Menjadi Kaya dengan Kekuatan Cinta

Rima News: Selasa, 05 November 2013

Cover Moslem Millionaire Menguasai Cinta dan Harta dalam 365 Hari (Junaidi Khab)

Cover Moslem Millionaire Menguasai Cinta dan Harta dalam 365 Hari (Junaidi Khab)

Judul          : Moslem Millionaire Menguasai Cinta dan Harta dalam 365 Hari

Penulis        : Ippho Santosa & Tim Khalifah

Penerbit          : PT Elex Media Komputindo

Cetakan           : I, 2013

Tebal               : 101 halaman

ISBN               : 978-602-02-0354-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

Menjadi kaya merupakan impian tiap-tiap orang yang hidup di dunia ini. Secara dangkal, jika orang bisa menjadi kaya raya, maka segala kebutuhan akan segera dan mudah untuk dipenuhi. Nah, ketika segala keinginan dan keperluan sudah mudah terpenuhi dengan kekayaan yang kita miliki, maka kebahagiaan dan kesejateraan hidup akan selalu mengiringi tiap perjalanan hidup ini. Begitu kiranya secara mudah dan gamblang menurut perkiraan nalar manusia. Kaya akan mengantarkan kita pada apa yang kita tuju.

Namun tak begitu mudah untuk menjadi orang yang kaya raya. Karena rasionalnya untuk menjadi orang kaya harus bekerja keras dan rajin serta bersemangat besar. Tanpa hal itu, mustahil kekayaan akan diperoleh. Terkadang berbagai macam cara pun dilakukan untuk menjadikan diri kita ini kaya. Mulai dari mencuri, berbohong, korupsi, dan melakukan hal-hal yang berbau mistik seperti pesugihan dengan menernak tuyul atau jin untuk mencuri harta dan kekayaan orang-orang yang telah kaya raya.

Namun cara demikian hanya mengantarkan kita pada kesengsaraan dan kegelisahan hidup. Bukan harta yang kita dapat, namun kutukan dan malapetaka selalu menghantui tiap langkah kaki berjalan. Agar keinginan untuk menjadi orang yang kaya raya dan menjadikan hidup ini penuh makna dan kebahagiaan. Maka dalam buku ini dihidangkan menu yang cukup mulia untuk menjadi orang yang kaya raya dengan memfungsikan daya otak kanan. Kita diajak untuk melakukan hal-hal yang menurut diri kita ini tak bermanfaat dan tak dibutuhkan, namun sejatinya sangat penting. Yaitu selalu menghadirkan cinta dalam tiap perjalanan hidup kepada sesama maupun kepada Tuhan (Hal. 9).

Analoginya begini, ketika cinta sudah bersemi dalam jiwa manusia, maka segala yang menjadi titik cinta itu akan ia lakukan meski dengan berbagai pengorbanan. Namun kali ini kita diajak untuk menumbuhkan cinta bukan hanya untuk birahi saja, tetapi bagaimana cinta itu sejatinya bisa menjadikan kita kaya raya. Itu tergantung kita menerapkan dan menumbuhkan cint itu sendiri. Jika seseorang sudah mulai menaruh cinta terhadap keluarga, maka segala bentuk usaha dan semangat untuk memenuhi kebutuhan pun bergelora, sehingga apa-apa yang dinginkan mudah untuk dicapai dengan berkat adanya cinta yang telah bersemi.

Ternyata kalau kita bekerja (untuk memenuhi kebutuhan keluarga) dan produktif, kita malah akan lebih sehat. Namun sebaliknya, jika kita bermalas-malasan dan banyak alasan untuk tidak bekerja dan produktif, itu merupakan biang keladinya penyakit yang siap menjakiti jiwa dan tubuh ini. Sehingga Ippho berpesan bahwa kemalasan yang melanda kita hanya sesaat menyamankan. Pada hakikatnya, seumur hidup bermalasan itu akan menyengsarakan kehidupan (Hal. 38).

Kalau cinta sudah besar, maka pengorbanan akan terasa kecil. Vice verse, demikian pula sebaliknya. Kalau cinta masih kecil, maka pengorbanan akan terasa besar, berat, dan melelahkan. Pada intinya nanti atau ujung-ujungnya tidak heran kalau sedekahnya ala kadar saja. Berdoa hanya sekali saja. Melakukan hanya kalau diwajibkan saja (Hal. 29).

Sangat masuk akal orang bisa menjadi kaya raya karena faktor cinta yang mendarah daging. Namun ungkapan tersebut merupakan bentuk cinta kita kepada Sang Pemberi Rizki, yaitu kepada Allah Swt., para utusannya, dan kepada umat manusia. Kepada Tuhan kita harus benar-benar cinta dengan jalan bertakwa. Sedangkan kepada sesama umat manusia kita menumbuhkan rasa cinta dengan selalu menyayangi mereka yang kurang mampu dan tidak punya alias kita harus mendermakan harta yang kita miliki.

Secara dangkal akal, mengatakan bersedekah akan menajdikan harta kita terkuras hingga jatuh miskin. Namun kenyataannya bersedekah itu bisa  mendatangkan kekayaan. Maka dari itu, buku ini hadir dengan seabrek ulasan tentang keajaiban cinta baik kepada sesama maupun kepada Tuhan Yang Maha Pemberi Rizki. Sudah banyak yang membuktikan bahwa bersedekah itu bisa mengkayakan. Termasuk dalam buku ini menceritakan hal ihwal kekuatan cinta dan sedekah mampu mendatangkan harta dan kekayaan bahkan hidup bahagia sekaligus mudah untuk diraih.

Bersedekah tidak hanya mengeluarkan kekayaan atau harta yang kita miliki. Namun segala hal yang bisa menjadikan orang lain senang, membahagiakan, terbantu, dan tidak terbebani itu juga menjadi sedekah. Kedermawanan tidak identik dengan pemberian harta belaka. Namun, dermawan juga bisa berupa mendermakan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Bukan hanya orang kaya yang bisa bersedekah, namun orang yang fakir, miskin, anak yatim, dan bahkan orang yang tak punya apa-apa juga bisa bersedekah, yaitu dengan membantu orang lain baik dengan tenaga maupun pikiran (Hal. 52).

Kita akan baru percaya bahwa cinta itu berirama dengan harta bisa mengkayakan pemiliknya. Dengan kata lain, cinta itu bisa mengkayakan. Selain buku ini membahas banya tentang keampuhan sedekah lewat sedekah juga dipaparkan tentang dibolehkan cinta dunia dan seperti cinta dunia yang dibolehkan. Fenomena dan anggapan bahwa pintu cinta dan rezeki. Serta cara kita untuk memperoleh rezeki yang melimpah ruah tanpa kita bayangkan dengan berbagai trik dan daya kekuatan otak kanan. Selain itu pula, mengenai cara kita mudah menjemput jodoh dan keturunan hakikatnya sangat mudah jika kita benar-benar menginginkannya. Selamat membaca dan mengamalkan!

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) dan Sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

http://www.rimanews.com/read/20131105/125154/menjadi-kaya-dengan-kekuatan-cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: