Perjuangan Tujuh Anak untuk Keluarganya

Rima News: Jumat, 07 Maret 2014

The 7th Power We are Family and We are One (Junaidi Khab)

The 7th Power We are Family and We are One (Junaidi Khab)

Judul               : The 7Th Power We are Family and We are One

Penulis             : Komikus Rif’an

Penerbit           : Senja (DIVA Press)

Cetakan           : I, Januari 2014

Tebal               : 171 Halaman

ISBN               : 978-602-255-423-3

Peresensi         : Junaidi Khab*

Sungguh sangat mustahil pada masa dunia modern saat ini kita menjumpai orang-orang yang sakti dengan kekuatan gaib dan supranatural. Meskipun itu ada, mungkin lambat laun yang memilikinya akan sirna seiring dengan perkembangan zaman yang makin hari makin maju dan berkembang. Perkembangan itu menuntut kita agar terus menjadi manusia dinamis, yaitu meninggalkan hal-hal yang berbau kuno, mistik, dan magis dari dunia kita.

Akan tetapi, melalui dunia imajinasi yang cukup kuat, kekuatan gaib dan supranatural itu akan bisa hadir dalam kancah dunia modern seperti saat ini. Bukan hal yang mustahil lagi jika kekuatan imajinasi yang hadir di hadapan kita dengan membawa kekuatan mistik itu. Segalanya akan tampak nyata meski hanya berangkat dari hal yang mustahil terjadi pada abad XXI ini. Tentunya kemustahilan itu berangkat dari pengalaman imajinasi yang tinggi untuk melukiskan kekuatan supranatural tersebut.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan kehadiran buku The 7Th Power We are Family and We are One sebagai upaya bahwa kekuatan gaib itu dihadirkan seakan benar-benar ada di sekitar kita yang serba modern ini. Di dalamnya terdapat perjuangan sebuah keluarga dengan tujuh orang anak yang orang tua (ibu dan bapak) dibunuh oleh orang suruhan, dengan tuduhan kakeknya sendiri di balik pembunuhan itu.

Pada saat pengepungan rumah tujuh bersaudara itu, Zeffy salah satu anaknya berusaha untuk menyelamatkan kedua orang tuanya. Namun gagal, pada saat itu, kedua orang tuanya terbunuh. Kemudian mereka bersaudara melarikan diri dari Sumatera – tempat asalnya – menuju pulau Jawa agar terhindar dari pengejaran orang-orang jahat itu. Padahal, mereka sebenarnya bersama orang jahat yang menjadi dalang di balik pembunuhan ibu dan ayahnya itu. Namun mereka tak ada yang tahu lantaran fitnah itu masih kuat menancap.

Saat pelarian, mereka bersaudara tampak kekuatan supranaturalnya masing-masing. Mereka terus dikejar oleh orang bayaran yang tak dikenal. Suatu ketika Ambar merupakan kakak tertua dari tujuh bersaudara itu memiliki kekuatan menciptakan es dari kekuatan tangannya. Sehingga, dalam perjalanan saat mobilnya berhenti di SPBU, kekuatan itu ia manfaatkan, akhirnya musuh yang menyerang terkena es runcing di bagian dahinya (hlm. 45).

Bukan hanya Ambar saja yang memiliki kekuatan gaib itu. Namun saudara-saudaranya yang lain juga memiliki kekuatan yang sama gaib, tetapi beda. Selly juga memiliki kekuatan yang tak kalah menakjubkan dibanding dengan Ambar yang hanya mampu menciptakan es untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Akan tetapi, Selly memiliki kekuatan lain, petir. Ya, percikan listrik berbuatan tinggi yang memancar dari sela-sela jemarinya saat dibutuhkan.

Mereka beranggapan bahwa yang menjadi incaran tak lain mereka semua. Tapi kenyataannya, mereka hanya diperalat dan ditipu belaka oleh Reno, sopir pribadi keluarga tujuh bersaudara itu yang menyetir untuk melarikan diri dari rumah tempat asalnya. Padahal Reno sebenarnya yang memiliki niat jahat untuk menculik salah satu dari mereka yang memiliki kekuatan supranatural ganda.

Dengan bahasanya yang lugas meski tak masuk akal, penulis mencoba menunjukkan benang merahnya kepada para pembaca bahwa sebenarnya yang diincar adalah saudara mereka yang paling muda dan kecil. Maya, ya Maya saudara mereka yang paling kecil dan muda memiliki enam kekuatan yang dimiliki oleh kakak-kakaknya itu. Maya mulai menunjukkan kekuatannya ketika kakak-kakakny hampir kalah dengan kekuatan Reno yang menjadi musuh dalam selimut itu. Dengan kekuatan ganda Maya itu, semua musuh-musuhnya bisa dikalahkan (hlm. 163).

Kekuatan uraian dari buku ini secara sepintas terlalu berlebihan dalam berimajinasi tentang karya fiksi dengan kekuatan yang sulit untuk dikalahkan. Apalagi ada tujuh orang sakti yang dijadikan tokoh utamanya. Namun, meski terlalu dalam memfiksikan kegaiban dan kekuatan suprantural itu, kita seakan menikamati kisah yang sebenarnya dari cerita-cerita yang diimajinatifkan tersebut. Selain itu, ada beberapa moral dan hal yang perlu kita tiru dari tujuh bersaudara itu. Meski mereka memiliki kekuatan yang berbeda, tetapi mereka tetap teguh pendirian, tak mudah menyerah, dan selalu bersatu untuk menjaga keutuhan persaudaraannya.

Kehadiran buku mungil ini di depan para pembaca bukan bermaksud mengkibuli atau membohongi dengan kisah fiktif. Ada sisi yang perlu kita tiru dari kisah perjuangan tujuh bersaudara itu untuk menemukan saudara-saudaranya yang ada di dua kota – Bandung dan Jakarta. Selain itu pula, buku ini mengahadirkan ide imajinatif untuk membentuk karakter seorang anak agar kuat dan tahan banting dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan liku-liku ini. Mari kita buka lembar per lembar buku ini guna menemukan makna kekuatan keluarga untuk membangun kekuatan bagi anak-anaknya!

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Bisa diakses lebih lanjut dan dibaca di: http://www.rimanews.com/read/20140307/146417/perjuangan-tujuh-anak-untuk-keluarganya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: