Sukses karena Minum Air Basuhan Kaki Ibu

Tribun Jogja: Minggu Pon, 30 Maret 2014

Cover Air Basuhan Kaki Ibu Sungai Ketulusan yang Tak Pernah Kering (Junaidi Khab)

Cover Air Basuhan Kaki Ibu Sungai Ketulusan yang Tak Pernah Kering (Junaidi Khab)

Judul               : Air Basuhan Kaki Ibu Sungai Ketulusan yang Tak Pernah Kering

Editor              : Taufiqurrahman al-Azizy

Penerbit           :DIVA Press

Cetakan           : I, November 2013

Tebal               : 422Halaman

ISBN               : 978-602-7695-24-5

Peresensi         : Junaidi Khab*

“Demi Dia, terkutuklah anak yang melukai hati dan perasaan ibunya. Terlaknatlah anak yang berkata keras dan kasar pada ibunya. Cinta dan kasih sayang seorang ibu tidak hanya diwujudkannya melalui bahasa keindahan. Tetapi terkadang dalam bentuk kebencian. Bila seorang ibu membenci anaknya, sesungguhnya itu adalah perwujudan cintanya dalam bentuk yang lain” (Taufiqurrahman al-Azizy).

Jika kita saat mendapat duka-lara, tentu yang menjadi sandaran utama adalah seorang ibu. Tatkala perasaan kita menangis dan meronta-ronta, ibulah yang akan menjadi penenang dengan kata-kata ketulusannya. Tak ada kata-kata dan rangkaian huruf yang mampu menggambarkan ketulusan dan kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Seseorang bisa berada dalam jurang celaka atau mujur berkat lantunan doa seorang ibu yang selalu diamini oleh malaikat dan dikabulkan oleh Tuhan.

Maka dari itu, ibu tak lain kunci dalam menjalani kehidupan ini. Jika kita membangkang kepada ibu, lalu ibu kita murka, maka kenistaan dan kutukan hidup yang akan menjadi teman. Namun sebaliknya, jika kita menurut kata-kata bijaknya, hidup kita bukan hanya tenteram, tapi dengan ijin-Nya kita akan menemukan apa yang kita harapkan, yaitu sukses dalam menjalani kehidupan ini. Sebuah hadis yang menyatakan bahwa surga berada di telapak kaki ibu merupakan sebuah bentuk anugerah seorang ibu bagi anak-anaknya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa air basuhan kaki ibu jika diminum bisa menjadikan anaknya cerdas, teguh, dan penyabar hingga menemukan kesuksesan dalam menjalani bahterah kehidupannya.

Kehadiran buku Air Basuhan Kaki Ibu Sungai Ketulusan yang Tak Pernah Kering yang ditulis oleh Taufiqurrahman al-Azizy merupakan sebuah kisah seruan agar kita selalu menyayangi dan menaati perintah bijak seorang ibu. Berkat keridaan yang diberikan oleh ibu, seorang anak akan menemukan jalan terang dalam hidupnya, bahkan hingga ketika sudah meninggal dunia. Lihatlah perjuangan seorang ibu saat mengandung anak-anaknya. Ia selalu menginginkan makanan macam-macam dan ingin jalan-jalan, itu hakikatnya anak dalam kandungannya yang meminta demikian (Hal. 80).

Tetapi sayang, sebagaimana biasa buku-buku yang lain. Buku ini jauh dari sempurna – penulisan Ejaan Yang Disempurnakan – masih terjadi kesalahan. Selain itu pula ada kisah yang masih amburadul di dalamnya. Tepatnya pada bab tentang Kisah Sebuah Dompet di halaman 303. Dalam ceritanya, dompet itu berisi KTP, ATM, credit card, beberapa kartu lain, dan beberapa carik kertas (Hal. 314). Namun pada bagian akhir Taufiqurrahman sebagai penulis menyatakan dalam dompet itu tidak ada KTP (Hal. 320). Ironis sekali, penulis kenamaan yang novelnya sudah difilmkan masih amburadul dalam menuliskan sebuah alur cerita yang baik.

Selain itu pula, antara judul buku dengan ilustrasi penceritaan dalam buku ini tidak menunjukkan sebagaimana tertulis pada cover-nya. Dalam kisahnya, kaki ibu Basim dicuci pada bagian bab akhir – yang pada hakikatnya – sukses tidaknya seorang anak yang menjadi perantara dari air basuhan kaki ibu tidak tercermin. Padahal jika air basuhan kaki ibu yang diceritakan, sepatutnya dari awal Basim sudah membasuh kaki ibunya dan meminum untuk menjalani hidupnya agar mujur dan tidak sial. Namun ironisnya, kisah dalam buku ini setelah Basim berhasil menghadapi segala rintangan hidup dengan kesabarannya – ketika ceritanya hendak ditutup – dia baru mencuci kaki ibunya sebagai bentuk kesakralan air itu untuk sabar dan menjadi sukses.

Nemun, meskipun demikian keberadaan narasi dalam penggambaran tentang kemuliaan dan perjuangan seorang ibu terhadap anak-anaknya, nilai yang ingin disampaikan oleh penulis masih tetap terasa. Pesan-pesannya menjadi pisau yang sangat tajam bagi semangat anak muda untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua, khusunya ibu. Kemampuan dalam menceritakan di sini seakan-akan mampu menghipnotis para pembaca, dan seakan kisah dalam novel ini benar-benar terjadi pada diri pembaca.

Banyak hal yang perlu kita jadikan renungan dan teladan dalam narasi buku ini. Dari cerita dalam buku ini kita akan mendapat dua pelajaran kehidupan – yaitu peranan seorang anak dan orang tua sebagai ibu atau bapaknya bagi anak-anaknya. Bukan oleh kalangan anak-anak saja inspirasi dalam buku ini agar mereka taat dan berbakti kepada ibu dan bapaknya. Namun, bagaimana peran seorang ibu terhadap anak-anaknya dalam mendidika, menyayangi, mengasihi, dan menempa wataknya agar menjadi anak yang baik bisa menjadi inspirasi dan teladan.

Melalui buku molek ini, mari kita hormati, taati, dan berbakti kepada orang tua kita, khususnya ibunda tercinta. Begitupula, kesadaran dari orang tua untuk memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya harus menjadi kewajiban mutlak agar karakter dan mental anak-anak tidak senonoh dan merusak keberadaan lingkungan dan moral dalam masyarakat. Sebuah kisah mengharukan yang siap menggedor-gedor batin terdalam kita untuk menyadari betapa mulianya perjuangan menjadi seorang ibu yang layak diteladani. Selamat membaca!

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: