Cara Bahagia di Tengah Kegalauan Hidup

Wasathon: Rabu, 05 Maret 2014

Buku Saku Rahasia Kebahagiaan Bekal Spiritual Orang Beriman Menghadapi Kesulitan Hidup (Junaidi Khab)

Buku Saku Rahasia Kebahagiaan Bekal Spiritual Orang Beriman Menghadapi Kesulitan Hidup (Junaidi Khab)

Judul               : Buku Saku Rahasia Kebahagiaan Bekal Spiritual Orang Beriman Menghadapi Kesulitan Hidup

Penulis             : Ibnu Qadhib al-Ban

Penerjemah      : Fauzi Faizal Bahresy

Penerbit           : zaman

Cetakan           : I, 2013

Tebal               : 192 Halaman

ISBN               : 978-602-1687-04-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

Semua orang yang hidup di dunia ini dapat dipastikan ingin hidup dalam keadaan bahagia, aman, nyaman, dan tenteram. Berbagai cara pun dilakukan demi mendapat sebuah kebahagiaan. Sehingga tak terasa kita rela bercapek-capek melakukan suatu pekerjaan, hanya demi kebahagiaan. Baik itu bahagia bagi diri sendiri, dan lebih-lebih membahagiakan orang lain yang tercinta dan terkasih. Manusia bekerja ingin dapat uang, dengan uang itu mereka berharap semua keinginannya bisa tercapai, ketika keinginan sudah tercapai, dalam benak mereka kebahagiaan juga akan datang.

Namun, tak berselang lama kekayaan itu habis digunakan untuk mendapat kebahagiaan. Mereka harus bekerja lagi, sikap konsumtif membawanya pada kesusahan lagi ketika harta yang mereka cari habis. Untung saja jika bisa bersabar dan tak banyak mengeluh dengan keadaan yang semacam itu. Hakikatnya, orang yang ingin bahagia hanya dengan kekuatan harta dan dunia, itu sulit tercapai. Hidups ini sebenarnya sulit dan pelit untuk memberikan suatu kebahagiaan kecuali dengan kelapangan dada dan sabar.

Di tengah-tengah kesulitan untuk menggapai kebahagiaan dalam menjalani kehidupan di dunia, buku ini hadir sebagai panduan, motivasi, dan inspirasi yang mulia untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh kebahagiaan. Kehidupan ini senantiasa berputar dan berganti. Tidak selamanya seorang manusia diliputi kesenangan dan kebahagiaan. Perubahan, pergantian, dan pergerakan hidup dan kehidupan menjadi keniscayaan. Semua perubahan dan perputaran itu menjadi media untuk mengasah ketajaman rasa dan menyempurnakan jiwa manusia. Baik dan buruk merupakan ujian, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah: “Kami menguji kalian dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan” (QS. al-Anbiya’: 35). Allah menjadikan dunia sebagai negeri yang fana. Ujian dan kesulitan menjadi bagian yang niscaya dari kehidupan dunia (hlm. 9).

Keniscayaan dalam menghadapi ujian dan kesulitan itu merupakan suatu bagian dari jalan menuju kebahagiaan menjalani hidup ini. Jadi, kita jangan sampai mengeluh dan menyalahkan siapapun jika kita mendapat suatu kesulitan atau ujian dalam hidup ini, karena itu akan mengantarkan kita pada pintu kebahagiaan. Tak mungkin ada kebahagiaan jika kita tidak melalui kesulitan dan berbagai jalan ujian sebelumnya. Hidup ini berpasang-pasangan. Ada bahagia, resah, galau, jelek, bagus, baik, jahat, kurang, dan sempurna dalam kehidupan ini. Semuanya berjalan seiring laju perputaran hidup ini.

Makna Kesabaran

Ketahuilah, bahwa keluhan sama sekali tidak berguna. Mengeluh hanya membuat kita semakin dimurkai dan terhalang dari kebaikan. Sebab, mengeluh bisa jadi merupakan wujud kegusaran kita terhadap ujian-Nya dan itu sangat berbahaya, atau bisa pula sebagai wujud pengharapan kepada manusia sehingga mereka bersimpati atai mengangkat ujian yang menimpa kita. Tentu saja mengeluh merupakan kebodohan nyata dan tindakan yang tercela. Kita sandarkan kebutuhan kepada makhluk yang sama-sama butuh, sementara mereka juga lemah dan tak berdaya karena tak kuasa mengingkirkan ujian pada diri mereka, mereka tak mungkin bisa mengangkat ujian bagi kita kecuali Allah (hlm. 70).

Jadi tak ada jalan lain dalam menggapai kehidupan ini kecuali dengan sabar dan tetap berdoa dalam berbagai hal. Karena jika kita tak sabar, alias mengeluh dengan yang kita hadapi, itu akan sia-sia. Apalagi mengeluh kepada sesama manusia yang tak memiliki kekuatan apa-apa. Maka dari itu, bersabar dan berdoa sepenuh hati dalam menjalani kehidupan ini merupakan kunci kebahgiaan yang tiada harganya.

Kesulitan adalah awal kemudahan. Sabar adalah kunci kelapangan dan tunggangan yang tak akan pernah salah. Api musibah hanya bisa dipadamkan dengan sabar, bukan dengan harta kekayaan dunia. Siapa yang sabar, pasti berdaya dan menemukan hidup bahagia. Begitu pula, siapa yang sadar, akan bersabar. Solusi bagi sesuatu yang sepertinya tidak ada solusinya adalah sabar. Orang yang bersabar menghadapi musibah bagaikan orang yang tidak mendapat musibah. Orang yang menjaga tetap bersabar, tidak akan terkapar. Jika sesuatu yang tak disukai bertamu, maka jamulah dengan kesabaran. Gembirakan diri ini dengan kemenangan setelah sabar. Ingatlah, bahwa risau dan galau lebih berat dan melelahkan daripada sabar (hlm. 183-184).

Maka dari itu, mari kita rangkai hidup ini dengan hiasa-hiasan yang penuh dengan kesabaran dalam menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Tak ada cela yang tampak dalam buku ini, kecuali hanya bentuk terjemah dari karya Ibnu Qadhib al-Ban, ulama psikolog klasik. Namun, upaya terjemahan ini tak menghalangi eksistensi dari maksud penulisan buku yang asli. Yang mana tujuan terjemahan buku ini sebagai upaya memudahkan masyarakat Indonesia dalam memahami tentang kesabaran sebagai bekal menuju hidup bahagia, baik di dunia dan akhirat.

Secara implisit buku ini akan memberikan kutipan-kutipan dari para ulamal klasik untuk menemukan sebuah motivasi, semangat, dan isnpirasi baru dalam menjalani kehidupan ini agar hidup senantiasa bahagia. Di samping itu, diselingi pula dengan kisah-kisah orang terdahulu yang menggapai kebahagiaan yang bisa menggugah jiwa kita untuk mencontoh kehidupannya dalam menggapai kebahagiaan yang hakiki.  Tak hanya itu saja, namun ada doa-doa indah sebagai bekal untuk menghadapi segala ujian dan cobaan hidup sekaligus penguat keyakinan bahwa ujian bukanlah kutukan dan musibah bukanlah pertanda Tuhan marah, melainkan alat ukur untuk menaikkan atau menurnukan derajat seorang hamba di hadapan Tuhannya.

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya.

 

Bisa diakses lebih lanjut untuk membacanya di: http://wasathon.com/resensi-/view/2014/03/05/-resensi-buku-cara-bahagia-di-tengah-kegalauan-hidup

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: