Berjilbab, Jalan Menuju Kemuliaan

Era Madina: Kamis, 12 Desember 2013

Bismillah Aku Berjilbab Perjuangan Lahir dan Batin Wanita yang Akhirnya Memutuskan Memakai Jilbab (Junaidi Khab)

Bismillah Aku Berjilbab Perjuangan Lahir dan Batin Wanita yang Akhirnya Memutuskan Memakai Jilbab (Junaidi Khab)

Judul               : Bismillah Aku Berjilbab Perjuangan Lahir dan Batin Wanita yang Akhirnya Memutuskan Memakai Jilbab

Penulis             : Iqro’ Firdaus

Penerbit           : DIVA Press

Cetakan           : I, Agustus 2013

Tebal               : 128 Halaman

ISBN               : 978-602-7695-20-7

Peresensi         : Junaidi Khab*

Jilbab merupakan suatu cara atau media bagi wanita untuk menutupi aurat. Seperti yang kita ketahui, menurut sebagian ulama, aurat wanita meliputi ujung rambut hingga ujung kaki, kecuali wajah/muka dan telapak tangan. Jadi, rambut wanita termasuk pula aurat yang tidak boleh sembarang orang memegang atau bahkan melihatnya kecuali mahram. Pemakaian jilbab juga sebagai pemandu hidup mulia (Hal. 20).

Persoalan jilbab beberapa bulan terakhir cukup menggencarkan media. Polemik tersebut menjadi reduksi bagi mereka yang mengenakan jilbab ketika akan terjun untuk berkarier. Karena fenomena tersebut mendapat pelarangan dari atasan suatu instansi kerja. Tak ayal juga jika pro dan kontra mengenai penggunaan jilbab dikait-kaitkan dengan Hak Asasi Manusia (HAM) yang perlu dipandang dengan dua mata. Memang benar, mereka yang ingin mengenakan jilbab dilarang secara otomatis pelarangan tersebut memotong HAM yang dimilikinya.

Ada beberapa hal yang menjadikan mereka ingin berjilbab dalam hidupnya. Yang pada mulanya rambut terurai, ketika tahu keindahan, keagungan, dan pengaruh jilbab bagi pemakainya, maka tak sedikit yang mulai mencoba mengenakan jilbab di era modern saat ini. Berbagai model jilbab telah membuktikan bahwa jilbab banyak peminatnya.

Kehadiran buku ini bukan semata untuk bahan bacaan belaka. Namun, buku ini akan menghadirkan suatu arti penting jilbab bagi perempuan. Sehingga akan tumbuh kesadaran untuk mengenakannya. Jilbab memberikan yang terbaik bagi pemakainya. Tetapi sebagai perempuan harus pandai dalam meilah dan memilih jilbab. Karena di era modern ini, dari sekian banyak fashion untuk jilbab, banyak jilbab yang hanya berkerudung saja, sementara lekuk tubuh masih tampak layaknya orang telanjang.

Selain jilbab bisa melindungi rambut dari sengatan sinar matahari dan polusi, jilbab juga akan membuat kita lebih anggun dan cantik. Sebuah perasaan yang aman dan tenang akan mendorong seseorang untuk selalu tersenyum dan memancarkan wajah yang menyenangkan. Karena setelah mengenakan jilbab, kita akan menjadi muslimah yang cantik dan anggun. Dengan sendirinya, wajah cantik itu akan tampak dari diri kita. Tentu saja, kecantikan ini adalah kecantikan dari dalam, bukan karena make-up dari salon kecantikan. Kecantikan ini juga tidak bisa dibuat-buat. Ia tidak pula bisa direkayasa, namun bersifat alami dan hakiki. Ia muncul seiring dengan keikhlasan kita dalam mengenakan jilbab. Inilah anugerah Allah yang harus disyukuri (Hal. 28).

Makna di balik pemakaian jilbab bukan hanya sekedar itu saja. Namun, lebih banyak lagi makna dan manfaat bagi perempuan yang mengenakan jilbab. Memang selain untuk menutupi aurat perempuan, jilbab pada hakikatnya menghemat keindahan dan kecantikan seorang perempuan. Buktikan saja orang yang tidak mengenakan jilbab akan tampak biasa-biasa saja, apalagi bagi suaminya jika bersuami. Namun perempuan yang berjilbab akan terlihat lebih cantik dan menawan ketika jilbabnya dilepas (khusus suami) dari sana akan tampak kecantikan yang lebih karena dengan alasan jarang dinikmati/dilihat.

Ada sebuah kisah seseorang yang masuk Islam, yaitu seorang Hana Tajima Simpson yang berkebangsaan Jepang-Inggris. Tak lama kemudian setelah dirinya menjadi perempuan Muslimah. Seiring dengan perjalanan hidupnya, ia pun memutuskan untuk berjilbab. Bukan hanya masuk Islam pada usianya yang cukup muda itu. Tapi dirinya juga menjadi desainer jilbab untuk umat Islam dengan berbagai fashion terbaru (Hal. 40).

Buku ini merupakan sebuah pembangkit etos agar semangat mengenakan jilbab disadari oleh kaum perempuan guna menemukan hidup mulia di balik penutupan aurat. Ada beberapa ulasan yang cukup bisa memberikan motivasi dalam buku ini yaitu tentang perjuangan pemakaian jilbab di Indonesia. Manfaat dan keuntungan memakai jilbab. Tatacara mengenakan jilbab agar sesuai dengan keadaan yang kita miliki. Dan kisah-kisah inspiratif tentang awal mula mereka (para kaum perempuan) ingin mengenakan jilbab sebagai penutup auratnya.

* Peresensi Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Bisa dikunjungi di:

http://eramadina.com/berjilbab-jalan-menuju-kemuliaan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: