Mewaspadai Ancaman Disfungsi Seksual Wanita

Rima News: Ahad, 25/08/2013 – 22:31 WIB

Cover Bebas dari Ancaman Disfungsi Seksual Khusus Wanita (Junaidi Khab)

Cover Bebas dari Ancaman Disfungsi Seksual Khusus Wanita (Junaidi Khab)

Judul               : Bebas dari Ancaman Disfungsi Seksual Khusus Wanita

Penulis             : El Manan

Penerbit           : BukuBiru

Cetakan           : I, Juli 2013

Tebal               : 220 Halaman

ISBN               : 978-602-7933-31-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

Dalam buku ini disfungsi seksual secara umum diartikan sebagai penurunan libido atau hasrat seksual pada seseorang/lawan jenisnya, baik pria maupun wanita. Gangguan ini dapat terjadi karena berbagai hal, baik secara medis maupun psikologis, serta memberikan efek yang kurang baik terhadap keharmonisan hubungan suami istri. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita, khususnya kaum wanita, untuk mengetahui berbagai penyebab tersebut guna melakukan tindakan preventif sejak dini (Hal. 7).

Tidak ada yang menginginkan disfungsi seksual meski secara tidak langsung hal tersebut hanya sebagai kebutuhan sekunder manusia. Namun tak dapat dimungkiri jika seksual seseorang, utamanya wanita terganggu juga menjadi ancaman dalam hidupnya. Rasa akan mudah sirna dan tidak akan memiki kebahagiaan dalam menempuh bahtera rumah tangga. Maka dari itu buku ini hadir sebagai antisipasi dan sebentuk kewaspadaan terhadap disfungsi seksual.

Dari faktor yang mempengaruhinya, disfungsi seksual bisa disebabkan oleh faktor psikis akibat depresi (stress) yang tinggi. Misalkan ketika menghadapi masalah keuangan, keluarga, atau pekerjaan, penyakit, dan atau kematian anggota keluarga juga bisa membuat seorang wanita depresi sehingga mengalami disfungsi seksual (Hal. 55).

Sebenarnya jika dihadapkan pada persoalan keuangan, keluarga, atau pekerjaan, bukan hanya kaum wanita saja yang bisa mengalami disfungsi seksual. Namun kaum lelaki pun juga mengalami disfungsi seksual. Hal tersebut terjadi karena sudah pusat dari manusia, yaitu kerja otak tak lagi menghiraukan apa yang menjadi kebutuhan biologisnya. Otak lebih cenderung pada persoalan yang dihadap pada saat itu. sehingga daya dan fungsi seksual melemah dan tak terkendali.

Selain faktor psikologis yang mempengaruhi disfungsi seksual, juga disebabkan oleh faktor medis salah satunya lebih disebabkan oleh kondisi organ reproduksi bagian dalam. Kandung telur (ovarium) dan saluran telur (tuba falopi) yang mengecil, folikel ovarium yang tidak tumbuh dan berkembang, terbentuknya jaringan parut (skar) pada ovarium, berat rahim yang menurun hingga 30-50%, leher rahim yang mengecil, serta menurunnya produksi lender juga bisa memicu terjadinya disfungsi seksual (Hal. 56).

Ternyata bukan hanya perihal pikiran sebagai pusat dari seluruh anggota tubuh yang mampu mengontrol ativitas kerja anggota badan yang bisa menyebabkan disfungsi seksual dalam buku ini. Namun persoalan medis juga memicu terjadinya disfungsi seksual pada kaum wanita. Secara sadar dan perhatian penuh persoalan yang semacam itu harus segera dicegah sebelum terjadi. Kemungkinan besar memang sangat tak begitu penting. Namun jika sudah akut, maka hanya tinggal penyesalan.

Ternyata faktor penyakit (patologis) yang dipicu oleh peradangan vagina juga bisa menyebabkan disfungsi seksual pada wanita. Infeksi jamur pada vagina, seperti kandidiasis, merupakan infeksi yang sering disebabkan oleh infeksi yang ditularkan melalui hubungan badan. Hal ini disebabkan oleh air yang kotor serta pakain lembab atau tidak kering. Peradangan vagina ini juga bisa diderita oleh wanita yang telah mencapai usia menopause karena perubahan hormon setelah tidak mengalami menstruasi lagi, atau biasa disebut sebagai vaginitis atropik (Hal. 57).

Kewaspadaan kaum wanita untuk menjauhi penyakit macam ini harus menjadi sesuatu yang sangat urgen. Buku ini bukan hanya memaparkan penyebab dan macam-macam disfungsi seksual wanita. Namun secara tidak langsung uraiannya mengimbau agar wanita mewaspadai dengan gejala-gejala yang ditimbulkan pada dirinya. Dan sesegera mungkin untuk melakukan preventif jika gejala itu mulai terlihat sebelum meradang dan menjadi akut sehingga sulit untuk disembuhkan.

Buku ini selain menjelaskan tentang penyebab disfungsi seksual, di balik itu juga ada upaya yang dapat mencegah terjadinya disfungsi seksual. Salah satunya yang bisa dilakukan yaitu tindakan medis dengan melakukan terapi sulih hormon estrogen, terapi sildenafil, dan terapi patch intrinsa (Hal. 141-144). Selain bisa dilakukan dengan pencegahan secara medis juga dapat melakukan pencegahan dengan mengkonsumsi berbagai macam jenis tumbuhan herbal seperti jahe, biji labu, dan seledri.

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) sekaligus Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

http://www.rimanews.com/read/20130825/115162/mewaspadai-ancaman-disfungsi-seksual-wanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: