Dimensi Sosial Puasa Ramadhan

Bangka Pos: Senin, 29 Juli 2013

Oleh: Junaidi Khab*

Bangka Pos 29 Juli 2013 Junaidi Khab

Bangka Pos 29 Juli 2013 Junaidi Khab

Dalam al-Quran surah al-Baqoroh ayat 184 Allah Swt. berfirman; Pada hari-hari yang tertentu. Barangsiapa yang sakit atau safar, maka mengganti di hari lain. Bagi orang yang mampu, maka ia membayar fidyah memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan (membayar kelebihan), maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci, penuh berkah, dimulyakan dan penuh renungan hikmah kehidupan. Tentunya kita sudah tahu bahwa pada bulan Ramadhan seluruh umat Islam yang sudah aqil baligh di seluruh dunia diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa selama satu bulan penuh, kecuali bagi mereka yang memiliki halangan tertentu. Bagi mereka yang mampu akan tetapi tidak melakukan puasa, maka mendapat hukuman dengan membayar denda (atau mengganti puasa yang ditinggalkannya). Denda ini tak lain sebagai bentuk santunan bagi mereka yang kurang mampu. Itulah secercah nilai sosial yang terkadang tak terasa di balik Ramadhan. Nilai sosial yang demikian sebenarnya yang diharapkan benar-benar tumbuh dari puasa Ramadhan untuk hari-hari berikutnya.

Seperti halnya orang tua yang telah renta dan pikun, mereka hanya cukup dengan memberi makan anak yatim atau orang miskin sebagai ganti puasa yang ditinggalkan. Upaya demikian, tak lain sebagai aliansi nilai spiritultas-regiusilitas-sosialitas umat Islam agar kesengsaraan dan memiliki kepedulian. Pada bulan Ramadhan ini mari bersama-sama melaksanakan ibadah puasa agar kita tahu rasanya lapar dan dengan rasa lapar itu pula nilai kemanusiaan untuk berbagi kepada mereka yang miskin dan tak mampu akan tumbuh.

Copy of Bangka Pos 29 Juli 2013 Junaidi Khab

Copy of Bangka Pos 29 Juli 2013 Junaidi Khab

Agama Islam tidak akan mewajibkan atau melarang kecuali ada hal-hal yang menjadi kemaslahatan bagi umat manusia. Misalkan syariat dalam Islam tidak asal mewajibkan ibadah puasa tanpa adanya alasan yang kuat dan masuk akal. Seperti ibadah-ibadah yang lainnya. Dalam syariat Islam tentu mengkaji terlebih dahulu ketika akan dicetuskan suatu keputusan dalam mengharamkan (melarang) atau pun menghalakan (mewajibkan) kepada umat manusia. Aturan itu sebenarnya bukan untuk kalangan orang Islam saja, akan tetapi untuk umat seluruh dunia. Yang mana larangan atau perintah itu tak lain bentuk kasih sayang dari Yang Maha Pengasih agar manusia hidup makmur dan sejahtera.

Puasa bukan hanya dengan tidak makan dan minum saja. Dalam puasa yang lumrah kita ketahui, hanya sekedar tidak makan dan tidak minum atau merokok. Lebih dari itu, ketika kita sedang menjalani ibadah puasa, kita wajib menghindari hal-hal yang berkaitan dengan nafsu. Seperti marah, dengki, sombong, dan berprasangka jelek kepada sesama manusia. Karena itu semua bisa mengurangi pahala ibadah puasa yang sedang kita jalani. Dengan demikian, puasa memberikan kontribusi yang sangat baik bagi kita dalam menjalani hidup bermasyarakat. Kerukunan dan kenyamanan akan tercipta jika kita benar-benar mau melakukan ibadah puasa dengan mengikuti apa yang telah agama Islam gariskan kepada kita semua.

Dalam syariat Islam dijelaskan bahwa jika orang melakukan ibadah puasa, maka jiwa dan tubuhnya akan sehat. Sehat bukan berarti tidak akan pernah sakit. Sehat dalam artian jiwa dan tubuh kita terasa akan lebih nyaman dibanding sebelumnya. Jika dipandang dari medis, berpuasa bisa mengurangi lemak yang ada di dalam tubuh kita, sehingga tubuh kita akan terasa lebih nyaman dan tak terbebani. Bahkan para dokter dunia menyarankan bagi mereka yang kelebihan lemak agar melakukan puasa (diet). Dengan berpuasa, kita berarti menerapkan hidup sehat. Hidup sehat tidak hanya identik dengan makanan yang banyak dan mewah, akan tetapi keseimbangan dalam mengkonsumsi makanan dengan ukuran tubuh masing-masing.

Jika kita menilik manfaat puasa dari segi ekonomi sangatlah cocok dan sesuai dangan keadaan bangsa kita. Ketika kita sedang menjalani ibadah puasa, biaya output akan bisa dihemat dari sebelumnya. Kita biasa dalam sehari makan tiga kali, namun pada bulan Ramdhan dengan berpuasa kita tidak makan seperti biasa, dan secara otomastis pengeluaran berkurang, sehingga uang bisa dihemat. Hidup hemat akan tercipta ketika kita menjalani ibadah puasa. Begitu juga ada aturan dalam berpuasa dengan harus memperhatikan pola makan kita agar tidak berlebihan ketika buka puasa agar ketika akan melakukan aktivitas tidak terganggu.

Selain dari beberapa manfaat menjalankan ibadah puasa di atas. Secara sosial mereka yang menjalankan ibadah puasa akan belajar merasakan penderitaan orang-orang miskin yang tidak makan dan minum selama beberapa hari, namun dengan teguh mereka masih berantusias dalam menjalani kehidupannya. Dengan menjalankan ibadah puasa, kita sedikit-banyak harus mampu merenungkan untuk merasakan penderitaan anak-anak terlantar, orang-orang miskin, dan anak yatim piatu, sehingga akan tumbuh sifat belas kasih dari hati kita dengan menyantuni mereka untuk tidak menelantarkannya di dunia ini. Jika sudah demikian, angka kemiskinan bisa ditekan dengan mudah.

Sungguh Islam merupakan agama yang benar-benar luhur dengan mengeluarkan nash (aturan) yang banyak mendatangkan manfaat – termasuk puasa Ramadhan – bagi kehidupan umat manusia dan khususnya umat Islam. Jika seluruh rakyat Indonesia mengikuti aturan-aturan yang ada di dalam Islam, maka kemiskinan akan lenyap, penelantaran anak-anak akan musnah, dan maksiat-maksiat (tempat-tempat mesum) akan segera lenyap.

* Penulis adalah Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: