Berantas Kemiskinana Cara Islam

Wasathon: Minggu, 22 Desember 2013

Konsep Distribusi dalam Ekonomi Islam dan Format Keadilan Ekonomi di Indonesia (Junaidi Khab)

Konsep Distribusi dalam Ekonomi Islam dan Format Keadilan Ekonomi di Indonesia (Junaidi Khab)

Judul               : Konsep Distribusi dalam Ekonomi Islam dan Format Keadilan Ekonomi di Indonesia

Penulis             : Ruslan Abdul Ghofur Noor

Penerbit           : Pustaka Pelajar

Cetakan           : I, November 2013

Tebal               : 326 halaman

ISBN               : 978-602-229-225-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

Kemiskinan merupakan hantu yang terus gentayangan dalam kehidupan umat manusia, utamanya di Indonesia. Tidak memandang kasta dan keturunan, semua orang mereasa takut dengan kemiskinan. Ada yang menyatakan bahwa akibat kemiskinan kehidupan umat manusia bisa rusak dan hancur. Ungkapan tersebut diperkuat dengan satu alasan bahwa ketika seseorang itu miskin dan usahanya tidak bisa memenuhi kehidupannya, maka peluang yang akan terjadi adalah melakukan hal-hal yang nekad dan merugikan orang lain hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Persoalan kemiskinan menarik perhatian pemerintah, guna mengupayakan suatu tatanan negara dan bangsa agar tetap kondusif dengan menerapkan beberapa kebijakan untuk mengurangi angka kemiskinan yang sudah merambah di seluruh dunia, utamanya di Indonesia. Bukan hanya pemerintah saja yang ikut prihatin dengan kondisi ini, tetapi berbagai agama di dunia ini juga menerapkan berbagai macam aturan pokok dengan landasan-landasan kemaslahatan umat manusia. Termasuk agama Islam dengan berdasarkan pada firman Allah Swt. dalam al-Quran surah al-Taubah ayat 103, yang mana tujuannya agar umat manusia tidak dihantui oleh kemiskinan.

Ada beberapa konsep dan kebijakan yang dibuat baik oleh pemerintah atau pun oleh sistem yang menganut kepercayaan dalam beragama, dalam hal ini Islam. Jika pemerintahan menerapkan sistem perpajakan untuk mengentaskan kemiskinan dan penyakit-penyakit kronis sosial lainnya, maka agama Islam menggunakan sistem retrebusi yang berupa penyaluran zakat, infaq, dan shadaqah sebagai bentuk kemaslahatan hidup umat manusia.

Kehadiran buku ini sebagai bentuk kepedulian untuk menyumbangkan kerangka teori dalam memberantas kemiskinan di negeri ini melalui konsep yang ditawarkan oleh syari’at Islam, yaitu memajukan perekonomian masyarakat dengan pemerataan harta kekayaan via zakat, infaq, dan shadaqah. Yang mana sistem ekonomi Islam menggariskan nilai, prinsip, dan tujuan yang bersumber pada ajaran syar’i dalam berekonomi. Nilai, prinsip, dan tujuan tersebut menjadi landasan dalam semua proses ekonomi, baik produksi, konsumsi maupun distribusi, sehingga membedakannya dengan sistem ekonomi lainnya (Hal. 69).

Konsep Distribusi

Sebenarnya ide yang ditawarkan oleh Ruslan dalam buku ini merupakan ide lama, tetapi dikemas dengan bahasa yang bercorak modern. Sehingga tampak sebagai gagasan baru yang patut dieterapkan dalam memeratakan perekonomian umat manusia dan umat Islam khususnya. Hakikatnya tidak ada ide baru yang ditawarkan melalui buku ini. Namun, meskipun ide yang disampaikan ini tergolong lawas dengan konteks bahasan yang relevan dengan saat ini, maka tak salah jika dicoba untuk diterapkan secara maksimal guna mengurangi angka kemiskinan yang tak pernah pupus di antara kehidupan umat manusia.

Kita tahu bahwa kesadaran untuk menunaikan kewajiban zakat bagi setiap muslim merupakan kata kunci bagi terciptanya umat yang sejahtera. Hal ini karena kewajiban membayar zakat merupakan proses utama dalam sistem keuangan Islam (fiskal), dan sejalan dengan prinsip distribusi dalam Islam agar harta tersebar pada seluruh rakyat. Zakat pula yang memiliki dimensi sosial, moral, dan ekonomi, serta merupakan jaminan sosial pertama dari semua perdaban yang ada.

Zakat dan pajak itu beda, karena dalam perspektif ekonomi Islam zakat memiliki dasar, pemahaman, dan hukum syar’i yang bersumber dari al-Quran dan al-Hadis. Kesamaan antara zakat dan pajak adalah dalam bentuknya, bukan kesamaan yang hakiki seperti halnya kewajiban harta untuk pajak (tunai) dan zakat (harta tunai maupun harang berdasarkan prinsip pemerataan), kewajiban pemerintah terhadap pajak (berdasarkan hukum pemerintah) dan zakat (hukum syar’i), kewajiban paksa terhadap pajak (hukum manusia) dan zakat (hukum Allah), kewajiban final dalam pajak (kesejahteraan) dan zakat (pahala/rezeki yang barokah), kewajiban yang ditentukan ukurannya dalam pajak berupa kemampuan beban dan zakat berupa nishab (Hal. 98).

Begitulah eksistensi tentang zakat dan pajak sebagai upaya pemberantasan kemiskinan. Di sisi lain memang ada perbedaan, namun di lain sisi juga ada kesamaan. Dalam hal ini, konsep distribusi dalam syari’at Islam untuk mengurangi angka kemiskinan memrogramkan zakat sebagai model distribusi wajib individu untuk mereka yang berhak, wakaf sebagai instrument distribusi individu untuk masyarakat, waris sebaga instrument distribusi dalam keluarga, serta infak dan shadaqah sebagai instrument distribusi di masyarakat.

Buku ini lahir dari sebuah penelitian guna memulihkan kembali kemantapan iman tentang syari’at Islam yang mengutamakan keadilan. Sebagai sebuah objek dari penelitian itu, penulis mencoba menelusuri konsep distribusi dalam ekonomi Islam. Yang mana hal ini terkait dengan penunaian zakat, infaq, dan shadaqah sebagai instrumen yang dibandingkan dengan pajak yang menjadi aturan pemerintah. Dengan konsep distribusi ekonomi Islam itu, keadilan bisa tercipta antara yang miskin dan kaya akan memiliki hak yang sama dan hukum yang sama ketika sesuai dengan kondisi yang disandangnya.

Pada intinya, buku ini mengajak kita untuk berzakat, berinfaq, dan bershadaqah guna mengurangi beban mereka yang tidak mampu. Kita hanya tinggal menerapkan dalam kehidupan ini, dengan suaut tujuan yaitu agar keadilan tercipta dan kemiskinan utamanya di Indonesia bisa dukurangi.

* Peresensi Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Bisa dikunjungi di:

http://wasathon.com/resensi-/view/2013/12/22/berantas-kemiskinan-cara-islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: