Senjata Makan Tuan

Serambi Ummah: Jumat, 27 Desember 2013

Oleh: Junaidi Khab*

Serambi Ummah 20 Desember 2013 Senjata Makan Tuan (Junaidi Khab)

Serambi Ummah 20 Desember 2013 Senjata Makan Tuan (Junaidi Khab)

HARI-HARI yang kulalui selalu

bahagia dan tidak menegangkan

bersama kakakku yang satu ini.

Dia baik, manis, cantik dan imut.

Namun pada suatu hari aku dengan dia sedikit meregang karena ada problem yang sedikit bisa mengubah emosinya. Juga karena aku diisukan berpacaran dengan seorang cowok. Padahal hubungan itu tidak jelas dan dia hanya tahu secara terkaan saja. Dia langsung saja melarangku berpacaran dengan cowok yang dia maksud, tidak tahu mengapa dan apa alasannya.

“Anak muda seusia kamu tidak boleh berpacaran, lebih baik kamu fokus dengan pelajaranmu”.

Katanya memberikan sedikit petuah padaku dengan malarang sok dewasa dan sok suci. Padahal kata-katanya itu bukan hanya karena untuk fokus pada pelajaran saja. Juga karena dia tidak begitu suka dengan cowok yang diisukan dengan diriku. Namun tidak begitu aku gubris karena aku memang mencintai cowok itu namun aku tidak berpacaran sama sekali. Hanya cinta yang bersemi di dalam hatiku. Menurutku sih tidak jadi persoalan aku mencintai siapapun karena toh aku juga manusia yang mempunyai naluri mencintai dan dicintai.

“Emang kalau anak seusiaku tidak boleh berpacaran? Kalau seusia kamu boleh ya?”.

Aku bergumam sendiri setelah dinasehati oleh kakakku tadi. Itu karena saat ini aku masih berada pada sekolah tingkat teratas. Karena setidaknya orang melarang berpacaran ada alasan tertentu. Mungkin kakakku itu tidak mau pada tipe dan latar belakang cowok yang diisukan denganku. Padahal dari hatiku yang terdalam aku suka padanya. Paling tidak dia juga menyimpan perasaan yang sama dengan diriku pada seorang cowok yang juga tidak jelas keberadaannya entah itu siapa.

Mulai saat aku diisukan oleh teman-temanku berpacaran dengan cowok yang kucintai, dia mulai kelihatan sinis dan selalu ngomel seakan-akan tidak suka kalau aku berpacaran atau jodoh dengannya. Namun dia tidak berani memberikan alasan yang pasti dan jelas padaku. Tidak ada kata lain yang dapat kuberikan kecuali hanya mengiyakan apa yang dikatakannya.

Setiap hari aku selalu berpikiran bahwa setiap manusia tentu memiliki perasaan cinta dan suka pada lawan jenisnya. Dari itulah aku tidak begtiu menggubris kata-kata dan nasehat yang selalu kuterima. Aku yakin kakakku itu juga menyimpan seseorang di balik hatinya dan tidak berani menampakkan padaku. Aku sendiri sudah punya dugaan dengan siapa dia itu menjalin cinta. Namun aku tidak berani membicarakan dan membantah padanya karena aku adik dan tidak pantas melawan padanya.

Huh! Sangat membosankan sekali. Masak aku dilarang mencintai seseorang kalau dia juga mencintai seorang cowok. Tidak adil kayaknya. Dia melarang-larangku mencintai. Namun dia dengan diam-diam sebenarnya cintanya sudah mengambang di atas dan beterbangan ke barat ke timur mencari kabar kekasihnya meski juga secara diam-diam karena kami memang dilarang berpacaran oleh orang tua.

“Awas kalau kamu nanti ketahuan memiliki simpanan”.

Gumamku lagi kesal dengan perilakunya yang sok suci dari perasaan cinta. Aku hanya menunggu kabar dan informasi yang bisa dijadikan senjata ampuh dalam memutar balikkan kata-kata dan petuahnya. Meskipun aku sedikit kesal dengan petuahnya, aku tetap mematuhinya dan tidak berpacaran. Namun dia tidak tahu secara pasti apa yang sebenarnya bergejolak di dalam batinku.

***

Tidak berselang lama rahasianya mulai terungkap sendiri dan kudengar sendiri kalau dia memiliki pasangan yang dirahasiakan dari sejak dulu. Dari jejaring sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat luas dan anak-anak muda. Namun sedikit demi sedikit dia tidak sering mengomel lagi dengan nasehatnya agar diriku tidak berpacaran dengan seorang cowok. Pria yang memang dimaksud olehnya. Sejak itulah dia sedikit merasa kikuk pada diriku dan sudah mulai jarang mengomel dan menasehatiku dengan kata-kata “no pacaran!”.

Eh! Tiba-tiba facebook-nya ada yang membobol pada saat itu. Bingungnya bukan main, karena hubungannya takut terbongkar oleh orang lain lebih-lebih oleh diriku sendiri.

“Dek, gimana ya FB-ku ada yang membobol dan membalas pesan sembarangan?”.

Dia gelisah dan ingin mengubah password-nya. Menyuruh teman-temannya tidak ada yang bisa pada saat itu juga. Dia ingin cepat-cepat mengganti password. Namun sayang warnet jauh dari rumah. Lalu dia meminta bantuan pada cowok yang kucintai yang jauh di sana namun ia dekat di hatiku. Hahay…

“Dek, aku sekarang malu pada kamu dan cowok yang sering kucurigai sebagai pacarmu”.

Katanya sedikit malu-malu dan menyesal. Aku pun tersenyum dengan bersungut-sungut mengejeknya.

“Kenapa?”. Tanyaku sedikit sinis dan penasaran.

Password FB-ku kukasih pada dia untuk diubah. Kan paling tidak dia tahu tentang FB-ku”.

Katanya sedikit menyesal dan ragu padaku. Aku hanya diam dan melototi saja tidak berkomentar sedikitpun. Saat itulah dia ketahuan kalau menyimpan sejuta rahasia dengan seseorang. Namun aku menyadarinya, itu naluri manusia. Tidak luput dari salah dan dosa. Malah setelah itu dia kadang menggojlokku. Ya kuterima saja dengan senang hati meski juga sedikit was-was dan malu-malu. Kakakku yang satu ini seperti kurang dewasa dalam berpikir.

“Nah kalau begini, sangat memalukan, orang yang menasehati ketahuan. Makanya kalau ingin menasehati orang lain paling tidak dirinya itu terhindar dari apa yang menjadi tujuan nasehatnya”. Kataku sedikit meledeknya.

“Tapi gak papa, setahuku dia tuh orangnya baik, gak akan senegatif yang kamu pikirkan kok kayaknya”. Imbuhku menghilangkan rasa was-wasnya.

“Iya, iya… Jangan nyaring kalau ngomong sayang…!”. Katanya sedikit mempelankan suaranya dengan manja.

“Hihi… Senjata makan tuan!”. Sedikit kugojlok dia.

“Husy…!”

Kubilang padanya kalau mau menasehatiku, dirinya harus terlebih dahulu melakukan apa yang menjadi nasehatnya. Alhamdulillah, betapa senangnya hatiku, kakakku yang ini bisa sedikit mulai dewasa cara pikirnya setelah ketahuan hubungannya oleh orang yang kucintai  yang sebelumnya melarang hubunganku dengannya, meskipun belum jelas apa benar dia mengacak-acak dan menggeledah FB-kakakaku hingga tahu semuanya tentang kakakku. Aku tidak ada hubungan apa-apa, cuma cinta yang murni dan digojlok oleh teman-teman, ya, aku bangga dan senang saja jika digojlok.

* Cerpenis Tinggal di Surabaya dan Bergiat di Komunitas Sastra UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Bisa dibaca lebih lanjut di: Serambi Ummah 20 Desember 2013 Senjata Makan Tuan . Semoga bermangaat bagi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: