Ramadhan, Sarana Memacu Ilmu Pengatahuan Ekstra

Duta Masyarakat: Senin, 8 Juli 2013

Oleh: Junaidi Khab*

Memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh barokah dan ampunan, para siswa/siswi, santriwan/santriwati berharap akan liburnya hari-hari seperti biasanya libur setiap tahun. Mereka yang biasa bersekolah dan belajar di dunia pesantren berharap akan liburnya instansi yang mereka tempati. Harapan mereka adalah ingin menenangkan diri untuk bersantai ria setelah beberapa lama duduk di tempat pembelajaran yang cukup menjemukan dan menggosongkan pantat. Harapan yang semacam ini harus segera dihilangkan dari benak kita. Berlibur dalam sebulan penuh sama halnya dengan pembodohan yang tidak dirasakan oleh mereka dan kita semua.

Sebenarnya bukan hanya mereka yang berharap hari libur di bulan suci Ramadhan ini, akan tetapi para pegawai, mahasiswa, dan pejabat-pejabat Negara pun menginginkan hal yang sama. Jika apa yang mereka harapkan tercapai, maka kemerosotan negeri ini akan mengalami peningkatan yang cukup drastis, baik dari segi pendidikan, ekonomi, dan moral.

Berlibur panjang berarti ingin hidup dengan bermala-malasan di rumah. Memang hal itu merupakan hal yang wajar. Agar libur pada bulan Ramadhan ini tidak hanya buang-buang waktu, maka dengan liburan ini kita bisa mengisi dengan memperbanyak membaca buku-buku ilmu pengetahuan. Daya saing kita harus ditingkatkan, mumpung hari libur kita harus menjadikan sebuah kesempatan untuk siap bersaing dengan memperbanyak pengetahuan kita. Kapan lagi dunia akan menjadi persaingan ilmu pengetahuan? Dari dulu dunia ini hanya menjadi persaingan ekonomi yang dapat menyebabkan kehancuran.

Mayoritas yang menghadapi libur panjang di bulan Ramadhan adalah para santri dan mahasiswa. Ketika bulan yang penuh ampunan itu hampir tiba, mereka menampakkan wajah yang berseri-seri, karena mereka beranggapan tidak akan ada ustadz atau orang yang akan mendorong mereka untuk belajar. Jika kita memandang bulan Ramadhan dari sisi ini, maka bulan Ramadhan merupakan media untuk bersantai ria itu cocok. Bagaimanapun juga sebagai santri seharusnya tidak memliki harapan semacam itu. Begitu juga selain santri. Menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai media untuk belajar itu sangat tepat. Sebagai santri sudah tentu mengetahui keagungan bulan Ramadhan ini, memanfaatkan bulan Ramdhan dengan tetap belajar itu merupakan sebuah berkah yang sangat baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pemantapannya semakin dalam.

Mengikuti kegiatan ekstra

Memantapkan ilmu pengetahuan memang banyak cara yang dapat kita lakukan. Kegiatan-kegiatan itu baik berupa interaksi dengan keluarga, teman, dan masyarakat luas. Berbeda dengan mencari ilmu pengetahuan, mencari ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan semangat diri dan kesungguh-sungguhan. Siapa yang besungguh-sungguh menuju jalan cita-cita, ia akan menemukan cita-cita tersebut (A. Fuadi, 2013:169).

Pada bulan suci Ramadhan ini semua santri pulang ke rumahnya masing-masing. Di pesantren hanya tertinggal bekas penginapan yang serupa dengan rumah hantu tanpa penghuni. Begitu pula dengan kampus-kampus. Sepi senyap tidak ada yang berlalu lalang di halamannya. Keadaan ini merupakan sarana yang tepat untuk belajar dengan mengikuti kegiatan pesantren (pondok Ramadhan) yang diadakan oleh pesantren atau lembaga lain yang peduli kekosongan liburan itu. Dalam bulan Ramadhan seperti biasa setiap pesantren atau instasi-instansi tertentu mengadakan kegiatan Ramadhan, yang bertujuan agar Ramadhan menjadi bulan yang penuh barokah dan mengembangkan ilmu pengetahhuan.

Kegiatan-kegiatan ekstra yang terselenggara di bulan Ramadhan hendaknya dijadikan untuk memajukan ilmu pegetahuan. Kesempatan itu sebenarnya sangat strategis untuk menambah pengetahuan kita dari mereka yang telah memiliki pengetahuan lebih banyak. Dengan mengikuti kegiatan ekstra di bulan Ramadhan, berarti kita benar-benar mengagungkan bulan suci ini. Kegiatan yang hanya membuang-buang waktu dan tidak berguna bagi kita dan keberlangsungan hidup yang damai sebaiknya dihindari. Libur Ramadhan jika tidak diikuti kegiatan ekstra sama halnya dengan pengangguran tersembunyi yang seakan-akan kita telah mengabaikannya.

Bulan Ramadhan jangan hanya diisi dengan memperbanyak ibadah dan membaca ayat-ayat suci Alquran saja. Dalam dunia kepesantrenan biasanya bulan Ramadhan identik dengan ibadah yang tiada hentinya. Akan tetapi itu masih kurang relevan dan kurang mencerahkan jika hanya begitu saja. Pengembangan pengetahuan harus juga disetarakan dengan amal ibadah yang dilakukan, agar dunia pesantren tidak tertinggal ilmu pengetahuan, dan siap bersaing menghadapi dunia yang global ini. Menghadapi dunia yang mengglobal ini tidak hanya cukup dengan memperbanyak ibadah kita. Di lain sisi keilmuan dan skill juga sangat menunjang.

Dengan mengikuti kegiatan ekstra di bulan Ramadhan, seperti mengikuti kursus-kursus kebahasaan, ikut kajian kitab-kitab klasik, dan berbagai kegiatan pengembangan potensi diri sedikit banyak akan mendatangkan manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Belajar saat libur panjang di bulan Ramdhan sebenarnya mengambil kesempatan untuk menggali ilmu mendahului mereka yang santai ria. Agar ilmu pengetahuan semakin berkembang, maka jadikanlah kesempatan libur Ramadhan untuk bersaing untuk menumbuh kembangkan ilmu pengetahuan labih pesat.

* Penulis adalah Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

No. Rekening                 : 00064-01-61-004983-4 Cabang BTN. a.n. JUNAIDI

NPWP                         : 36.571.243.9-608.000

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Facebook                 : Junaidi Khab (john_khab@yahoo.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: