Bimbingan Konseling ala Islam

PCNU Sumenep: Kamis, 06 Maret 2014

Model Bimbingan Kelompok Berbasis Ajaran Islam untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa (Junaidi Khab)

Model Bimbingan Kelompok Berbasis Ajaran Islam untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa (Junaidi Khab)

Judul               : Model Bimbingan Kelompok Berbasis Ajaran Islam untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa

Penulis             : Dra. Sri Narti, M.Pd.

Penerbit           : Pustaka Pelajar

Cetakan           : I, Januari 2014

Tebal               : 188 halaman

ISBN               : 978-602-229-292-0

Peresensi         : Junaidi Khab*

Umat manusia menjalani kehidupan di dunia ini tak akan pernah lepas dari suatu kebuntuan. Persoalan semacam ini tentu menjadi momok dalam diri manusia. Ketika kebuntuan menemui kita, dengan segala usaha kita pun mengusirnya. Namun, kadang-kadang kita tak mampu melakukan hal demikian, sehingga kita bisa terjatuh ke jurang keputusasaan diri. Maka tak heran jika kita sebagai manusia di muka bumi ini saling membutuhkan satu sama lain guna menghilangkan kebuntuan hidup yang kita hadapi. Kita harus menjadi manusia yang sosial, saling membutuhkan, membantu, dan menolong dalam segala keperluan hidup.

Maka dari itu, sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan orang lain sebagai teman curhat di kala diri ini resah dan buntu demi menemukan jalan keluarnya. Di sini orang lain menjadi kebutuhan pokok yang harus kita sadari. Kita sebenarnya membtuhkan bimbingan mereka di saat-saat diri ini sedang menemukan kebuntuan hidup. Dalam hal ini, kita membutuhkan bimbingan konseling dari mereka. Sebenarnya bukan hanya kita, hakikatnya mereka juga membutuhkan kita juga. Tak mungkin manusia ini mampu hidup sendiri tanpa orang lain.

Menghadapi fenomena saling membutuhkan dalam kehidupan ini, buku ini hadir sebagai sosuli bagi para pembimbing (konselor) agar bisa menjadi konselor yang andal di kalangan  masyarakat yang membutuhkan. Namun, sebagaimana tujuan utama buku ini, yaitu memberikan model bimbingan konseling berbasis ajaran Islam. Dalam hal ini bertujuan untuk meningkatkan konsep diri seorang siswa yang Quraniy. Yang mana konsep diri ini merupakan suatu hal yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Konsep-konsep manusia mengenai dirinya sendiri memengaruhi pilihan tingkah lakunya dan pengharapannya dari hidup ini (hlm. 1).

Secara lebih jauh lagi, konsep diri merupakan gambaran seseorang (siswa) tentang dirinya, pengharapan seseorang tentang dirinya dan penilaian seseorang tentang dirinya yang dapat berubah karena berinteraksi dengan lingkungannya. Sementara, konsep diri dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Konsep diri negetif adalah pengetahuan yang sempit tentang diri sendiri, pengharapan yang tidak realistis, dan harga diri rendah. Sedangkan yang positif berlaku sebaliknya.

Sedangkan dalam diri siswa, mereka banyak yang mengindikasikan gejala konsep diri negatif. Hal tersebut ditunjukkan pada saat proses belajar belajar tidak mau menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal di depan walaupun sebenarnya bisa, karena takut salah mereka tidak mau. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sebenarnya tidak percaya diri (hlm. 70).

Maka dari itu, seorang konselor harus mampu memhami secara mendalam mengenai orang-orang yang menjadi tanggungannya, dalam hal ini mereka adalah siswa. Konselor diajak untuk menjadi seorang pembimbing para siswa dengan metode yang terdapat di dalam al-Quran dan al-Hadits (sunnah nabi). Ada banyak metode dalam ajaran Islam untuk memotivasi manusia, termasuk siswa agar menatap masa depannya lebih baik dan lebih cerah.

Ada hal yang disayangkan dalam buku ini yaitu mengenai objek siswa yang harus mendapat bimbingan kelompok sebagaimana diurai dalam buku ini. Setidaknya buku ini dikhususkan bagi siswa, entah itu SD, SMP, atau SMA. Karena tingkatan memahami dan menguasai serta cara menerima apa yang disampaikan oleh konselor jika beda tingkatan tentu tidak akan sama. Jika ditilik dari ulasan dan bahasannya, buku ini disajikan bagi siswa SMP dan SMA, bukan untuk siswa SD. Padahal setidaknya penulis juga mampu memberikan ulasan bagi siswa di segala tingkatan sekolah.

Buku ini disusun sebagai pegangan bagi para guru bimbingan dan konseling yang ingin mendalami masalah bimbingan kelompok berbasis ajaran Islam. Ini merupakan salah satu alasan bahwa buku-buku mengenai bimbingan kelompok berbasis ajaran Islam masih sangat minim. Umumnya buku-buku bimbingan kelompok yang sudah ada dititikberatkan pada bimbingan kelompok secara umum. Padahal pembahasan bimbingan kelompok yang berbasis ajaran Islam sangat dibutuhkan, karena saat ini banyak siswa muslim yang perlu mendapatkan bimbingan kelompok keislaman.

* Peresensi Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Bisa diakses dan dibaca di: http://nusumenep.or.id/bimbingan-konseling-ala-islam/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: