Mengambil Hikmah dari Kisah dalam al-Quran

MADURA CHANNEL.COM: Rabu, 19 Juni 2013 11:30

Cover Para Pembangkang! Kisah-Kisah Kaum Terdahulu yang Dibinasakan Allah (Junaidi Khab)

Cover Para Pembangkang! Kisah-Kisah Kaum Terdahulu yang Dibinasakan Allah (Junaidi Khab)

Judul               : Para Pembangkang! Kisah-Kisah Kaum Terdahulu yang Dibinasakan Allah

Penulis             : H. Muhammad Yusuf bin Abdurrahman

Penerbit           : DIVA Press

Cetakan           : I, April 2013

Tebal               : 151 Halaman

ISBN               : 978-602-255-114-0

Peresensi         : Junaidi Khab*

Kita sebagai umat muslim setidaknya sudah tahu dan mengerti tentang isi al-Qur’an yang banyak menceritakan kaum terdahulu yang dibinasakan oleh Allah Swt. hal tersebut bukan berarti Allah membeberkan kejelekan para kaum terdahulu yang membangkang kepada syari’at yang dibawa oleh para Rasul yang tak merupakan perintah Allah Swt. Akan tetapi, sejarah tentang kehancuran para kaum terdahulu itu merupakan sebuah peringatan bagi kita semua sebagai generasi penerus mereka agar tidak membangkang dan sombong seperti mereka. Karena jika demikian, maka murka Allah Swt. yang berupa azab akan menimpa kita.

Salah satu buku yang memaparkan kisah-kisah kaum pembangkang terdahulu dengan bahasa yang mudah dipahami dan renyah dibaca ini, kita diajak untuk menyelami lebih dalam lagi dan mengambil hikmah di balik kisah-kisah tersebut. Kisah-kisah  bukan hanya sebatas dongeng dan fiktif belaka, namun cerita-cerita itu merupakan benar-benar kejadian yang benar-benar terjadi pada masa terdahulu yang diabadikan oleh al-Qur’an sebagai bahan renungan bagi umat berikutnya.

Di tengah-tengah munculnya kesalahan dan kerancuan oleh para arkeolog, al-Qur’an justru mampu menuliskan sejarah umat terdahulu dengan bahsa yang agung, indah, serta disisipi dengan pesan-pesan mulia. Al-Quran telah menulis kisah nabi dan rasul yang diutus oleh Allah Swt. kepada setiap kaumnya. Bahkan secara detail, kitab suci ini mengabarkan kisah-kisah kaum terdahulu yang dibinasakan oleh-Nya, lantaran kesesatan yang mereka lakukan. Kisah umat terdahulu yang dimaksud di antaranya ialah kaum nabi Nuh as, kaum Tsamud, kaum nabi Luth, Fir’aun dan pasukannya, serta kaum saba’. Kisah-kisah tersebut diangkat di dalam al-Qur’an tiada lain untuk memberi pelajaran kepada umat manusia tentang perilaku umat-umat zaman dahulu (Hal. 12-13).

Kiranya begitu keakuratan al-Qur’an sebagai sejarah sekaligus wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw. Segala apa yang dikisahkan di dalamnya ternyata mampu dibuktikan oleh para ilmuwan dan arkeolog kenamaan di dunia ini. Dari hasil penggalian di daerah timur tengah, kebenaran al-Qur’an semakin terlihat begitu jelas. Jika bukti kebenaran al-Qur’an sudah jelas, maka kita setidaknya memantapkan keimanan kita dan melaksanakan berbagai perintah Tuhan dan menjauhi segala apa yang dilarangnya agar kita tidak sama dengan kaum terdahulu yang membangkang hingga ditimpakan azab pada mereka.

Misalkan sejarah kaum Nuh yang diceritakan di dalam al-Qur’an. Dikisahkan bahwa nabi Nuh berdakwah menyampaikan syari’at dan perintah Allah Swt. selama kurang lebih 950 tahun dan pengikutnya pun tidak lebih dari seratus orang. Mayoritas mereka membangkang kecuali mereka yang mendapat hidayah dari Allah Swt. ketika azab akan diturunkan kepada kaum nabi Nuh yang berupa banjir bandang, maka beliau diperintahkan oleh Swt. agar membuat perahu. Akibat pembangkangan para kaumnya, maka Allah menurunkan azab yang berupa banjir bandang selama empat puluh hari empat puluh malam hingga mereka binasa (Hal. 25).

Seperti itulah cara Allah Swt. memberikan balasan bagi umat terdahulu. Ketika mereka melanggar perintah-Nya, maka azab diturunkan ketika itu juga. Lain dengan umat nabi Muhammad Saw., Allah masih memberika kemurahan bagi umat beliau untuk bertobat selama hidupnya. Jika tidak bertobat, azab untuk umat nabi Muhammad masih akan diberikan setelah kematian (kiamat). Dengan kisah tersebut, patut kiranya kita mengingat kembali apa yang kita kerjakan di dunia ini. Jika melanggar perintah Allah Swt., maka dengan segera kita melakukan tobat dengan penuh ketulusan hati.

Bukan hanya kisah nabi Nuh saja yang dipaparkan di dalam buku ini sebagai bahan renungan dalam introspeksi diri. Namun kisah-kisah kaum setelah nabi Nuh yang melanggar perintah Allah Swt. juga diceritakan. Misalkan kaum ‘Ad dengan rasul Hud mendapat azab dilanda kekeringan dan kemudian disambar petir (Hal. 61). Begitu pula dengan kaum Tsamud, Allah Swt. mengutus nabi Shalih kepada mereka untuk memberikan peringatan atas perbuatannya, namun beliau tidak digubris kecuali hanya segelintir orang. Hingga Allah Swt. juga menimpakan azab berupa sambaran petir dari langit dan gempa bumi hingga mereka luluh-lantak hancur (Hal. 91). Dan kisah-kisah kaum nabi Luth, penduduk Madyan, raja Fir’aun dan nabi Musa, dan kisah negeri saba’.

Kisah-kisah dalam buku ini bukan sekedar penghibur saja, namun lebih dari itu. Segala hal yang diceritakan dalam buku ini bersumber dari al-Qur’an dan dikuatkan oleh penemuan-penemuan para ilmuwan, utamanya oleh arkeolog yang mendalami bidang sejarah. Sayangnya, buku ini dalam penceritaannya masih terbuur-buru, entah memang karena keterbatasan referensi atau dateline yang ditentukan oleh penerbit. Namun, buku ini perlu dibaca sebagai bahan tamparan dan introspeksi diri dalam hidup ini agar tidak menyimpang dari hukum Tuhan dan hukum alam yang menjadi tempat kita hidup dan menginjakkan kaki.

* Peresensi adalah Pegiat Organisasi Keislaman Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361       

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Bisa dilihat dan dibaca secara langsung di link berikut ini: http://www.madurachannel.com/games/11000-mengambil-hikmah-dari-kisah-dalam-al-quran.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: