Benarkah Ibadah itu Menyehatkan?

Harian Bhirawa: Jumat, 25 Oktober 2013

Cover Bukti-Bukti Ilmiah Manfaat Ajaib Ibadah Sehari-hari (Junaidi Khab)

Cover Bukti-Bukti Ilmiah Manfaat Ajaib Ibadah Sehari-hari (Junaidi Khab)

Judul               : Bukti-Bukti Ilmiah Manfaat Ajaib Ibadah Sehari-hari

Editor              : Agus Nur Cahyo

Penerbit           : Sabil (DIVA Press)

Cetakan           : I, September 2013

Tebal               : 188 Halaman

ISBN               : 978-602-255-269-7

Peresensi         : Junaidi Khab*

Bagi umat manusia, khususnya umat Islam di dunia ini cukup banyak tugas yang harus dilakukan. Mereka harus bekerja, makan, minum, tidur, bersenang-senang, dan hal utama yang perlu dikerjakan adalah beribadah. Semua aktivitas tersebut membutuhkan tenaga, baik tenaga otak, otot, bahkan tenaga secara finansial. Persoalannya lagi umat manusia saat ini sudah berpikir secara rasional, sehingga terhadap eksistensi ibadah sedikit sinis karena ibadah dipandang sebagai perilaku yang tidak rasional.

Dari serentetan umat yang menganut suatu keyakinan tertentu memiliki ibadah menurut keyakinannya masing-masing, baik yang harus dikerjakan atau boleh-boleh saja dikerjakan. Namun sayangnya, meskipun seseorang menganut suatu keyakinan dalam beragama tak jarang yang hanya statusnya beragama saja. Sehingga untuk perihal ibadah yang secara kasat mata tidak memberikan manfaat bagi pelakunya. Dalam terminologi agama yaitu masyarakat abangan.

Mereka hanya mengaku beragama (misalkan Islam) namun tidak melakukan ibadah yang disyari’atkan, karena dianggap hal sepeleh yang tak masuk akal dan tak ada kepentingan dengan kebutuhan hidup secara realisitis. Padahal suatu ibadah (dalam agama Islam) itu memiliki manfaat. Selain manfaat hubungan antara Tuhan terjalin dengan baik, manfaat bagi pelakunya sangat jelas bagi keberlangsungan hidup ini.

Menghadapi fenomena demikian, timbul keinginan untuk mencari bukti dari manfaat suatu ibadah bagi kehidupan umat (Islam) yang melakukannya. Melalui buku molek ini, secara saksama bukti-bukti ilmiah tentang suatu ibadah yang dianggap sia-sia dan irasional akan ditemukan titik terangnya bahwa suatu ibadah yang diperintahkan kepada umat Islam memberikan banyak manfaat bagi kehidupan ini. Sehingga dengan ulasan ilmiah dalam buku ini, semangat untuk beribadah akan menjadi fondasi hidup.

Misalkan yang menjadi contoh bisa kita lihat dari perkara yang kecil, sepeleh, dan mudah yaitu ruku’. Rasulullah Saw. ketika salat mencontohkan gerakan ruku’ dengan sangat sempurna. Menurut beberapa hadits, ruku’ beliau rata seperti permukaan air. Maka gerakan ruku’ yang sempurna ini ditandai dengan tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tidak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang (Hal. 49).

Lebih lanjut, gerakan semacam ini ternyata sangat bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (Corpus Vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung yang sejajar dengan otak membuat aliran darah mengalir secara maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu pada lutut juga berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, ruku’ merupakan sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostat dapat dicegah.

Dalam suatu hadis Rasulullah Saw. juga pernah mengingatkan umat Islam agar tidak makan atau minum dalam keadaan berdiri. Secara dangkal, perintah ini janggal dan tak masuk akal. Karena secara sederhana makan atau minum dalam keadaan beridir tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan. Padahal perilaku demikian bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibtion) yang parah, untuk mengantarkan detak mematikan bagi jantung. Ini dapat menyebabkan seseorang pingsan atau mati mendadak (Hal. 173).

Selain bisa menyebabkan pingsan atau mati mendadak, makan atau minum dengan berdiri dalam suatu keterangan bisa menyebabkan penyakit yang berkaitan dengan kandung kemih. Bisa jadi penyakit ini berupa kencing batu. Karena saat minum, air yang masuk dalam pencernaan sulit untuk difilter sehingga benda yang tak layak masuk menghuni area yang bukan tempatnya. Dari sistem penyaringan yang tidak normal ini terjadi ketika kita minum dalam keadaan berdiri.

Selain itu pula, dalam syari’at Islam menikahi saudara sesusuan dilarang keras. Ini bukan tanpa alasan yang tidak jelas dan tak rasional. Sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Muhammad Jamil Jabbal dan Dr. Miqdad Mari’iy menyatakan bahwa Air Susu Ibu (ASI) akan menurunkan sifat-sifat khusus sebagaimana si pemilik ASI. Oleh karena itu, anak kandung dan sesusuan memiliki kemiripan (Hal. 177). Dalam kitab Kasyful Ghito’ juga disebutkan jika menikah dengan orang yang ada hubungan darah, kelak keturunannya berpontensi cacat.

Buku ini disajikan guna menempatkan ibadah atau perintah yang disyari’atkan oleh agama Islam tak lain merupakan kebutuhan pokok umat manusia yang tidak boleh diabaikan. Dengan kesadaran yang berlandaskan rasionalitas dan bukti ilmiah dalam buku ini, kita akan sadar bahwa ibadah atau perintah agama itu untuk kepentingan kit sendiri dalam menjalani kehidupan di muka bumi. Namun, dalam konteks peribadatan, ibadah harus dikerjakan dengan niat yang ikhlash meskipun rasionalnya telah ditemukan, yaitu mengharap ridho ilahi, jika sudah demikian, faedah datang dengan sendirinya.

* Peresensi Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

http://www.harianbhirawa.co.id/opini/68213-benarkah-ibadah-itu-menyehatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: