat Islam menjadi hal yang biasa-biasa saja, meski tayammum memiliki peran sama ketika wudhu tidak bisa dilaksanakan dengan alasan tertentu. Wudhu adalah membasuh bagian tertentu yang ditetapkan oleh syariat dari anggota badan dengan air yang suci dan mensucikan sebagai persiapan bagi seorang muslim untuk menghadap Allah Swt. (hlm. 11).

Kehadiran buku molek dan penuh makna penting di balik wudhu ini akan menyajikan perihal wudhu. Mulai dari cara-cara berwudhu, hal-hal yang membatalkan wudhu, keutamaan, dan pahala bagi mereka yang melaksanakan wudhu. Wudhu bukan hanya sekadar main-main seperti mengusap atau membasuh wajah seperti bangun tidur untuk membuang tahi mata. Tapi, di balik itu semua, ada nilai-nilai mulia dan bermanfaat bagi kehidupan (kesehatan) umat manusia. Itu mungkin salah satu alasan anjuran berwudhu dan perihal lainnya yang ada kaitannya dengan wudhu.

Jika kita melihat pandangan fiqh mengenai wudhu ini, terdapat perbedaan persepsi dari para ulama tentang wudhu. Sebagai misal, sebagian ulama mengatakan bahwa kaki itu wajib dibasuh, sedangkan ulama yang lain mengatakan bahwa kaki itu wajib diusap saja. Contoh lagi, sebagian ulama mengatakan bahwa mengusap sebagian kepala saja sudah cukup, sedangkan ulama yang lain mengatakan bahwa wajib mengusap seluruh kepala saat berwudhu.

Kita hanya tinggal memilah dan memilih, mana yang menurut kita tepat dan sesuai dengan dalil dan pengetahuan yang kita miliki, itulah yang patut kita kerjakan. Kita tidak boleh, atau asal ikut-ikutan saja tanpa memiliki pengetahuan yang benar dan tepat. Kemudian dengan mudah menyalahkan orang lain karena tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan. Kita masing-masing memiliki dalil dan pengetahuan masing-masing.

Sebelum kita melaksanakan wudhu harus tahu tentang syarat (hal yang harus dipenuhi sebelum wudhu) dan rukun (hal yang harus dilakukan pada saat berwudhu). Adapun syarat wudhu yaitu, orang yang akan melakukannya harus Islam, tamyiz (pintar/bisa membedakan yang baik dan buruk), tidak berhadats besar, ada air yang suci dan mensucikan. Sedangkan rukunnya yaitu, niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki.

Selain ada syarat dan rukun, wudhu memiliki perihal kesunnahan, yang jika dilakukan dan tidak dilakukan boleh-boleh saja. Namun kesunnahan tersebut memiliki makna dan manfaat tersendiri bagi yang melaksanakannya. Di antara kesunnahan berwudhu yaitu, membaca basmalah, membasuh kedua telapak tangan, berkumur-kumur, menghirup air melalui hidung, mengusap seluruh kepala, mengusap dua telinga, menyela-nyela jari tangan dan kaki, dan mendahulukan anggota yang kanan (hlm. 22).

Ada hal yang disayangkan dari pengertian wudhu dalam buku ini. Yaitu penulis mengartikan wudhu tanpa menyebut sumber dengan menyatakan bahwa wudhu dilakukan hanya untuk menghadap kepada Allah Swt. Padahal secara umum, wudhu itu dilaksanakan bukan hanya untuk melakukan suatu pekerjaan mulia tertentu seperti shalat (menghadap kepada Allah Swt.), tetapi juga untuk membaca al-Quran, ihram, atau hal-hal lain yang dianggap mulia oleh syariat Islam.

Akan tetapi, hal tersebut tak mengurangi makna dan tujuan kita dalam melaksanakan wudhu. Ada banyak faedah yang disingkap dalam buku ini dari beberapa pelaksanaan syarat, rukun, dan kesunnahan dalam wudhu. Semua itu dilakukan bukan semata kebutuhan Tuhan, tetapi kebutuhan kita semua yaitu agar tubuh kita agr tetap terjaga dan sehat baik secara lahir maupun batin.

Seperti halnya wajah adalah objek utama wudhu. Wajah merupakan cermin alamiah seseorang. Wajah kita yang selalu terbuka memungkinkan terkena debu, kotoran, kuman, maupun bakteri. Membasuh wajah berarti menghilangkan debu, kotoran, dan kuman yang menempel. Hilmi al-Khuldi mengatakan bahwa membasuh wajah dapat menghapus kuman yang menyebabkan penyakit mata seperti trachoma dan lainnya (hlm. 83).

Ada banyak nilai, makna, dan filosofi kesehatan dalam rentetan pelaksanaan wudhu yang banyak dilakukan oleh umat Islam di dunia. Selain membasuh wajah, juga ketetapan lainnya, baik yang wajib (rukun) atau yang sunnah dalam melaksanakan wudhu, masing-masing memiliki maksud dan tujuan medis, yaitu untuk kebaikan dan kesehatan hidup umat manusia. Jika kita sering melaksanakan wudhu, meski tidak untuk hal-hal wajib seperti mengahadap Allah Swt. itu sangat baik dan tidak merugikan. Karena di dalam wudhu tersimpan beribu makna dan faedah kebaikan dan kesehatan.

Buku ini hadir penuh percaya diri dengan menyuguhkan tentang pengertian tentang wudhu, syarat, rukun, kesunnahan, dan keistimewan-keistimewaan dalam wudhu itu sendiri. Mengupas tuntas tentang wudhu dari sisi ibadah dan kesehatan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Bahasanya renyah dan mudah untuk dipahami oleh berbagai kalangan.

* Peresensi Pecinta Baca Buku dan Tercatat Sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

http://wasathon.com/resensi-/view/2014/05/02/-resensi-buku-wudhu-dan-rahasia-sehat-di-balik-ritualnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: