Belajar Bahasa Inggris dengan Bermain

Era Madina: Ahad, 17 November 2013

Cover 100 Games for Teaching English Pusparagam Permainan Seru untuk Mengajar Reading, Listening, Speaking, Writing dan Developing Vocabulary (Junaidi Khab)

Cover 100 Games for Teaching English Pusparagam Permainan Seru untuk Mengajar Reading, Listening, Speaking, Writing dan Developing Vocabulary (Junaidi Khab)

Judul               : 100 Games for Teaching English Pusparagam Permainan Seru untuk Mengajar Reading, Listening, Speaking, Writing dan Developing Vocabulary

Penulis             : Agung Prihantoro

Penerbit           : Pustaka Pelajar

Cetakan           : I, Oktober 2013

Tebal               : 205 halaman

ISBN               : 978-602-229-252-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Bahasa Inggris sejak dari dulu sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Alasan nasionalisme yang menjadi pencegah bahasa Inggris berkembang di Indonesia. Padahal hakikat bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sangat dibutuhkan oleh seluruh negara, termasuk Indonesia. Namun, karena alasan ancaman nasionalisme itulah bahasa Inggris di Indonesia sangat sulit untuk mendapatkan ruang. Itu dapat disangkal dengan adanya bahasa Arab yang lebih dominan dan lebih legal di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa Inggris menjadi tuntutan dan kebutuhan tersendiri oleh masyarakat sebagai perantara komunikasi secara internasional. Melihat betapa pentingnya bahasa Inggris dalam kancah internasional, maka akhir-akhir ini banyak masyarakat yang mempelajarinya. Meskipun bahasa Inggris sudah sedikit mendapat ruang di Indonesia, tapi masih kurang maksimal. Itu terlihat ada beberapa pelarangan penggunaan bahasa Indonesia karena akan melemahkan keberadaan bahasa Indonesia sebagai  bahasa nasional.

Menghadapi hal demikian, banyak instansi yang menawarkan pembelajarn berbagai ragam model dan tatacara memahami bahasa Inggris. Mulai dari metode menghafal hingga tanpa menghafal langsung bisa dan bergaransi. Model hafalan yang lebih dominan, karena model tanpa hafalan memerlukan biaya yang cukup besar. Melihat hal ini, belajar bahasa Inggris seakan-akan sangat sulit.

Maka dari itu, kehadiran buku ini untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam memahami dan agar mampu untuk berbahasa Inggris dengan baik. Namun juga perlu diingat bahwa bahasa Inggris hanya sebagai bahasa suplemen yag tidak boleh mengalahkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Ada sekitar 100 (seratus) macam permainan yang bisa mengembangkan berbahasa Inggris dengan baik. Misalkan permainan pada bagian reading. Selain fokus untuk reading, juga ada sangkut-pautnya dengan pengembangan listening, speaking, writing, dan vocabullary (Hal. ix).

Jadi, kehadiran buku ini bukan hanya terfokus pada satu bidang saja seperti beberapa lembaga kursus yang menawarkan kemampuan di bidang berbicara dengan biaya tertentu. Namun, segala permainan dalam buku ini selain layak bagi para anak didik, mahasiswa juga bisa dipraktekkan oleh publik sebagai bahan latihan untuk mengembangkan dan mendalami bahasa Inggris di era modern kali ini.

Segala permainan yang ada di dalam buku ini bukan hanya permainan belaka. Namun, permainan yang bernilai pendidikan. Cukup mudah simpel dalam pelaksanaannya. Salah satunya yaitu, permainan Adjecitve Market yang berorientasi pada pengayaan kosa kata untuk menempuh kemampuan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara menggunakan bahasa Inggris. Tujuannya, peserta (didik) menyusun adjective (kata sifat) berdasarkan huruf-huruf acak. Peserta bisa 5 sampai 30 orang, dengan peralatan kertas dan pena, serta jangka durasi selama 30 menit untuk mengerjakannya (Hal. 6).

Selain cara dan metode demikian bisa memperkaya khazanah dalam memahami dan menguasai bahasa Inggris, hal tersebut juga mengajarkan pada kita tentang cara hidup berkelompok dan bersosial guna mencapai tujuan bersama-sama. Kerja kelompok untuk merajut kemudahan dalam segala hal, sehingga pekerjaan yang terasa sulit akan tampak ringan. Termasuk memahami bahasa Inggris yang menurut versi Indonesia dan Arab antara ucapan dan tulisan tidak pernah sama.

Ada banyak permainan tentang bahasa Inggris yang disajikan dengan metode pelaksanaannya di dalam buku ini. Di antaranya: arranging a text, finding difficult words, dictation, clapping, seeking words and making sentences, chain of comments, guesting words, continous story, initials, dan matching pictures. Beberapa model permainan tersebut merupakan suatu cara yang bisa mengembangkan dan menambah wawasan tentang cara membaca, mendengarkan, menulis, dan berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris.

Buku molek ini akan mengantarkan kita pada dunia pembelajarn bahasa Inggris yang penuh kenikmatan dan keilmuan tentang bahasa Inggris di dalamnya. Sehingga pandangan belajar bahasa Inggris yang dianggap sulit dan tidak mudah itu akan terasa mudah dan ringan dipelajari secara menyeluruh. Tentunya dengan mempraktekkan berbagai macam permainan yang ditawarkan di dalamnya.

Dengan demikian, kita tidak akan merasa menghafalkan bahasa Inggris, padahal hakikatnya kita menghafal. Kita seakan-akan tidak belajar bahasa Inggris, namun hakikatnya belajar dan lambat-laun kita bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik. Buku ini sangat baik jika segala macam permainan di dalamnya diimplementasikan bagi peserta didik yang mendalami bahasa Inggris guna memperoleh keberhasilan dalam berbahasa Inggris dengan baik dan benar.

* Peresensi Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

http://eramadina.com/belajar-bahasa-inggris-dengan-bermain/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: