Eksotisme Pernikahan Poliandri

Wawasan News: Kamis, 12 September 2013

Cover Pernikahan Hybrid Studi Tentang Komitmen Pernikahan Wong Nasional di Desa Patokpicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang (Junaidi Khab)

Cover Pernikahan Hybrid Studi Tentang Komitmen Pernikahan Wong Nasional di Desa Patokpicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang (Junaidi Khab)

Judul               : Pernikahan Hybrid Studi Tentang Komitmen Pernikahan Wong Nasional di Desa Patokpicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang

Penulis             : Dr. Ahmad Junaidi

Penerbit           : Pustaka Pelajar

Cetakan           : I, Mei 2013

Tebal               : 268 halaman

ISBN               : 978-602-229-207-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Pernikahan merupakan ikatan untuk membangun bahtera keluarga dengan satu suami dan satu istri atau beberapa istri lalu mendapatkan keturunan. Yang lumrah dalam doktrin keagamaan, laki-laki boleh menikah sampai orang perempuan, itu jika masih mampu berlaku adil di antara para istri-istrinya. Namun, seorang perempuan dalam doktrin keagamaan dilarang untuk menikah lebih dari satu orang suami. Itu sudah menjadi aturan yang mutlak dan menjadi pedoman umat seluruh dunia.

Namun sangat unik dan ganjil jika ada seorang perempuan memiliki lebih dari satu orang suami (poliandri). Ini menjadi polemik yang seakan menurunkan citra seorang perempuan yang dengan fitrahnya hanya boleh memiliki satu orang suami saja. Kali ini, buku yang berjudul Pernikahan Hybrid ini akan mencoba menganalisa bagaimana pernikahan seorang perempuan dengan lebih dari satu orang suami. Salah satu tempat yang menjadi objek analisa yaitu desa Patokpicis kabupaten Malang yang mayoritas masyarakatnya menjadi TKW dan menikah dengan sistem poliandri.

Mayoritas di desa ini merupakan penduduk yang selalu bekerja ke luar daerah, atau sebutannya menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang mana hal ini bekerja ke beberapa negara. Ada yang ke Malaysia, Hongkong, dan juga ada yang bekerja di dalam negeri yaitu ke Bali.

Dari sekian persoalan yang terjadi di desa Patokpicis kabupaten Malang ini dipicu oleh dua faktor yang menyebabkan seorang perempuan melakukan poliandri. Pertama disebabkan oleh faktor lemahnya agama sebagai kontrol sosial. Kedua disebabkan oleh faktor ekonomi dengan bukti mereka banyak yang merantau dan bekerja ke luar daerah bahkan ke luar negeri (Hal. 200-203).

Memang sudah lumrah jika ekonomi tergolong kurang memenuhi kehidupan seseorang bisa menyebabkan banyak persoalan dan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Dalam penelitian ini, ketidakseimbangan ekonomi menjadi faktor para wanita di Patokpicis merantau lalu menikah lagi dengan pria lain. Namun uniknya dari pernikahan itu sang suami biasa-bisa saja dan menerima apa yang dilakukan oleh istrinya dengan bersuami dua.

Sebuah pasangan suami-istri, Ksm dan Spt (inisial). Ksm tahu kalau Spt bersuami lagi ketika bekerja di Bali dengan seorang bule dan dibelikan sebuah rumah, namun Ksm biasa-biasa saja. Ksm hanya mengaku sebagai kakak dari Spt dan sebagai tukang ojek ketika Spt mau berkunjung ke rumah suami bulenya ketika dibutuhkan.

Suatu ketika, Ksm pernah mengunjungi Spt di rumah yang diberi oleh suami bulenya. Ketika sedang asyik berbincang-bincang, tiba-tiba suami bulenya tersebut datang. Ksm langsung ke kolong dipan. Suami bulenya terus masuk ke kamar dan mengajak Spt untuk berhubungan badan. Sementara Ksm tetap berada di kolong dipan tempatnya tadi (Hal. 203-204) dan beberapa kasus lain yang terjadi pada TKW di beberapa dusun di desa Patokpicis. Seperti dusun Klakah, Sumbersuko, dan Patokpicis Krajan.

Buku ini mencoba untuk menganalisa sebuah percaturan tentang pernikahan yang langka terjadi sebagaimana biasanya, yaitu poliandri. Ulasan dalam buku ini dengan beberapa teori yang digunakan mencoba untuk menemukan alasan utama yang menyebabkan poliandri terjadi di desa Patokpicis Malang. Sebagai sebuah riset, buku ini dimulai dengan basa-basi macam teori yang akan dibahas layaknya sebuah penelitian-penelitian sebagaimana biasanya. Mulai dari latar belakang, signifikasi studi, pandangan TKW terhadap komitmen pernikahan dan hingga pada persoalan pernikahan poliandri yang terjadi dalam objek penelitian itu sendiri.

* Peresensi Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

http://www.wawasanews.com/2013/09/eksotisme-pernikahan-poliandri.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: