Menjadi Mukmin Sejati

PCNU Sumenep: Senin, 24 Juni 2013 | 16:45 WIB |

Cover Agama Kebahagiaan Energi Positif Iman, Islam dan Ihsan untuk Menjaga Kesehatan Psikologi dan Melahirkan Kepribadian Qur'ani (Junaidi Khab)

Cover Agama Kebahagiaan Energi Positif Iman, Islam dan Ihsan untuk Menjaga Kesehatan Psikologi dan Melahirkan Kepribadian Qur’ani (Junaidi Khab)

Judul               : Agama Kebahagiaan Energi Positif Iman, Islam dan Ihsan untuk Menjaga Kesehatan Psikologi dan Melahirkan Kepribadian Qur’ani

Penulis             : Khairunnas Rajab

Penerbit           : Pustaka Pesantren (LKiS)

Cetakan           : I, 2013

Tebal               : 234 halaman: 12 x 18 cm

ISBN               : 602-8995-27-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Mayoritas masyarakat mengakui bahwa dirinya menganut agama Islam, utamanya di Indonesia. Segala budayanya pun bercorak nila-nilai Islam. Hingga mulai dari identitas keagamaan dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tercantum label Islam sebagai agama kebanggaan masyarakat kita. Seakan malu jika KTP tidak berlabel agama Islam. Namun sayang, acap kali dari label tersebut ada yang mengatakan bahwa “agama masyarakat Indonesia hanya Islam KTP”.

Buku molek ini akan membenahi kehidupan masyarakat yang hanya menjadi agamawan KTP saja. Karena sangat memalukan jika mengaku beragama Islam, namun tingkah dan perilaku kita masih jauh dari nilai-nilai yang diajarkan dari agama Islam. Hal demikian bukan sesuatu yang langka lagi dalam masyarakat, agama Islam hanya dijadikan hiasan belaka tanpa memaknai dan mengaplikasikan norm-norma dan ajaran-ajaran yang sepatutnya dilakasanakan sebagai seorang muslim sejati.

Islam memandang keimanan dengan amal saleh sebagai sinergitas. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Seorang muslim yang berikrar beriman, belum cukup, apabila belum diaplikasikan dengan amal konkrit, berupa amal saleh. Rasulullah selalu saja menyebut iman beriringan dengan amal saleh, seperti jihad fi sabillah, shalat di awal waktu, dan haji mabrur. Statemen seperti ini memberikan sinyalemen tentang kedekatan derivasi kata iman dan amal saleh (Hal. 37).

Mengaku dirinya menjadi seorang muslim dan beriman, itu merupakan menjadi sebuah tuntutan untuk melakukan berbagai sifat terpuji dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa ada aplikasi demikian, maka kualitas keislaman dan keimanan yang kita miliki perlu dipertanyakan. Lebih-lebih jika mengaku beriman dan beragama Islam hanya sekedar beribadah saja (hubungan vertikal) dengan Tuhan namun melupakan lingkungan sosial (hubungan horizontal) dengan masyarakat, kualitas keimanan dan keislaman kita perlu juga dipertanyakan. Orang yang beriman tidak serta merta hanya beribadah kepada Allah, namun juga memperhatikan lingkungan sekitar. Karena terkadang meski kita sering beribadah, namun masyarakat merasa tidak nyaman dengan perilaku kita sehari-hari, perilaku kita sering menyakiti orang lain dan bikin orang lain muak dengan tindakan yang kita lakukan. Hal demikian yang perlu diperbaiki sebagai orang yang beriman dan beragama Islam.

Doktrin keimanan tidak bermakna jika tidak dibarengi dengan amalan atau ibadah. Al-Qur’an sebagai sumber otentik dari Islam memberikan jaminan keunggulan dan superioritas, termasuk kemenangan dan kesuksesan, kepada mereka yang beriman dan berilmu. Beriman dalam arti mempunyai orientasi ketuhanan dalam hidupnya. Berilmu berarti mengerti ajaran secara benar dan memahami lingkungan di mana ia tinggal dan hidup, sebagaiamana ilmu yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada Adam sebagai bekal mengemban tugas kekhalifahan di bumi dan yang menjadi faktor keunggulannya dari para malaikat (Hal. 38).

Keimanan yang implementatif adalah keimanan yang dinamis dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Keimanan dinamis adalah cerminan hidup orang lain yang implementasinya dirasakan oleh orang lain sebagai keberkahan dan keteladanan. Allah menjanjikan surga kepada orang beriman yang mengimplementasikan ke dalam kehidupannya dengan baik. Pada kehidupan di dunia, orang-orang yang beriman hidup dalam ketenangan dan ketenteraman. Realitas ini adalah muatan spiritual Islam yang nilainya tidak tertandingi.

Islam sebagai way of life mengajarkan tentang kebaikan, amar ma’ruf dan nahi munkar. Kebaikan tidak berpahala jika dikerjakan tanpa iman. Antara iman dan amalan adalah dua perkara yang beriringan dalam penyebutannya dalam Al-Qur’an. Ini membuktikan bahwa keduanya sama pentingnya, yang tidak boleh dinafikan satu dengan yang lainnya (Hal. 136).

Dari sini, kesinambungan antara antara keimanan dan keislaman harus menyatu dengan adanya realita implementasi dalam kehidupan ini. Yang mana hal tersebut sebagai cerminan kualitas keimanan dan keislaman yang kita jadikan sendi dalam kehidupan ini. Tanpa ada kesinambungan yang akurat antara keimanan, keislaman, dan implementasi dalam lingkungan sosial dan kehidupan ini, maka makna iman dan islam yang kita percayai sebagai satu-satunya unsur agama tidak akan menemukan kesempurnaan.

Buku ini ditulis adalah dimaksudkan untuk menyelami betapa pentingnya keseimbangan antara ketauhidan dengan amal saleh. Keseimbangan dua hal penting inilah yang disebut Islam Kaffah (Hal. 20). Selain itu, dengan adanya pengaplikasian nilai-nilai iman, islam, dan ihsan, kita sebagai umat Islam akan merasakan hidup bahagia dalam kehidupan ini. Tujuan utamanya yaitu agar dalam beragama bukan semata-mata berupa ritual belaka. Lebih dari itu, serpihan-serpihan ajaran dalam Islam agar dapat mewarnai berbagai aspek kehidupan. Karena hal tersebut akan memberikan energi positif terhadap kesehatan psikologi, ketengan batin, dan berujung pada kebahagiaan personal dan sosial.

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: