Hari Kiamat Bukan Basa-Basi

Duta Masyarakat: Selasa, 2 Juli 2013

Oleh: Junaidi Khab*

Pada hakikatnya segala yang hidup di dunia ini akan hancur (mati/kiamat). Begitu pula dengan dunia itu sendiri akan mengalami kehancuran dan kemusnahan pada waktunya. Namun, waktu itu tidak seorang pun yang mengetahui kapan waktunya. Manusia hanya mampu menerka melalui kekuatan akal dan ilmunya saja. Hal tersebut bisa saja benar juga bisa saja salah. Namun, yang pasti kehancuran itu ditandai dengan beberapa fenomena alam. Kejadian itu hanya diketahui oleh Tuhan Yang Maha Tahu. Mintalah pertolongan kepada Tuhan agar kita semua selamat dari kejamnya hari itu.

Dari beberapa percaturan ilmuwan, dan para ahli kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Isu ini yang membuat gempar umat manusia. Namun, pada kenyataannya kehancuran (kiamat) tidak terjadi pada tahun tersebut. Ada apa di balik itu semua? Mengapa mereka memprediksikan hal yang salah dengan kekuatan ilmu pengetahuannya? Dari itulah kita sebagai manusia hanya berusaha dan tidak bisa menentukan nasib dan kepastian yang telah dikehendaki oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sebagaimana firman-Nya dalam surat Luqman ayat 34 “Sesungguhnya Allah yang mengetahui hari kiamat”. Maka, kita sebagai manusia jangan terlalu egois, terburu-buru, dan congkak dengan ilmu pengetahuan secara parsial saja dengan berani memastikan peristiwa terjadinya hari kiamat. Padahal sudah jelas bahwa tiada yang tahu kecuali Tuhan Yang Maha Tahu.

Namun dalam keyakinan umat beragama, kiamat (kehancuran) itu benar-benar ada dan akan terjadi meski belum tentu kapan waktunya. Dalam keyakinan umat yang beragama Islam disebutkan dalam sebuah hadits bahwa kiamat itu akan terjadi pada hari Jumat. Selain itu pula, pra terjadinya ditandai dengan beberapa fenomena alam. Fenomena itu juga datang secara hilir-mudik dan berganti-ganti secara berkala.

Secara rasional fenomena-fenomena tersebut bisa dikendalikan. Namun, secara keyakinan itu tidak bisa dikendalikan. Karena suatu yang sudah menjadi kodrat Tuhan tidak akan bisa dikendalikan meski manusia telah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi setidaknya kita harus mampu mengantisipasi diri untuk tidak melakukan hal-hal yang mengarah pada tanda-tanda terjadinya kehancuran alam ini. Sedikit banyak jika demikian akan memberikan sumbangsih ketenteraman pada jiwa yang mempercayainya.

Gejala Kehancuran

Seperti disebutkan di dalam beberapa buku literatur keagamaan bahwa terjadinya fenomena kehancuran alam akan didahului oleh beberapa gejala sebelumnya. Yang mana gejala itu sebagai peringatan bagi umat manusia bahwa kehancuran alam sudah semakin dekat. Karena tanpa disadari, hari yang kita jalani mengantarkan kita pada pintu kiamat itu sendiri. Maka dari itulah kita harus hati-hati dan waspada saja.

Sebagaimana disebutkan oleh Drs. Bahtiar Arifin (1997) bahwa kiamat memiliki beberapa tanda, di antaranya; Pertama, waktu terasa semakin singkat. Kedua, banyak orang yang tidak dapat lagi membedakan mana yang haram dan yang halal, mana yang boleh dikerjakan dan yang dilarang. Ketiga, kemaksiatan yang semakin merajalela. Keempat, kaum wanita semakin bangga memperlihatkan auratnya. Kelima, banyak terjadi kekacauan, pembunuhan, dan pemerkosaan. Keenam, banyak orang miskin yang menjadi kaya mendadak dari hasil usaha yang tidak halal.

Sayyid Husain Afandi mengatakan di dalam kitabnya (al-Husuunul Hamidiyah) bahwa tanda-tanda yang besar hari kiamat, yaitu; turunnya Imam Mahdi, turunnya nabi Isa, keluarnya Dajjal, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya hewan yang bisa berbicara dengan manusia, matahari terbit dari arah barat, keluarnya asap selama empat puluh hari, ka’bah hancur, hilangnya al-Quran, dan penduduk dunia menjadi kafir semua.

Pada akhir-akhir ini sudah tampak gejala-gejala kecil dari hari kiamat yang sudah disebutkan oleh Bahtiar Arifin. Misalkan dengan maraknya kasus korupsi, ini menjadi gejala utama dari masyarakat yang sudah tidak mengenal halal dan haram dalam kehidupan. Berbagai cara dilakukan demi mencari kepuasan melalui menumpuk harta kekayaan. Sehingga tidak mustahil jika ditemukan berbagai kasus seperti rekening gendut yang merupakan gejala dari orang miskin menjadi kaya mendadak dari hasil usaha yang tidak halal.

Selain itu pula, beberapa kejadian di negeri ini sudah jelas tampak dan secara umum di seluruh dunia sudah berkecamuk. Kejadian-kejadian itu bukan hal yang tidak ada sebabnya. Di balik itu semua memang sudah pemicu-pemicu yang masih belum disadari oleh manusia. Setidaknya ada yang menyadari, namun karena rasa ego yang dimiliki oleh manusia itu sendiri segalanya menjadi sia-sia belaka. Dari itulah, meski kita telah memiliki keilmuan yang tinggi, kita harus mampu menahan rasa ego.

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan tidak lain juga berangkat dari para wanita yang bangga dengan memamerkan auratnya hingga mengundang birahi. Sehingga moral anak bangsa ini goyah secara perlahan-lahan. Disadari atau tidak yang pada akhirnya bangsa ini berada dalam cengkeraman hari kehancuran itu sendiri. Itu belum lagi yang muncul bukan gejala kiamat yang besar seperti yang disebutkan oleh Sayyid Husain Afandi. Namun, diisukan bahwa dari dasar laut di Timur Tengah dan laut Aceh terdengar gemuruh makhluk yang hendak keluar ke muka bumi. Yang mana menurut ilmuwan makhluk itu adalah kaum Ya’juj dan Ma’juj.

Mari sebelum tanda-tanda hari kehancuran benar-benar terjadi kita sebagai umat manusia, khalifah di muka bumi harus lebih sadar dan membangun tameng-tameng keimanan yang kuat dan menanam kebaikan sebanyak mungkin sebagai bekal setelah kehanucran dunia ini. Karena kita telah mengetahui bahwa sudah banyak nyawa melayang akibat gejala-gejala kecil dari hari kehancuran. Apalagi jika sudah tiba hari itu, maka tidak akan ada pertolongan dan kesempatan lagi untuk lebih baik. Memanfaatkan hidup pada hal-hal yang positif akan menjadi salah satu bekal kehidupan yang akan mendamaikan dan menentramkan suasana hati meski kehancuran itu tiba.

* Penulis adalah Wakil Direktur Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (Gisam) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

No. Rekening                 : 00064-01-61-004983-4 Cabang BTN. a.n. JUNAIDI

NPWP                         : 36.571.243.9-608.000

Hp                               : 087866119361

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: