Belajar Kepemimpinan dari Alexander The Great

Harian Bhirawa: Jumat, 05 Juli 2013

Cover The Wisdom of Alexander The Great Leadership Secrets from the Man Who Created an Empire (Junaidi Khab)

Cover The Wisdom of Alexander The Great Leadership Secrets from the Man Who Created an Empire (Junaidi Khab)

Judul               : The Wisdom of Alexander The Great Leadership Secrets from the Man Who Created an Empire

Penulis             : Lance B. Kurke

Penerbit           : Oncor

Cetakan           : I, 2012

Tebal               : xvi x 130 halaman

ISBN               : 978-602-96828-0-9

Peresensi         : Junaidi Khab*

Terkadang menjadi pemimpin merupakan suatu impian seseorang. Namun juga tidak menjadi impian, tetapi seseorang itu akan mencapai ke puncak kepemimpinan ketika ia mempelajari proses kepemimpinan dalam hidupnya. Kepemimpinan tidak bisa diajarkan, kepemimpinan hanya bisa dipelajari. Buku ini mengajak kita untuk membantu mempelajari empat unsur kepemimpinan yang dibahas di masing-masing bab, meski sebagian besar dari kita lebih bisa merasakan pengalaman yang paling khas.

Bab pertama yang mengisahkan tentang Alexander dapat memberikan kesimpulan bahwa pembingkaian kembali (reframe) suatu persoalan bergantung pada kemampuan seorang pemimpin memahami persoalan yang dihadapi. Sebuah prinsip menyatakan bahwa pemimpin akan menganggap sebuah persoalan yang bagi orang lain mustahil dipecahkan sebagai suatu peluang dan kesempatan; itu yang terjadi pada gerakan kaum wanita, lingkungan hidup, pengembangan laptop atau komputer, pengentasan kemiskinan, dan lain sebagainya. Jika pemimpin memahami keadaan dirinya dan sekitarnya – percaya bisa mencapai tujuannya – maka kesuksesan bukanlah hal yang mustahil (Hal. 42).

Paradigma dari sosok Alexander bukan hal yang serta merta dilihat kekejamannya. Namun di balik itu ia memiliki keunggulan dalam memimpin. Sikap percaya diri dan optimis dalam memimpin pasukannya, ia berhasil menaklukkan berbagai kerjaan dan negeri. Ia tidak banyak terlibat, namun strateginya yang ampuh memberikan kemenangan di pihaknya. Misalkan dalam penaklukan kekaisaran Persia, bukan dirinya yang menaklukkan, namun pasukannya di bawah kepemimpinannya. Sesulit apapun persoalannya, sebagai pemimpin harus memandang dari berbagai aspek untuk membangkitkan sikap optimis dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Membangun aliansi merupakan cara Alexander memimpin pasukannya. Alexander akan diingat sebagai ahli strategi dan sebagai orang jenius yang mampu membangun kerajaan. Alexander membangun tim kerja yang andal, pemerintahan, dan mempertahankan aliansi tidak ada yang bisa menyamai dalam sejarah. Aliansi yang yang ia bangun misalkan; ia memperluas kerajaan musuhnya setelah mengalahkannya, dan mendapat loyalitas dari Porus setelah pertempuran di Hydaspes (Hal. 54).

Dari sana Alexander menjadi pemimpin yang hebat dan jenius. Aliansinya cukup strategis guna mendapatkan loyalitas dari pihak lain.  Aliansi dan kerja sama lebih penting dalam penyusunan rencana strategis dan pelaksanaannya dari peperangan dan kompetisi lainnya. Melalui aliansi itulah Alexander menjadi pemimpin yang mampu mempersuasi pasukan dan kawan-kawan pemerintahannya.

Selanjutnya, proses kepemimpinan ala Alexander yaitu menciptakan identitas. Yang man suatu kepemimpinan akan disebut baik dan berhasil apabila sang pemimpin mampu menciptakan suatu identitas, yaitu pemimpin harus mampu mengkonstruksi kesatuan yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh yang lain. Dari sini, kepemimpinan akan mendapat isapan jempol dan pengakuan dari publik bahwa kepemimpinan yang demikian berhasil dan pemimpinnya hebat dan jenius (Hal. 57).

Melalui identitas itulah seseorang akan mampu bangkit ke permukaan. Identitas merupakan tolok ukur dan senjata yang kita miliki. Alexander dalam buku ini mampu membangun identitas dirinya hingga ia menjadi pemimpin besar khas pribadinya. Tanpa kepribadian yang kuta sudah tentu kita akan mudah terpengaruh oleh orang lain. Hal ini yang melemahkan eksistensi kita jika menjabat sebagai seorang pemimpin. Dengan identitias itu sebuah kepemimpinan akan berjalan dengan alur dan porosnya. Lihat dalam buku ini bagaimana seorang Alexander mampu menjadi pemimpin yang agung dari pembentukan identitasnya yang kuat. Sehingga dengan identitas itu ia mendapat julukan “The Great”.

Selain itu pula, terdapat data-data kepustakaan yang meneliti kapan dan bagaimana manusia mengaitkan tindakannya dengan pemimpin yang diikutinya, sekalipun tindakan tidak layak. Seorang pemimpin bisa memakai simbol untuk mengarahkan pengikutnya agar melakukan suatu tindakan tertentu. Kedudukan simbol sangatlah penting, karena lewat simbol-simbol seorang pemimpin menciptakan makna pendukung bagi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh para pengikutnya. Seorang pemimpin yang memakai berbagai simbol sesuai tujuannya akan mendapat kekuatan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya (Hal. 83).

Dalam buku ini, Lance B. Kurke membahas empat proses kepemimpinan yang telah diterapkan oleh Alexander The Great secara rinci. Di antaranya; membingkai ulang (reframe) persoalan, membangun aliansi, menciptakan identitas, dan menggunakan simbol-simbol. Dalam dunia bisnis modern, empat proses tersebut akan mengantarkan pada penciptaan realitas yang baru, mempengaruhi penetapan prioritas, tim kerja, menciptakan kesatuan pemahaman sebelum mengambil suatu keputusan dan menentukan tindakan yang harus diambil. Segalanya diinspirasi dari kepemimpinan Alexander The Great dalam buku ini.

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361       

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: