Cara Jitu Memahami Kerangka Berita di Media

Radar Seni: Jumat, 02 Agustus 2013

Cover Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media (Junaidi Khab)

Cover Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media (Junaidi Khab)

Judul               : Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media

Penulis             : Eriyanto

Penerbit           : LKiS

Cetakan           : VII, 2012

Tebal               : xxvi + 354 halaman, 14,5 x 21 cm

ISBN               : 979-9492-69-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

Analisis framing adalah salah satu metode analisis teks yang berada dalam ketegori penelitian konstruksionis. Paradigma ini memandang realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, melainkan hasil dari konstruksi. Karena itu, konsentrasi bagaimana peristiwa atau realitas tersebut dikonstruksi, dengan cara apa konstruksi itu dibentuk. Dalam studi komunikasi, paradigma konstruksionis ini seringkali disebut sebagai paradigma produksi dan pertukaran makna. Ia sering dilawankan dengan paradigma positivis (pardigma transmisi).

Penerbitan buku Eriyanto kali ini bukan berangkat dari kepercayaannya pada media sebagai lidah masyarakat bawah kepada pemerintah. Namun, buku ini cermat menyajikan hal sebaliknya. Yaitu mengupas tuntas sebuah kecemburuan Eriyanto pada media yang identik dengan pemberitaan yang terkadang menyeleweng dari fakta. Namun, kecemburuan itu diformat dalam bentuk analisa yang cukup tajam dalam melihat sebuah berita di berbagai media. Melalui analisis framing ini segala kebohongan dan kebenaran akan bisa terkuak dengan sendirinya tanpa harus disuarakan. Melalui analisis framing ini, konsumen media dengan sendirinya akan bisa memilah dan memilih dan membedakan mana yang layak dan yang tidak layak.

Sebuah analisis framing ini merupakan bentuk pengejawantahan dalam menemukan hal-hal yang sifatnya abstrak. Termasuk mengenai analisis berita melalui penyelidikan dari sisi kerangka yang dibangun oleh pembuat berita. Dari sana akan ditemukan antara fakta dan realitas serta antara berita yang sifatnya hanya opini, baik oleh wartawan sebagai pengemas berita atau oleh pihak sumber. Karena tak selamanya media memberitakan realitas yang ada.

Lihat saja pada pasca-rezim orde lama. Media hanya dikuasai oleh pihak penguasa, dan tentu pemberitaannya selalu memposisikan pemerintah sebagai pahlawan dan rakyat sebagai pembangkang kekuasaan. Namun, setelah keruntuhan orde baru dan berganti orde lama, media bukan malah sembuh dari kepentingan pihak tertentu. Pada masa orde baru media semakin bebas memberitakan realitas dengan berbagai bingkaian yang lebih bervariasi sehingga mengaburkan pembaca laporan tersebut. Di sinilah peran seorang wartawan yang patut dipertanyakan dalam mengamas sebuah berita.

Kali ini berita akan dilihat dari sisi pembangunan kerangkanya. Kajian yang tidak begitu jauh dari analisa ilmu-ilmu pengetahuan yang lainnya, yaitu melihat sebuah berita yang berdasar pada kerangka (frame) yang memakai pendekatan positivis dan konstruksionis. Dari konstruksionis ini sebuah berita akan bisa dibedakan dan ditemukan hal-hal yang ditonjolkan oleh media dan mana yang dikerdilkan oleh media. Karena kebebasan media pasca-orde baru, bukan malah mendukung kepentingan rakyat, namun terkadang dan rata-rata untuk menumbangkan pihak tertentu saja.

Analisis framing yang diketengahkan dalam buku ini dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana realitas dikonstruksi oleh media. Dengan cara dan teknik apa peristiwa ditekankan dan ditonjolkan. Apakah dalam berita itu ada bagian yang dihilangkan, luput, atau bahkan disembunyikan dalam pemberitaan. Analisis semacam ini tentu menggeser paradigma dalam penelitian analisis ini (content analysis). Dalam analisis isi kuantitatif, pertanyaan yang sering diajukan, seperti apa saja yang diberitakan oleh media dalam peristiwa, misalkan istighotsah NU di Jakarta? Tetapi dalam analisis framing yang ditekankan adalah bagaimana acara istighotsah itu dibingkai? Sisi mana yang ditekankan dan sisi mana yang dilupakan? (Hal. 3).

Kaitannya dengan analisis isi berita, analisis framing sama-sama mempertanyakan tentang suatu pemberitaan oleh wartawan. Namun kajian analisis framing lebih dalam ketika menyibak suatu pemberitaan oleh media yang dikemas sedemikian rupa oleh wartawan. Lebih jauh lagi, kajian kerangka sangat membantu pembaca dalam mengkategorikan berita yang sifatnya objektif dan yang subjektif. Ini kaitannya dengan kepentingan dari pihak tertentu.

Dalam konsepsi positivis, wartawan harus menghindari subjektivitas. Upaya menghindari subjektivitas ini dapat diperoleh jika wartawan dapat memisahkan secara tegas antara fakta dan opini. Ketika mengungkap fakta, ia hanya mengambil apa yang terjadi, pertimbangan-pertimbangan subjektif harus dihindari sebisa mungkin. Namun argumen ini memperoleh kritikan yang tajam dari pandangan konstruksionis. Mungkinkah subjektivitas wartawan bisa dihilangkan? Walter Lippman, secara radikal bahkan menyatakan bahwa dalam proses kerjanya, wartawan bukan melihat, terus menyimpulkan dan menulis, melainkan lebih sering terjadi adalah menyimpulkan dan kemudian melihat fakta apa yang ingin dikumpulkan di lapangan. Di sinis wartawan tidak bisa menghindari dari kemungkinan subjektivitas, memilih fakta apa yang ingin dipilih dan membuang apa yang ingin dibuang (Hal. 37-38).

Hal disayangkan dalam buku ini, yaitu masih banyak menawarkan isu yang saya anggap masih bertele-tele terkait dalam penyampaian metode analisis framing (kerangka). Pengantarnya pun secara tidak langsung. Sehingga sebagai pembaca harus cermat dalam memahami buku ulasan Eriyanto ini. Namun secara detail, buku ini mampu menyibak sebuah kerangka yang dibangun oleh media, sehingga pembaca mampu mengidentifikasi antara berita yang objektif dan yang subjektif.

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: