Membentuk Pribadi Pemberani

Rima News: Senin, 20 Januari 2014

Lucy Sebuah Rahasia di Balik Kalung Lol (Junaidi Khab)

Lucy Sebuah Rahasia di Balik Kalung Lol (Junaidi Khab)

Judul               : Lucy Lucifer sebuah Rahasia di Balik Kalung LOL

Editor              : Bella Vanilla dkk.

Penerbit           : de TEENS (DIVA Press)

Cetakan           : I, November 2013

Tebal               : 210 Halaman

ISBN               : 978-602-255-353-3

Peresensi         : Junaidi Khab*

Manusia dengan kesempurnaan akalnya memiliki banyak pengalaman, pengetahuan, dan hal-hal unik yang terpendam dirinya. Karakter dan sifat seseorang itu hakikatnya sama. Namun, untuk membedakan antara orang yang satu dengan orang yang lainnya, maka sifat atau karakter itu lebih dominan daripada karakter yang lainnya. Itu tak lain guna menunjukkan keakuan yang ada pada dirinya. Ada yang ingin sama, tapi ketika sudah sama ingin lebih, karena hakikatnya manusia ingin berbeda dengan yang lain. Ketika sudah berbeda, manusia yang banyak itulah bisa dikenal satu persatu.

Dari perbedaan itu lebih spesifik lagi ada manusia yang cerdas, bodoh, peankut, dan pemberani. Semua orang tentu ingin menjadi orang yang cerdas, berbadagai daya dan upaya pun dilakukan untuk menjadi orang yang cerdas. Seperti belajar, membaca, dan melakukan hal-hal baru atau kegiatan-kegiatan yang bisa mengencerkan otak. Begitu pula manusia ada yang penakut dan pemberani. Tentu semua manusia ingin menjadi orang pemberani. Berbagai daya dan upaya pun dilakukan. Namun terkadang hal yang dilakukan untuk mencapai kecerdasan atau keberanian itu sangat sulit. Membutuhkan tenaga ekstra dan usaha maksimal.

Buku yang berjudul Lucy Lucifer sebuah Rahasia di Balik Kalung LOL ini merupakan sebuah wahana untuk mendidik mental pemberani. Mental yang pada mulanya pengecut dan penuh dengan perasaan takut akan digembleng dengan mencoba untuk menelusuri kisah-kisah serem yang ditulis dengan bahasa indah dan menarik. Selain mendidik mental dan pribadi pembarani, buku ini akan memberikan nilai estetik karena bahasa yang digunakan di dalamnya masih memerhatikan kaedah-kaedah yang tepat dan mudah untuk dimengerti oleh para pembaca. Misalkan kisah yang menceritakan tentang misteri sebuah kalung yang bertulisakan LOL sebagaimana judul buku ini akan mengajak kita pada dunia gelap (hlm. 5).

Dari kisah-kisah itu berbagai pengalaman fiktif tentang hakikat perasaan takut diaksarakan. Sebenarnya takut itu hanya ilusai saja, hanya perasaan yang dan pikiran yang membawa kita pada ketakutan. Memang cerita-ceritanya serem, karena memang dibikin seserem mungkin dari kisah-kisah fiktif tersebut. Di sini kita sebenarnya belajar untuk berani ketika menelisik kata demi kata hingga menjadi paragraf utuh yang menakutkan. Perasaan kita akan dibawa ke lama dimana memang diri kita tidak menginginkan ketakutan itu, tapi setidaknya kita memiliki rasa ingin tahu tentang ketakutan itu. Aneh memang, hal yang kita takuti, masih saja ada kehendak untuk mengetahuinya, cara ini sebenarnya kita ingin menunjukkan bahwa kita pemberani.

Ada lagi cerita yang lebih serem daripada kisah rahasia di balik kalung LOL, yaitu “Sahabat Sampai Mati”. Dari kisah itu, lima orang pertemanan yang mati hanya karena janji setia bersahabat sampai mati. Hanya satu orang yang tidak mau serius dengan perjanjian terebut. Sehingga dirinya terselamatkan dari kematian yang mengerikan – gantung diri – di ruang kelas (hlm. 131).

Kisah-kisah dalam kumpulan kisah serem ini cukup ampuh untuk menguji imajinasi kita dan menempa pribadi penakut untuk bangkit menjadi pribadi pemberani. Dari empat belas (14) kisah yang disajikan di dalam buku ini memang serem-serem, setting angker, dan penuh undangan bagi bulu-bulu kuduk untuk berdiri. Tapi, meski kisah-kisah dalam buku ini cukup serem dan penuh keangkeran, ketika dibaca secara runtut satu persatu rasa angker yang tersirat di dalamnya akan lenyap begitu saja. Karena pembaca sudah paham dengan kisah-kisah yang telah dibacanya. Sehingga dengan anggapan awalnya menyatakan bahwa ceritanya sama, pasti ditakuti dengan gaya bahaha horor.

Di sini titik kelemahan buku ini. Ketika dibaca terus, latar yang hakikatnya menunjukkan kata-kata mengerikan lambat laun hilang dan terabaikan oleh pembaca. Nilai horornya seakan hilang seiring pembaca memahami secara umum terhadap keseluruhan maksud dari kisah-kisah berikutnya. Namun, meskipun dmeikian, mental berani dan pribadi gagah tumbuh dengan sendirinya pula. Bisa disimpulkan, bahwa kisah serem tidak akan menjadi serem ketika sudah diketahui dan dipahami sebelumnya. Tentu otak akan membentuk opini baru bahwa batin atau jiwa tidak boleh takut lagi.

Simaklah empat belas kisah-kisah serem terbaik di dalam buku ini. Dari kisah-kisah tersebut akan bermunculan ide baru tentang ketakutan. Bahwa sebenarnya ketakutan itu muncul akibat diri ini tidak memiliki persiapan untuk menghadapi. Api ketika sudah ada persiapan sebelumnya, rasa takut itu akan hilang dengan sendirinya. Buku ini yang akan membuktikan hal tersebut. Dari perasaan yang awalnya takut akan menjadi perasaan yang penuh dengan kelapangan dan pribadi yang tangguh, tidak mudah takut ketika berhadapan dengan kisah-kisah horor lainnya. Dari buku ini kita akan diajak untuk paham hakikat serem itu sendiri. Serem hanya karena sekali, tapi kalau sudah berulangkali, serem dan rasa takut itu akan sirna begitu saja.

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Bisa diakses di: http://www.rimanews.com/read/20140120/137557/membentuk-pribadi-pemberani

One Response to Membentuk Pribadi Pemberani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: