Menjadi Pribadi Menarik dan Menyenangkan

PCNU Sumenep: Senin, 2 September 2013

Cover Belajar Bersahabat Petunjuk Nabi Agar Menjadi Pribadi Menarik dan Menyenangkan (Junaidi Khab)

Cover Belajar Bersahabat Petunjuk Nabi Agar Menjadi Pribadi Menarik dan Menyenangkan (Junaidi Khab)

Judul               : Belajar Bersahabat Petunjuk Nabi Agar Menjadi Pribadi Menarik dan Menyenangkan

Penulis             : Ahmad Mahmud Faraj

Penerbit           : zaman

Cetakan           : I, 2013

Tebal               : 208 halaman

ISBN               : 978-979-024-342-2

Peresensi         : Junaidi Khab*

Semua orang tentu memiliki keinginan yang sama, meski di balik itu tak semuanya sama. Namun substansinya semua orang ingin dirinya menjadi pribadi yang  menarik dan menyenangkan. Tetapi, keinginan kadang tidak menjadi kenyataan. Semuanya terbalik, malah diri kita menjadi orang yang menjemukan dan membosankan. Berbagai cara berupaya sebagai sarana evaluasi diri dalam menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan. Akan tetapi masih saja ada hal yang kurang dalam kepribadian kita masing-masing.

Melihat problematika demikian, maka dengan kehadiran buku ini kita akan menemukan kunci menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan. Sebagaimana diungkap oleh Ibnu Qayyim bahwa saat berinteraksi dengan siapa saja dan di mana saja, kita perlu memperhatikan dan memastikan agar cara interaksi kita seimbang dengan kemampuan dan rida dan taat kepada Allah, kita tidak perlu menuntut hal-hal yang tidak mungkin atau melebihi kemampuan. Jika kita terusik atau tersinggung akibat ulah orang lain, jangan memberi reaksi yang sama, atau sikap memusuhi. Maafkan saja mereka. Biarkan takdir meneruskan tugasnya (Hal. 16).

Mudah sekali Ibnu Qayyim menyampaikan nasehatnya menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan pada orang lain. Padahal cara itu sangat sulit untuk kita lakukan. Namun kita harus menyadari secara mendalam apa yang ia sampaikan tentu mengantarkan pada kedamaian di antara kita. Bahkan jika cara tersbut diterapkan dengan penuh kesadaran tentu orang lain akan menaruh simpatik bagi kita. Bukan hanya simpatik, tetapi perasaan untuk melakukan hal yang sama dengan kita akan menginspirasi baginya. Sehingga ia juga akan senang dengan kita dan mudah memaafkan jika kita melakukan perilaku yang menjengkelkannya.

Cukup banyak pesan yang disampaikan di dalam buku ini. Utamanya bagaimana cara kita agar bisa menjadi sahabat yang baik bagi orang lain. Perlu juga diperhatikan dalam menjalin hubungan persahabatan dengan orang lain bahwa jika kita menemukan sesuatu yang dibenci pada diri seseorang sahabat, atau sebuah cela yang tidak kita sukai, jangan putuskan hubungan persahabatan dan jalinan kasih sayang. Perbaikilah tutur katanya, tutupi kekurangannya, biarkan dia apa adanya (Hal. 69).

Terkadang kita merasa enggan berteman lagi dengan sahabat yang telah melakukan sifat tercela. Rasa benci untuk menghindari pun sangat kuat akibat rasa benci itu. Namun sejatinya, jika kita demikian, kita bukanlah sahabat yang sejati. Sahabat sejati tidak ingin menghindar dari sahabat yang telah lama dikenal walaupun melakukan hal-hal yang tercela. Namun sahabat sejati selalu menasehati dengan memperbaiki tutur katanya, menutupi kekurangannya dengan menyuruh pada kebaikan, dan tanpa memaksa harus melakukan kehendak kita, tetapi biarkan ia sadar sendiri dengan nasehat dan arahan yang kita berikan.

Adapun hal yang sangat dan teramat penting dipegang dalam menjalin persahabatan dengan seseorang agar diri kita menarik dan menyenangkan yaitu kita sealalu menepati janji. Karena ada suatu pepatah bahwa janji itu hutang. Bersikap santun pada orang lain ketika bertemu. Karena perilaku demikian melunakkan hati ktia dan hati orang lain. Rendah hati kepada sesama. Mau melakukan musyawarah guna kesepakatan bersama. Bertetangga (bersahabat dengan baik) di mana pun berada. Kemudian yang lebih penting lagi yaitu membantu orang lain (Hal. 92-124).

Buku ini akan menjadi cermin kehidupan dan kaca inspirasi bagi diri kita dalam rangka introspeksi diri menuju pribadi yang  menarik dan menyenangkan bagi orang lain. Karena sebagai manusia kita juga akan lupa meskipun kita sudah tahu apa yang selayaknya kita lakukan agar menarik dan menyenangkan bagi orang lain. Terkadang tingkah yang kita sangka akan menyenangkan orang lain justru menjadikan orang lain malah menjauh dari kita karena sikap dan pribadi kita yang tanpa kontrol. Buku ini juga disuguhi cerita kaum sufi dengan nasehatnya untuk menjadi insan berwibawa, mulia, bersahaja, bermartabat, menarik, dan disenangi oleh orang lain.

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerkan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

http://nusumenep.or.id/menjadi-pribadi-menarik-dan-menyenangkan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: