Strategi Cepat Menghafal al-Quran

Wasathon: Kamis, 8 Mei 2014

Cover Kisah-Kisah Ajaib Para Penghafal al-Quran Sukses Dunia-Akhirat Tips Kilat Menghafal al-Quran (Junaidi Khab)

Cover Kisah-Kisah Ajaib Para Penghafal al-Quran Sukses Dunia-Akhirat Tips Kilat Menghafal al-Quran (Junaidi Khab)

Judul               : Kisah-Kisah Ajaib Para Penghafal al-Quran Sukses Dunia-Akhirat + Tips Kilat Menghafal al-Quran

Penulis             : Wiwi Alawiyah Wahid dan Siti Aisyah

Penerbit           :DIVA Press

Cetakan           : I, April 2014

Tebal               : 192Halaman

ISBN               : 978-602-279-051-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

Ada banyak kisah dan cerita-cerita mengagumkan tentang orang-orang yang mampu menghafal al-Quran. Bukan hal remeh dan enteng untuk bisa mengingat firman Allah Swt. yang berupa kalimat-kalimat dalam kitab suci al-Quran. Segalanya membutuhkan berbagai usaha untuk mampu menghafal dan mengingat firman Tuhan tersebut secara baik, rinci dan tanpa kesalahan dalam pelafalannya.

Kehadiran buku ini di tengah-tengah para pembaca dan utamanya bagi mereka yang mencintai al-Quran serta menghafalnya merupakan suatu anugerah yang perlu dimiliki. Bukan semata menyajikan berbagai kisah-kisah menakjubkan tentang para penghafal al-Quran, tetapi ada beberapa hikmah di balik penghafalan tersebut. Selain itu, ada beberapa metode atau strategi jitu untuk menghafal al-Quran dengan cepat. Salah satu penghafal al-Quran yang memiliki keistimewaan yaitu Abu Musa al-Asy’ari.

Selain mampu menghafal al-Quran, sosok Abu Musa al-Asy’ari dianugerahi suara yang merdu oleh Allah Swt. Suara merdunya ini mampu menembus tirai hati orang-orang mukmin dan melenakannya. Siapa pun yang mendengar suaru Abu Musa, ia akan tergerak hatinya untuk mengikuti sesuatu yang ia ucapkan. Bahkan Rasulullah Saw. pernah memuji suaranya yang merdu itu. Beliau katakan, “Ia (Abu Musa) benar-benar telah diberi seruling Nabi Daud” (hlm. 11).

Begitulah keajaiban yang dimiliki oleh Abu Musa yang dirinya mampu dengan kekuasaan Tuhan untuk mengingat dan menghfal kalam ilahi dengan fasih. Di balik itu semua, ada semacam keajaiban atau ma’unah yang hadir dalam dirinya. Mungkin, keajaiban ini merupakan suatu keistimewaan tersendiri bagi para penghafal al-Quran. Sehingga tak hran jika banyak orang ingin menghafal al-Quran sebagai pedoman hidup dan pemandu jalan menuju kebenaran.

Selain Abu Musa al-Asy’ari, masih ada beberapa para penghafal al-Quran dengan kelebihan masing-masing yang menjadi suatu keajaiban dari Allah Swt. Di antara salah satunya yaitu Abu Darda’ seorang mujahid dan ahli hikmah yang menghafal al-Quran, Syarifuddin Khalifah bocah ajaib yang mengislamkan ribuan orang di dunia lewat al-Quran, Mu’adz seorang tunanetra 11 tahun penghafal al-Quran, dan Imam Syafi’i pelita al-Quran sang imam madzhab.

Metode Menghafal

Para penghafal tersebut bukan langsung begitu saja hafal. Tentunya ada beberapa proses yang harus dilakukan. Konon katanya Imam Syafi’i terlahir langsung hafal al-Quran. Tapi setidaknya katanya pula, beliau menghafal dalam kandungan ibundanya. Namun, sebagai manusia ciptaan Tuhan, semua hafalan yang mereka dapat melalui usaha dan kesabaran untuk menghafal ayat suci al-Quran tersebut.

Ada suatu metode untuk menghafal cepat dan praktis, yaitu dengan membaca satu ayat dengan bacaan yang bagus dan tidak terlalu cepat. Sebaiknya, membacanya dengan pelan atau tartil. Walaupun disarankan pelan, tetapi tetap harus ada suaranya, dan lebih baik lagi jika membacanya dengan dilagukan. Ayat yang akan dihafalkan harus terus diulang-ulang beberapa kali sampai benar-benar hafal dan kuat hafalan tersebut (hlm. 148).

Cuma sayangnya, buku ini disajikan dengan menggunakan bahasa penunjuk “Anda” yang menurut penulis seakan mendikte dan menggurui. Setidaknya penggunaan bahasa semacam itu dihindari dengan menggunakan kata lain yang lebih menarik dan tak tampak mendikte atau menggurui pembaca. Namun, buku ini patut di beri acungan jempol dengan ulasannya yang mudah dipahami dan paparannya yang cukup menarik diamalkan.

Ada hal perlu diingat, yaitu tentang penambahan hafalan ayat baru. Dalam setiap hari, penghafal harus menargetkan hafalan baru sesuai kemampuan. Jangan sampai fokus menambah hafalan baru, namun hafalan yang lama dilupakan. Sebelum menambah hafalan baru, penghafal harus mengulang hafalan lama dari ayat pertama hingga akhir sebanyak dua puluh (20) kali. Hal ini dilakukan agar hafalan yang ada bisa menjadi kuat dan tidak mudah lupa, serta selalu melekat dalam ingatan atau otak. Setelah itu, penghafal diperbolehkan untuk memulai hafalan baru dengan metode yang sama seperti saat menghafal ayat-ayat lain sebelumnya (hlm. 151).

Perlu diakui memang, metode semacam ini sulit dan berat. Akan tetapi, jika sudah terbiasa, menghafal al-Quran akan mudah dan cepat melekat dalam otak. Menghafal al-Quran bukan sekadar hanya mendapat pahala dari Allah Swt. Tetapi ada berbagai macam keajaiban yang akan didapat oleh para penghafal. Buku ini menyajikan kisah keajaiban para penghafal al-Quran yang berjumlah sekitar dua puluh tiga (23) penghafal. Selain itu, disajikan di dalamnya tentang metode atau strategi untuk menghafal al-Quran dengan cepat dan metode-metode menjaga hafalan al-Quran agar melekat kuat dan tajam serta tidak mudah hilang dari memori otak.

* Peresensi adalah Pecinta Buku dan Tercatat sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

http://wasathon.com/resensi-/view/2014/05/08/-resensi-buku-strategi-cepat-menghafal-al-quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: