Meningkatkan Mutu dan Citra Sekolah

Berita99: Rabu, 24 Juli 2013

Cover Akuntabilitas Pendidikan Upaya Meningkatkan Mutu dan Citra Sekolah (Junaidi Khab)

Cover Akuntabilitas Pendidikan Upaya Meningkatkan Mutu dan Citra Sekolah (Junaidi Khab)

Judul               : Akuntabilitas Pendidikan Upaya Meningkatkan Mutu dan Citra Sekolah

Penulis             : Agus Wibowo, M.Pd.

Penerbit           : Pustaka Pelajar

Cetakan           : I, Juni 2013

Tebal               : 207 halaman

ISBN               : 978-602-229-210-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Sekolah merupakan tumpuan masyarakat dalam memberikan ilmu dan mengembangkan kemampuan-kemampuan bagi anak-anaknya. Dari sekolah, masyarakat banyak berharap anaknya menjadi orang yang pandai, cerdas, memiliki moral yang bisa dijadikan bakti untuk nusa dan bangsa ini. Di balik itu semua, sebagai instansi kepercayaan masyarakat, sekolah juga memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat. Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sekolah agar menunjang atas proses belajar-mengajar di dalam kelas pun menjadi kepentingan yang sangat vital.

Namun, meskipun usaha dalam mengoptimalkan pelayanan sekolah atas kepercayaan masyarakat untuk mendidik anak-anaknya, ada sisi kekurangan yang tak ditemukan oleh sekolah itu sendiri. Lambat laun mutu sekolah semakin turun. Sekolah menjadi buah mulut masyarakat karena kegagalannya dalam mendidik anak-anaknya. Tentunya bukan karena faktor anak didik dan peran orang tuanya. Namun ada sistem dan faktor yang berkaitan dengan kualitas sekolah tidak begitu diperhatikan sehingga mutu sekolah menurun secara perlahan.

Melalui konsep yang dibangun oleh Agus Wibowo dalam buku ini kita akan menemukan titik temu yang harus dilakukan oleh pihak sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah itu sendiri. Konsep tersebut merupakan suatu upaya dalam membangun sekolah unggulan dan mampu mengayomi masyarakat yang mempercayainya untuk mendidik anak-anaknya di sekolah. Salah metode pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan mutu sekolah terebut yaitu memaksimalkan akuntabilitas pendidikan. Dengan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan di lingkungan masyarakat, maka sekolah dengan sendirinya memiliki mutu yang benar-benar bisa dirasakan dan didukung oleh masyarakat (Hal. 43).

Sudah barang tentu pendidikan menjadi peran penting dalam menjaga citra dan mutu sekolah agar tetap dipertahankan. Jika pendidikan yang dihasilkan oleh suatu sekolah tidak mampu dipertanggungjawabkan di lingkungan masyarakat, maka mutu dan citra sekolah akan turun begitu saja. Kepercayaan masyarakat untuk pada sekolah akan menurun dan kemungkinan besar akan mencari solusi lain guna menggali kemampuan-kemampuan anaknya di luar lingkungan sekolah.

Suatu pendidikan itu akan mampu untuk dipertanggung jawabkan dalam lingkungan masyarakat jika pelayanan sekolah dan guru berjalan seirama dengan kebutuhan dan minat para peserta didik. Di sini yang menjadi objek pendekatan meningkatkan mutu dan citra sekolah, yaitu peranan seorang guru dalam instansi sekolah dalam menyampaikan pelajaran. Itu karena guru yang paling banyak menangani dan bergaul dengan peserta didik sebagai objek yang dididik dan sebagai subjek yang dikembangkan (Hal. 76).

Dari metode pembinaan guru yang baik terhadap para peserta didiknya, maka segala aktivitas kependidikan akan berjalan sesuai dengan visi dan misi serta keinginan masyarakat untuk menggali skill-skill anak-anaknya yang ada di sekolah. Peranan guru inilah yang sebenarnya mampu membangun mutu dan citra sekolah lebih baik dan lebih berkualitas dengan nilai-nilai pendidikan yang diajarkan kepada para peserta didiknya.

Namun juga tak hanya seorang guru saja yang memegang kendali sekolah dalam membangun citra dan mutu sekolah melalui pendidikan. Tetapi administrator yang meliputi kepala kantor pendidikan, para ketua jurusan, para dekan, para rektor, para kepala sekolah dan ditambah lagi peran orang tua. Mereka harus melaksanakan akuntabilitas pendidikan, karena pengaturan lembaga pendidikan secara keseluruhan ada di tangan mereka (Hal. 78).

Konsep tersebut secara harfiah diberlakukan bagi perguruan tinggi. Akan tetapi berlaku juga bagi instansi sekolah yang menginginkan citra dan mutunya terus meningkat secara berkala. Sehingga antara pendidikan dan mutu sekolah berjalan secara berkesinambungan. Ketika sudah demikian, maka kepercayaan masyarakat atas sekolah akan terus meningkat dan mampu dipertahankan. Karena belakangan ini sekolah hanya sebagai formalitas saja. Tidak ada keseriusan dalam mengelola pengembangan mutu dan citranya yang memiliki visi dan misi mensosialisasikan pendidikan kepada masyarakat dan anak bangsa ini.

Pendekatan dan konsep di dalam buku ini cukup begitu rumit untuk memahaminya. Karena topik pembahasannya tidak langsung mengarah pada konsep peningkatan mutu dan citra sekolah itu sendiri. Namun, terlebih dahulu singgah pada persoalan orde baru (Orba) dan isu-isu terkait akuntabilitas pendidikan yang semakin mengambangkan pikiran. Namun ketika sampai pada bagian tengah halaman buku ini, kita baru akan menemukan inti/pokok yang akan disampaikan mengenai meningkatkan mutu dan citra sekolah melalui akuntabilitas pendidikan yang dikelola oleh para guru dan adminitrasi sekolah.

* Peresensi Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: