Memahami Teori Gerakan Sosial Islam

Harian Analisa: Jumat, 20 September 2013

Cover Gerakan Sosial Islam Teori, Pendektan dan Studi Kasus (Junaidi Khab)

Cover Gerakan Sosial Islam Teori, Pendektan dan Studi Kasus (Junaidi Khab)

Judul               : Gerakan Sosial Islam Teori, Pendektan dan Studi Kasus

Editor              : Quintan Wiktorowics

Penerbit           : Gading Publishing

Terbitan           : I, 2012

Tebal               : 564 halaman

ISBN               : 978-979-24-0482-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Meskipun orang-orang Islam tidak memiliki afiliasi tertentu, sering kali berpartisipasi dalam berbagai demonstrasi. Kelompok-kelompok gerakan Islam adalah penggerak utama yang mengorganisasikan banyak peristiwa protes. Organisasi-organisasi terkenal, seperti Ikhwanul Muslimin (Mesir dan Yordania), Partai Keadilan Sejahtera (Indonesia), dan Jami’at Ulama-Islam (Pakistan) mengorganisasikan berbagai protes dan pertemuan besar-besaran yang menentang perang di Afghanistan dan dukungan pemerintah Muslim bagi Amerika Serikat. Kelompok-kelompok yang lebih kecil dan lebih radikal, seperti Laskar Mujahidin (Indonesia) juga secara aktif mengorganisasikan berbagai demonstran menentang pengeboman Amerika Serikat (Hal. 35).

Demonstrasi-demonstrasi itu sering kali dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengecam kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dianggap memutarbalikkan kesalahan dan memain-mainkan definisi istilah yang digunakan oleh pemerintah Amerika untuk membernarkan tindakannya. Secara khusus, Amerika digambarkan sebagai perwujudan kejahatan, terorisme, dan ketidakadilan. Karena dukungannya terhadap Israel ketimbang rakyat Palestina, kebijakannya terhadap Irak, dan serangan-serangan yang menewaskan rakyat sipil di Afghanistan. Sehingga banyak spanduk yang mengutuk perang Amerika Serikat di Afghanistan.

Meskipun teori gerakan sosial berfokus pada jaringan-jaringan sosial sebagai sesuatu yang sangat penting bagi pertumbuhan dan basis gerakan-gerakan sosial. Namun, jaringan telah lama menjadi komponen penting kehidupan politik di dunia Muslim. Meski mungkin hal ini tidak secara khusus disadari oleh banyak ilmuwan sosial Barat. Karena jaringan-jaringan ini cenderung informal dan relatif tidak terlihat. Jaringan-jaringan perlu dipahami dalam konteks struktur dan lingkungan politik tertentu (Hal. 289).

Lebih dari sekedar persoalan semantik atau perebuatan kekuasaan atas wilayah batas disipliner antara sosiolog dan ilmu politik, jaringan-jaringan memiliki makna politik dan manfaat politiki di lingkungan dimana tindakan kolektif resmi, birokrasi, jelas, dan legal secara sistematis ditindas. Dalam keadaan seperti ini, jaringan-jaringan informal merupakan suatu situs kehidupan politik yang serupa, yang menghubungkan individu, keluarga, dan komunitas yang berlainan dan beragam dengan wilayah-wilayah yang lebih luas dan pusat-pusat kekuasaan dan persaingan politik.

Munculnya aktivisme Islam di kalangan kaum muda perkotaan dan terdidik di Mesir pada 1980-an dan awal 1990-an menghamparkan semacam teka-teki bagi para pengkaji yang mempelajari aksi-aksi kolektif. Dalam bayang-bayang negara otoriter Mesir, bahkan kelompok-kelompok Islamis yang reformis dan non-kekerasan seperti Ikhwanul Muslimin secara teknis tetap dipandang ilegal dan berada dalam pengawasan yang sangat ketat dari polisi keamanan (Hal. 425).

Afiliasi terbuka dengan perjuangan Islamis mengandung berbagai resiko nyata. Sementara prospek untuk melakukan perubahan positif sangat tidak pasti. Namun, terlepas dari keadaan-keadaan yang tampak buruk tersebut, kelompok-kelompok Islamis pada tahun 1980-an dan awal 1990-an berusaha untuk menarik sejumlah besar lulusan universitas negeri itu yang cerdas, ambisius, dan sangat aktif.

Sampai tiga tahun lalu, orang terbiasa menyebut Islamisme sebagai gerakan yang gagal di Arab Saudi. Atau paling banter sebagai reaksi singkat di tingkat domestik pada pasca perang. Para pengamat berpendapat bahwa Islamisme telah gagal atau dikooptasi oleh rezim al-Saud syaikh-syaikh dan para oposan kurang vokal daripada sebelumnya. Semua ini keliru. Para pengamat yang keliru ini menggunakan ukuran yang tidak tepat. Yakni hanya melihat penggulingan rezim sebagai tolok ukur keberhasilan. Faktanya, tekanan kelompok Islamis telah melakukan langkah-langkah yang signifikan menuju reformis, baik dalam kebijakan maupun dalam wacana (Hal. 482).

Yang lebih penting dilakukan oleh kaum Islamis daripada sekadar memengaruhi adalah mengambilalih wacana di Arab Saudi. Di atas segalanya, perjuangan gerakan Islamis telah membuat perbincangan diizinkan di Arab Saudi. Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa besar di bawah situasi otoritarian di negara tersebut. Ide-ide yang dimiliki oleh kelompok oposisi menjadi sesuatu yang normal. Kaum Islamis mengajukan sebuah negosiasi kontrak sosial di Arab Saudi dan versi-versi sejarah alternatif.

Buku ini merupakan sumbangan penting dalam dua bidang studi yang sekaligus ingin dijembatani. Pertama, yaitu tentang studi gerakan-gerakan sosial. Kedua, yaitu tentang studi Islma. Buku ini ingin menawarkan apa yang dapat disumbangkan oleh gerakan-gerakan Islam, kasus-kasus kongkrit yang diangkat dalam buku ini, teori gerakan-gerakan sosial yang pertama kali dikembangkan dari pengalaman-pengalaman Eropa dan Amerika. Selain itu, buku ini juga ingin menunjukkan mengenai khazanah teori gerakan-gerakan sosial itu sendiri dapat bermanfaat jika digunakan untuk mempelajari kasus-kasus yang terjadi di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Yaitu bukan di wilayah-wilayah tempat teori itu dikembangkan. Begitu. Selamat membaca!

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

http://www.analisadaily.com/news/48443/memahami-teori-gerakan-sosial-islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: