Seni dan Model Menjadi Guru yang Profesional

Radar Seni: Published On Sunday, July 14, 2013 By admin. Under: Buku Baru.  

Cover Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis (Junaidi Khab)

Cover Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis (Junaidi Khab)

Judul               : Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis

Penulis             : Miftahul Huda, M.Pd.

Penerbit           : Pustaka Pelajar

Cetakan           : I, April 2013

Tebal               : 178 halaman

ISBN               : 978-602-229-086-5

Peresensi         : Junaidi Khab*

Learning and teaching should not stand on opposite banks and just watch the river flow by; instead, they should embark together on a journey down the water. Trhough an active, reciprocal exchange, teaching can strengthen learning how to learn. Yang tak lain buku ini menyatakan bahwa antara proses pembelajaran dan pengajaran harus imbang keberadaannya (Hal. v ~Loris Malaguzzi (1920-1994), dalam Caolyn Edward, The Hundred Language of Children, 1993~).

Menjadi guru yang profesional tidak mudah dijalani. Berbagai macam rintangan perlu menjadi batu sandungan dalam dunia pendidikan. Utamanya dalam hal pengajaran harus memiliki keefektifan, kedisiplinan dan keunikan tersendiri. Karena seiring dengan adanya pengajaran yang akurat, proses pembelajaran akan ikut pula. Yang mana telah dijelaskan dalam buku ini diibaratkan dengan air yang mengalir di sungai.

Pembelajaran dapat dikatakan sebagai hasil dari memori kognisi dan metakognisi yang berpengaruh terhadap pemahaman. Hal inilah yang terjadi ketika seseorang sedang belajar, dan kondisi ini juga sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, karena berlajar merupakan proses alamiah setiap orang. Sedang menurut Wenger pembelajran bisa terjadi di mana saja dan pada level yang berbeda-beda, secara individual, kolektif, ataupun sosial (Hal. 2).

Dalam hal ini seorang guru harus memahami tentang apa itu pembelajaran. Karena dengan pembelajaran, pengajaran akan berjalan secara efektif. Pembelajaran bisa berlangsung di mana saja tergantung minat subjek yang ingin untuk belajar. Yang mana Miftahul Huda (2013:6) mengatakan bahwa pengajaran merupakan sebagai praktik menularkan informasi untuk proses pembelajaran. Dari sisni, seorang guru atau pengajar harus mampu menyatukan antara proses pembelajaran dan pengajaran.

Teori-teori pembelajaran dan perkembangan sangat berpengaruh terhadap pengajaran di ruang kelas. Seorang guru bisa saja menerapkan teori-teori tersebut kepada siswa-siswanya. Akan tetapi, teori-teori ini terkadang tidak sesuai untuk mengembangkan suatu model pengajaran dan memaksimalkan pembelajaran sebagian siswa. Yang mana dalam hal ini sifat teori pembelajaran adalah deskriptif dan teori pengajaran bersifat preskriptif. Sehingga jika teori-teori pembelajaran mendeskripsikan proses belajar, maka teori pengajaran di sisi lain berusaha mengetengahkan aturan-aturan dalam meningkatkan proses belajar siswa itu sendiri agar keduanya bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia pendidikan (Hal. 71).

Selain itu, ada banyak model pembelajaran yang berkembang untuk membantu siswa berpikir kreatif dan produktif. Bagi guru, model-model ini penting dalam merancang kurikulum pada siswa-siswanya. Dalam hal ini, model pembelajaran harus dianggap sebagai kerangka kerja sturktural yang juga dapat digunakan sebagai pemandu untuk mengembangkan lingkungan dan aktivitas belajar yang kondusif (Hal. 143).

Miftahul Huda (2013:323) mengatakan bahwa perdebatan tentang perbedaan paradigmatik antara pengajaran (teaching) dan pembelajaran (learning) memang tidak akan pernah usai. Ia selalu melibatkan berbagai upaya pemetaan, mulai dari yang sitematis hingga yang elaboratif, untuk melihat kemungkinan adanya perbedaan di antara dua paradigma itu. Banyak peneliti yang sudah memberi sumbangsihnya dalam menjelaskan perbedaan tersebut, tetapi tetap saja perbedaan antarkeduanya masih menyisakan problematikan tersendiri.

Secara jelas dan rinci buku ini mengantarkan kita pada puncak menjadi guru yang profesional dengan model-model pengajaran dan pembelajaran yang memang ada dan sudah dirancang guna mendukung kemajuan dunia pendidikan. Setidaknya ada lima poin besar tentang model pengajaran dengan rinciannya. Serta lima belsa poin model-model pembelajaran yang diulas dalam dalam buku ini. Dengan rincian-rincian model tersebut terdapat lima puluh model dalam pembelajaran. Sehingga seorang guru, pendidik, atau pengajar akan lebih mudah dalam menemukan model dalam pembelarjan dan pengajaran. Dengan model-model itu pula kreatifitas peserta didik akan mudah dikembangkan. Begitu pula sebagai pengajar akan menemukan inovasi baru dalam dunia pendidikan melalui model-model pembelajaran dan pengajaran yang akurat dengan minat dan bakat peserta didik.

 

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: