Mengenal Kehidupan Imam Syafi’i

Dakwatuna: Jumat, 12 Juli 2013

Cover Biografi IMAM SYAFI'I Kisah Perjalanan dan Pelajaran Hidup Sang Mujtahid (Junaidi Khab)

Cover Biografi IMAM SYAFI’I Kisah Perjalanan dan Pelajaran Hidup Sang Mujtahid (Junaidi Khab)

Judul               : Biografi IMAM SYAFI’I Kisah Perjalanan dan Pelajaran Hidup Sang Mujtahid

Penulis             : DR. TARIQ SUWAIDAN

Penerbit           : zaman

Cetakan           : III, 2012

Tebal               : 310 Halaman

ISBN               : 978-979-024-095-7

Peresensi         : Junaidi Khab*

dakwatuna.com – Mayoritas masyarakat Indonesia menganut ajaran agama Islam. Kendati pun demikian, sebagaian dari bangsa Indonesia juga ada yang menganut ajaran selain agama Islam. Hal itu tidak menjadi persoalan bagi negara Indonesia. Karena negara kita ini memang negara relijius yang memberikan kebebasan dalam hidup beragama dengan menganut salah satu agama yang memang diakui di Indonesia yaitu; Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan Katolik. Namun, keberadaan bangsa ini lebih didominasi oleh umat yang menganut agama Islam.

Nah, dari sini perlu kita tanyakan kepada kita masing-masing individu yang menganut ajaran agama Islam, secara umum bangsa Indoensia. Agama Islam apa yang dianutnya? Apa kita masuk agama Islam hanya ikut-ikutan belaka? Siapa yang menjadi panutan dalam praktik keagamaan sehari-hari? Tentu jika dilontarkan pertanyaan semacam ini mereka akan baru berpikir. Terlebih madzhab apa yang mereka ikuti dalam rangka menjalankan agamanya di setiap detik perilaku ibadahnya?

Perlu kita ketahui bersama, masyarakat Indonesia yang menganut agama Islam tentu melakukan berbagai amalan dan ibadah yang tidak terlepas dari berbagai aturan yang menjadi landasan agama Islam itu sendiri. Sebagian masyarakat Indonesia tidak menyadari kepada siapa mereka mengikuti tata cara ibadah dan berbuat dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sinilah perlu dikaji ulang dan diberi penegasan, bahwa mayoritas masyarakat Indonesia yang menganut agama Islam adalah mengikuti madzhab Syafi’i. Tentu jika mereka ditanya tentang asal-usul imam Syafi’i akan mengernyitkan dahinya karena diakui mereka hanya ikut ajarannya dan tidak mengetahui siapa sebenarnya imam Syafi’i itu.

Maka dari itu, betapa penting mengetahui sejarah dan biografi sang imam yang mana kita telah beberapa tahun hidup bermadzhab kepadanya mengenai tata cara beribadah dan beramal. Kali ini Dr. Tariq Suwaidan menghadirkan beberapa kisah dan perjalanan hidup sang imam yang keilmuan dan pemikirannya (ijtihad) menjadi panutan kita bersama.

Seorang Syafi’i memang pantas menjadi panutan, karena bisa melahirkan berbagai hukum dan aturan-aturan umat Islam dalam beribadah dan melakukan aktifitas sehari-hari agar tidak merugikan orang lain. Itu semua karena karunia Allah yang diberikan kepadanya yang berupa kecerdasan yang luar biasa dan daya ingat yang begitu sempurna. Syafi’i telah mampu menghafal Alquran sejak dia berusia tuhu tahun. Dan setelah itu ketika menuntut ilmu pada imam Malik dia mampu menghafal kitab imam Malik pada usia sepuluh tahun (Hal. 28-30).

Sungguh hal yang luar biasa. Tidak biasanya anak seusia dia mampu menghafal begitu lekat dan fasih dalam melafalkan ayat suci Alquran dan kitab sang grurunya, imam Malik. Jadi tak pelak lagi jika nama Syafi’i kita kenal sebagai manusia panutan setelah kewafatan nabi Muhammad Saw. Karena dari kejeniusannya itulah Syafi’i menelurkan berbagai hukum dan doktrin keislaman. Apa yang imam Syafi’i kaji dan menjadi bahan pemikirannya tidak luput dari berbagai persoalan sosial dengan meruju kepada Alquran dan Alhadits.

Nama lengkap imam Syafi’i adalah Abu Abdillah Muhammad ibn Idris ibn al-Abbas ibn Utsman ibn Syafi’ ibn ‘Ubaid ibn Yazid ibn Hasyim ibn Mutthalib ibn Abdi Manaf. Imam Syafi’i masih ada hubungan kelurga dengan nabi Muhammad Saw. yang mana hal ini bisa kita lihat dari nasabnya yang bertemu di moyangnya, Abdi Manaf . Sedang moyang nabi Muhammad Saw. dari silsilah keluargnya ada Abdi manaf yang merupakan moyang Syafi’i juga. (Hal. 17).

Betapa mulianya nasab Syafi’i dalam kehidupannya. Sehingga pada suatu ketika Sayfi’i diberi sebagian harta rampasan perang oleh seorang raja. Karena sang raja mengetahui silsilah nasabnya. Sedangkan harta rampasan perang yang dihasilkan oleh orang muslim memang sebagian ada hak keluarga nabi Muhammad yang hala ini menjadi aturan sejak nabi Muhammad Saw. masih hidup.

Dalam buku ini kita akan diajak untuk mencari dan belajar dari sang imam, bagaimana sampai bisa menjadi terkenal dengan berbagai karyanya. Selain itu pula, buku ini lebih menyajikan tentang perjalanan hidup imam Syafi’i hingga menghasilkan sebuah karya dari pemikirannya. Karya-karya itu tidak hanya sebatas karya, akan tetapi menjadi panutan umat di dunia, khususnya kita sebagai bangsa Indonesia yang banyak memakai hasil pemikiran imam Syafi’i sebagai doktrin dalam perjalanan hidup. Maka dari itulah kita harus mengetahui lebih jauh siapa Syafi’i sebenarnya dan bagaiman dia itu menghadapi umat yang berada di sekitarnya hingga karya pemikirannya bisa diterima dengan baik serta agar amal ibadah kita lebih mantap dengan melihat sosok Syafi’i melalui biografinya dalam buku ini.

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

No. Rekening                 : 00064-01-61-004983-4 Cabang BTN. a.n. JUNAIDI

NPWP                         : 36.571.243.9-608.000

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: