Mendidik Anak Ala Ali RA

Wasathon: Sabtu, 24 Mei 2014

Cover Didiklah Anakmu seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib (Junaidi Khab)

Cover Didiklah Anakmu seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib (Junaidi Khab)

Judul               : Didiklah Anakmu seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Penulis             : Yusuf A. Rahman

Penerbit           :DIVA Press

Cetakan           : I, Februari 2014

Tebal               : 183 Halaman

ISBN               : 978-602-7968-37-0

Peresensi         : Junaidi Khab*

Mendidik anak merupakan suatu keharusan bagi para orang tua, agar anak-anaknya sebagai generasi masa depan memiliki karakter yang tangguh, tegas, humanis, dan penuh dengan nilai-nilai kebaikan, baik bagi diri sendiri lebih-lebih bagi orang lain. Namun, tak semua orang tua mampu mendidik anak-anaknya dengan baik. Sehingga mereka tumbuh dan besar dengan karakter yang kurang bermanfaat bagi hidupnya. Sebagian mereka menjadi anak pemalas, pemanja, dan paling parah menjadi anak nakal ketika sudah memasuki dunia remaja hingga dewasa.

Ketidakmampuan dan kekurang tepatan orang tua mendidik anak itulah yang menyebabkan anak-anaknya menjadi pemalas, pemanja, dan nakal. Maka dari itu, suatu metode dan cara untuk mendidik anak itu sangat dibutuhkan. Sehingga, dengan metode yang baik dan benar, anak-anak mereka bisa memiliki karakter yang baik, sesuai dengan harapan kita semua.

Kahadiran buku yang berjudul “Didiklah Anakmu seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib” ini merupakan sebagai upaya untuk menutupi kebuntuan dari metode mendidik anak. Melalui uraian dan paparan yang mudah untuk dicerna, dipahami, dan dipraktekkan, buku ini akan menjadi bahan inspirasi mendidik anak yang baik bagi para orang tua. Sehingga, orang tua yang mulanya mendidik anak secara serampangan, akan memiliki metode yang lebih baik dan lebih menjamin terhadap masa depan anak-anaknya ketika sudah mulai tumbuh menjadi remaja hingga dewasa dengan kepribadian yang mulia.

Salah satu cara mendidik anak yaitu mencurahkan kasih sayang kepada mereka. Dalam hal ini, mencurahkan kasih sayang tidak identik dengan mencukupi segala keinginan anak. Sama sekali tidak demikian. Saat ini, banyak orang tua berasumsi bahwa dengan mencukupi segala keinginan anak secara meteri, maka gugurlah mencurahkan kasih sayang. Padahal tidak demikian pengertiannya. Tapi, ungkapan kasih sayang itu hakikatnya mendidik seorang anak yang lebih condong pada kejiwaannya dengan perhatian penuh, seperti menumbuhkan rasa percaya diri (hlm. 15).

Ala Sayyidina Ali

Secara umum, metode mendidik anak dalam buku ini merupakan inspirasi yang diambil dari keteladan Sayyidina Ali bin Abi Thalib dalam mendidik anak-anakny dengan baik dan penuh dengan nilai-nilai karakter yang mulia. Sehingga, metode Ali ini patutu untuk kita tiru dalam rangka mendidik seorang anak agar memiliki jiwa dan karakter yang mulia, baik di hadapan manusia maupun di sisi Tuhan.

Sebagaimana diceritakan bahwa Sayyidina Ali Ra. memiliki kegemaran mendongeng pada putra-putranya. Sayyidina Ali menceritakan orang-orang shalih terdahulu kepada anak-anaknya. Dengan begitu, anak-anaknya diajari untuk berimajinasi agar pola pikirnya lebih kreatif. Sayyidina Ali paham betul bahwa pada fase kanak-kanak awal, anak lebih suka mendengar cerita atau hikayat ketimbang belajar. Terdapat keasyikan tersendiri bagi mereka ketika mendengarkan kisah-kisah orang shalih itu masuk berjubel dalam telinganya (hlm. 49).

Metode yang dilakukan oleh Sayyidina Ali melalui media imajinasi berdongeng atau bercerita ini memiliki beberapa manfaat bagi perkembangan pola pikir seorang anak. Salah satu di antaranya yaitu; otak menjadi tajam dalam menganalisa serta kreatif, cakrawala pengetahuan semakin luas, imajinasi yang kuata menimbulkan bakat, dan memiliki kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi yang tinggi. Begitu harapan Sayyidina Ali dalam mendidik anak-anaknya melalui media berdongeng atau bercerita.

Selain itu, hal yang paling utama adalah orang harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Like father, lika son. Ungakapan ini menjelsakan bahwa anak adalah plagiator ulung. Setiap tindak tanduk orang tua yang tertangkap oleh mata anak-anak mereka tidak akan hilang begitu saja. Memori anak yang kuata akan terus merekam dan mengingatnya.

Jika seorang anak sering berkata kasar kepada orang tuanya, bisa jadi lantaran ia juga suga sering mendapat perkataan sepert itu dari orang tuanya. Atau, karena anak sering kali melihat adegan pertengkaran yang dipertontotnkan oleh orang tuanya. Jika hal ini dibiarkan setiap hari, lama-lama sikap tersebut akan diimitasi, diinternalisasi, dan dihabitasi dalam kehidupan sehari-harinya. Maka dari itu, sebagai orang tua juga harus menjaga perilaku kesehariannya agar selalu tetap berada dalam garis-garis yang positif dan baik, agar anak-anak juga menirukan kebaikannya (hlm. 115).

Dalam buku ini diulas metode dan cara mendidik seorang dari tingkatan usia mereka. Yaitu, mendidik anak pada usia antara 0-6 tahun, anak usia 6-12 tahun, anak usia 12-17 tahun, hingga anak usia 17 tahun ke atas yang disesuaikan dengan metode yang dilakukan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib kepada anak-anaknya. Dengan metode-metode yang disajikan di dalam buku ini, jika dilakukan dengan konsisten dan penuh kesabaran, maka dengan izin Allah Swt. anak-anak kita akan menjadi anak yang cerdas, jenius, dan berkarakter mulia baik secara sosial maupun spiritual. Selamat membaca dan mendidik anak-anak generasi masa depan dengan kualitas yang mulia!

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

http://wasathon.com/resensi-/view/2014/05/24/-resensi-buku-mendidik-anak-ala-ali-ra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: