Metode Menghadapi Orang Bandel

Era Madina: Selasa, 20 Agustus 2013

Cover Cara Kilat Mengatasi Orang-Orang Sulit Diatur (Junaidi Khab)

Cover Cara Kilat Mengatasi Orang-Orang Sulit Diatur (Junaidi Khab)

Judul               : Cara Kilat Mengatasi Orang-Orang Sulit Diatur

Penulis             : Herman Susanto

Penerbit           : FlashBooks

Cetakan           : I, Juli 2013

Tebal               : 140 Halaman

ISBN               : 978-602-279-022-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

Terkadang kita dibingungkan dan diresahkan oleh tingkah dan perilaku kawan-kawan dan orang yang dekat dalam kehidupan sehari-hari. Itu memang naluriah dan lumrah terjadi karena karakter manusia itu berbeda-beda. Dari berbagai macam perbedaan itu yang menjadikan hidup ini bervariasi sehingga menampilkan keunikan dan keindahan tersendiri. Namun apalah daya jika karakter kita tidak sama dengan karakter orang yang dekat dengan kita. Tentu berbagai konflik kecil-kecilan namun menjadi beban pikiran yang menjadi biang keladi kerisauan yang akan kita hadapi.

Kadang cara yang kita tempuh tak sesuai dengan keinginan yang kita harapkan. Pertengkaran yang terjadi jika cara untuk mengadapai orang yang bandel tak tepat. Namun tak usah risau dan ragu lagi menghadapi orang yang memiliki karakter yang berbeda dengan kita. Lebih-lebih menghadapi orang yang suka membantah, fanatik tinggi, sulit adaptasi, keras kepala, sensitif tinggi, putusa asa, pemalas, dan karakter tipe orang yang suka menyeleweng. Segalanya ada cara dan jalan alternatif yang cukup fleksibel untuk menghadapi orang-orang yang berkarakter tersebut.

Menjadi hal yang sangat uregen bagi kita untuk mengetahui sifat-sifat yang menonjol dari orang yang bikin beban pikiran dalam hidup ini. Misalkan tipe karakter pribadi pembantah, tidak suka diperintah, akan tetapi apabila melakukan hal yang diperintahkan tidak sepenuh hati dan biasanya tidak ramah bila bertutur kata. Begitu pula dengan orang bertipe keras kepala yang suka menyepelekan segala peraturan yang berlaku, sehingga sering bertindak seenaknya sendiri atau di luar batas kebiasaan dan tidak mau menyelesaikan pekerjaan dengan baik, sempurna, dan tepat waktu ketika diperintah untuk sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaan (Hal. 26 & 41).

Tentu tidak semudah membalik telapak tangan untuk menghadapi orang yang bertipe kepribadian pembantah, apalagi keras kepala. Teman atau rekan kerja yang demikian bagi kita membutuhkan kesabaran dan kelihaian penuh agar karakter yang dimilikinya tidak menjadi beban pikiran saat bersama. Terkadang kita seakan yang salah saat ingin mengubah cara pribadinya yang selalu menjengkelkan. Jika sudah demikian, keluwesan dan kelenturan hati yang perlu kita utamakan menghadapi orang bertipe keras kepala,  pembantah, dan lain semacamnya.

Menjalin keakraban adalah langkah utama yang paling efektif untuk menangani orang yang sulit bertipe kepribadian pembantah. Sebab media ini, mereka akan mau membuka diri untuk mengungkapkan alasan mereka lebih memilih untuk menjadi orang yang bertipe kepribadian pembantah daripada menjadi orang yang bertipe kepribadian penurut. Sebagai orang yang menghadapi orang yang bertipe demikian, kita harus pandai mencari cara yang tepat untuk menjalin keakraban dengan mereka (Hal. 72).

Pada umumnya, orang yang berkepribadian fanatik tinggi tidak rasonal dalam memandang sistem nilai, persepsi, dan cara pikir serta cara bersikap yang diyakininya benar. Karenanya, setelah kita menjalin pertemanan yang baik, menghormati, dan tidak memandang rendah, mengajaknya untuk berpikir rasional. Berpikir rasional yang dimaksudkan di sini adalah berpikir menggunakan logika sehat, tidak menggunakan emosi. Jika mereka mau berpikir rasional, maka secara otomatis sifat fanatiknya itu akan mencair (Hal. 79).

Buku cilik ini memang seakan tak ada artinya. Ulasannya lebay. Tak ada analisis yang cukup dalam. Kedataran tiap ulasannya biasa-biasa saja tanpa teori-teori yang cukup berat. Namun meskipun demikian, buku ini sarat dengan makna. Penuh dengan cara-cara jitu untuk menghadapi orang-orang yang bandel dan tak bisa menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain.

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: