Ibadah Malam dan Tips Bangun agar Tidak Ngantuk

Wasathon: Selasa, 29 April 2014

Cover Waktu-Waktu Istimewa Ibadah Malam Plus Tips Bangun Malam agar Tidak Ngantuk (Junaidi Khab)

Cover Waktu-Waktu Istimewa Ibadah Malam Plus Tips Bangun Malam agar Tidak Ngantuk (Junaidi Khab)

Judul               : Waktu-Waktu Istimewa Ibadah Malam Plus Tips Bangun Malam agar Tidak Ngantuk

Penulis             : H.M. Amrin Ra’uf

Penerbit           :DIVA Press

Cetakan           : I, Februari 2014

Tebal               : 183Halaman

ISBN               : 978-602-255-459-2

Peresensi         : Junaidi Khab*

Ada banyak ibadah malam yang sudah tentu kita kenal, utamanya shalat tahajjud dan shalat hajat. Dua shalat ini memiliki peran masing-masing. Sebenarnya bukan hanya dua shalat itu saja, tapi masih ada shalat tasbih dan shalat taubat. Sebagaimana diyakini dan itu benar-benar terbukti, bahwa bangun malam dengan tujuan untuk melaksanakan shalat tahajjud atau shalat hajat atau shalat lainnya, jiwa kita akan tenang dan rizki akan menjadi lapang. Tapi tidak semua orang mampu melakukan hal tersebut dengan konsisten dan penuh hati karena meski bisa bangun, tapi mata tetap mengantuk.

Waktu malam untuk beribadah itu dibagi menjadi dua bagian. Pertama, sepertiga malam pertama dimulai sekitar pukul 19:00-00:00 Wib. (hlm. 7). Kedua, sepertiga malam terakhir. Waktu yang paling istimewa pada bagian ini adalah melakukan shalat fardhu di akhir tengah malam, atau shalat sunnah lainnya. Setiap manusia yang melakukan ibadah pada waktu istimewa ini akan dikabulkan oleh Allah Swt. Waktu istimewa pada sepertiga malam terakhir ini mulai dari pukul 00:00 Wib. sampai waktu subuh (hlm. 36).

Kehadiran buku molek ini bukan sekadar akan mengulas perihal ibadah malam tersebut dan amalan-amalan yang perlu dilakukan pada saat itu. Tapi, lebih dari itu semua. Selain mengurai dengan jelas ibadah apa saja yang patutu dikerjakan di waktu-waktu istimewa tersebut, juga diulas dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami tatacara bangun untuk menikmati waktu istimewa tersebut tanpa rasa ngantuk. Seuma orang tentu merasakan persoalan yang satu ini.

Sehingga perlu kiranya mencarikan solusi terbaiknya agar tidak ngantuk saat mau bangun malam untuk memanfaatkan waktu isitmewa tersebut. Salah satu tips jitu agar tidak ngantuk saat bangun malam untuk beribadah yaitu mengatur aktivitas di siang hari. Jika aktivitas di siang hari terlalu padat dan melelahkan akibat kesibukan kerja, kita harus menjalaninya dengan penuh kesabaran, tapi keteraturan untuk isitirahat di siang hari perlu diperhatikan. Di siang hari, kita harus memiliki waktu istirahat setelah beraktivitas atau bekerja seharian. Tentu waktu isitrahat itu ada, dan jangan sampai disia-siakan dengan hal-hal lain yang tak ada gunanya, seperti nongkrong (hlm. 133).

Menggurui

Hakikat buku ini memang cukup baik untuk membantu umat Islam yang hendak bangun malam dan melaksanakan berbagai macam ibadah pada malam hari itu. Namun, dari beberapa ulasan dan paparan yang renyah itu, ada nada menggurui orang lain agar melakukan hal tersebut. Itu bisa dilihat dari cara mengulas dengan menggunakan bahasa “bagi anda”. Secara tidak langsung, ulasan ini hanya menyuruh orang lain untuk berbuat sesuatu, sementara yang menyarankan seakan tak peduli sama sekali. Entahlah.

Sebenarnya ini sudah kurang beretika ketika sudah menodong pembaca agar melakukan suatu hal. Setidaknya, secara tidak menggurui agar pembaca merasa nyaman, digunakan bahasa yang komunikatif yang lebih pantas dengan nada yang tidak menggurui. Ulasan yang renyah ini, bukan hanya untuk seorang saja, tapi bagi kita semua. Di dalam buku ini, penulis berkesan tak mau ikut campur ketika menyatakan bahwa manfaat itu hanya bagi anda, bukan bagi kita.

Namun, meski demikian, karya ini perlu diacungi jempol karena keberhasilannya mengulas dengan baik perihal shalat malam di waktu-waktu istimewa tersebut dengan tips agar tidak ngantuk. Kenyataan ini sangat membantu kita untuk menyadarkan diri, agar selalu ingat beribadah dengan rasa segar bugar. Seperti hal menyarankan pembaca jika ingin bangun malam dan tidak ngantuk, agar memakai jam alarm dan menghindari makan terlalu kenyang sebelum tidur (hlm. 135).

Memakai alarm saat sebelum tidur dengan tujuan bangun tepat pada waktunya, sebenarnya sudah menjadi hal lumrah yang tak perlu diulas lagi. Seakan pembaca dianggap tidak tahu, padahal semua sudah tahu. Tapi, lebih tepatnya ini merupakan bentuk penyadaran agar tidak lupa memanfaatkan alarm untuk bangun di tengah malam. Ini sangat tepat, namun tentu dengan memerhatikan hal lain juga, yaitu jangan makan terlalu kenyang. Jika makan terlalu kenyang, meski alarm dibunyikan, tentu mata akan tetap ngantuk. Kecuali perasaan kita kaget atau terkejut dengan alarm itu, baru mata tidak akan merasa ngantuk.

Ada dua bagian dalam buku ini menjadi ulasan utama. Pertama, menjelaskan perihal waktu istimewa, atau waktu yang memudahkan setiap ucapan, doa, atau ibadah mudah dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Mulai dari waktu sepertiga malam pertama dan sepertiga malam terakhir diulasa dengan bahasa yang renyah dan ringan. Kedua, tatacara dan tips untuk bangun malam serta agar di saat bangun kita tidak ngantuk sehingga ibadah yang kita lakukan berjalan dengan khusyu’ dan penuh pemaknaan. Selamat menikmati waktu-waktu istimewa untuk beribadah tanpa ngantuk, dan selamat membaca! Semoga.

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

http://wasathon.com/resensi-/view/2014/04/29/-resensi-buku-ibadah-malam-dan-tips-bangun-agar-tidak-ngantuk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: