Keluarga yang Terbangun di Atas Secarik Surat

Diterbitkan oleh: Rima News pada: Monday, 27/05/2013 – 19:08 WIB | Indeks

Cover The Javanese Wife (Junaidi Khab)

Cover The Javanese Wife (Junaidi Khab)

Judul               : The Javanese Wife

Penulis             : Kunal Basu

Penerbit           : Bentang

Cetakan           : I, 2012

Tebal               : 378 halaman

ISBN               : 978-602-8811-78-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Perjalanan cinta seseorang tidak akan mesti sama. Memang ada yang hampir sama, namun tidak serta merta sama segalanya. Terkadang ada yang hanya diawali karena bercanda, melihat selintas, sapaan dunia maya, permusuhan, perkenalan, hubungan via ponsel tanpa kenal terlebih dahulu, dan bahkan melalui surat pun cinta terbangun hingga membentuk rumah tangga yang utuh. Berbagai macam jalan seseorang bisa sampai pada bahterah rumah tangga, dengan caranya masing-masing yang sangat unik dan penuh makna dalam hidupnya.

Kunal Basu melalui buku ini menyajikan seberkas kisah hidup seseorang yang menjalin hubungan melalui surat. Dengan perantara surat itu, ia mampu menjalani kehidupannya. Sebagaimana dikisahkan bahwa lewat surat, seorang pria India berteman dengan seorang perempuan Jepang. Lewat surat, mereka jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Bahkan, sebelum bertemu yang awalnya tidak diyakini mereka akan sempat bertemu.

Dalam surat, Miyage jadi lain, hampir-hampir seperti orang asing dengan bahasa yang ditulis oleh Snehamoy. Setelah pembukaan yang biasa, dia mengubah warna tintanya dan menulis menggunakan tinta biru mencolok, “…nah, Snehamoy, aku harus menyampaikan sesuatu yang penting kepadamu. Aku ingin mengajukan diri sebagai istrimu. Tolong katakan kepada bibimu bahwa aku akan jadi menantu yang baik. Jika kau bersedia, kita akan menikah” (Hal. 8).

Melalui kata-kata dalam suratnya, Snehamoy dengan tegas dan berani akan menikahi sosok Miyage. Sebagai teman biasa, Miyage dan Snehamoy seakan tak saling mengenal setelah surat pernyataan untuk menikahi Miyage dikirim oleh Snehamoy. Bibinya pun terheran terhadap Miyage, karena ia sendiri tak tahu hubungan Miyage dan Snehamoy berlangsung. Tak lama setelah beberapa hari dari perkawinannya Miyage mendapat kiriman lagi. Kali ini bukan seberkas surat, namun kotak yang berisi layang-layang.

Diceritakan bahwa dari sekian lama pernikahan dirayakan, sebagai seorang bibi ingin rasanya melihat istri keponakannya. Tak ayal, hingga akhirnya sang bibi bertanya mengenai hubungan Snehamoy dengan Miyage. Karena sudah sepuluh tahun hubungan Miyage dan Snehamoy tidak tampak dalam satu rumah. Hubungan mereka berlanjut dengan sekedar surat menyurat saja. Kemudian sang bibi menasehati bahwa jika hubungan keluarga hanya sebatas surat menyurat itu tidak akan menghasilkan anak, sementara tujuan rumah tangga yaitu demi hubungan biologis dan melanjutkan keturunan (Hal. 14).

Meski seberkas surat mampu menyatukan dua insan dari jarak yang teramat jauh, Jepang-India. Namun surat tidak akan memberikan keturunan sebagai kisah cinta dalam keluarga Miyage dan Snehamoy yang hanya sebatas surat menyurat dalam menjalin hubungan dalam keluarganya. Memang bukan persoalan bagi Miyage tentang hubungannya dengan Snehamoy di atas secarik kertas itu. namun sebagai keluarga sudah tentunya berada dalam satu atap membangun bahterah yang realistis.

Kisah dalam buku ini cukup memberikan nilai dan bahan pelajaran bagi kita dalam menjalani kehidupan. Dengan cerita yang disuguhkan, pembaca diajak untuk menyadari bahwa hidup di dunia ini penuh dengan berbagai macam keadaan, situasi dan kondisi yang mengiringi. Kisah hidup dalam novel ini bervariasi, mulai dari kehidupan yang romantis dan getir. Hidup, juga cinta merupakan perjalanan hidup yang teramat panjang untuk mengumpulkan kenangan dan harapan.

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361       

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: