Daun Kedondong jadi Anti Penggumpalan Darah

RADAR SURABAYA ● MINGGU, 12 MEI 2013

BUAH kedondong dengan biji berduri ini berasal dari belahan timur Indonesia. Di dunia internasional, buah dengan kedahsyatan rasa masamnya disebut dengan nama ambarella. Pada awal abad 20, kedondong diperkenalkan ke mancanegara, mulai dari Australia sampai Jamaica. Bahkan, kedondong sempat ditanam juga di Florida, tapi kelihatannya orang Amerika belum ngeh dengan buah yang enak dirujak ini.

Riset membuktikan daun kedondong anti penggumpalan darah. Salah satunya oleh peneliti Elvis Halim di Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Elvis menguji tiga jenis sayuran lalapan, leunca solanum nigrum, selada lactuca sativa, dan daun kedondong spondias dulcis untuk mengetahui aktivitas antiagregasi platelet.

Dari ketiga jenis sayuran lalapan yang diteliti, aktivitas antiagregasi platelet hanya ditemukan pada daun kedondong. Selada dan leunca tidak memiliki aktivitas antiagregasi platelet, bahkan cenderung meningkatkan penggumpalan darah.

Aktivitas antiagregasi platelet ekstrak daun kedondong berkorelasi positif dengan konsentrasi ekstrak. Artinya, semakin tinggi ekstrak daun kedondong, aktivitas antiagregasi plateletnya semakin besar. Pada konsentrasi ekstrak daun kedondong 22,73 mg/ml PKP (plasma kaya platelet) nilai agregasinya 0%.

Peneliti di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Prof Dr C Hanny Wijaya, menuturkan riset tentang khasiat daun kedondong sebagai antipenggumpalan darah perlu dilanjutkan. Sebab riset pendahuluan belum mampu mengungkap senyawa spesifik yang berperan sebagai antiagregasi platelet. “Karena komponen senyawa aktif dari daun kedondong belum diketahui secara spesifik maka cara olah paling efektif untuk memperoleh khasiatnya juga belum diketahui,” ujar Hanny.

Namun, peneliti di Pusat Penelitian Biofarmaka IPB itu menduga daun kedondong dapat diolah dengan cara pemanasan. Sebab kandungan senyawa fenol yang ditemukan dalam daun kedondong bersifat lebih tahan terhadap panas. Dengan demikian pengolahan dengan suhu tinggi seperti perebusan tidak menurunkan aktivitas antiagregasi plateletnya.

Sejatinya, pembekuan darah bermanfaat ketika terjadi luka pada permukaan tubuh akibat sobeknya pembuluh darah. Ketika terjadi luka, darah akan membeku sehingga menyumbat dan menyembuhkan luka. Itu adalah peran trombosit atau platelet.

Selain itu, trombosit juga berperan dalam proses terjadinya trombosis (penggumpalan darah pada sistem pembuluh darah), memperbaiki kerusakan kecil dalam pembuluh darah, dan memulai rantai reaksi pada penggumpalan darah. Jumlah trombosit 250.000-400.000 setiap ml sel darah.

Ketika trombosit menyentuh permukaan asing atau kasar pada dinding pembuluh darah akibat infeksi, luka vaskuler atau aterosklerosis, maka trombosit akan berubah bentuk dengan tumbuhnya kaki (tonjolan) yang melekat pada dinding pembuluh darah. Selanjutnya, ia melepaskan ADP (adenosine diphosfat), serotonin, dan 5-hidroksi triptamin dari granula.

PENEKAN RISIKO: Penggumpalan darah harus dihindari karena dapat menyebabkan penyakit penyumbatan pembuluh darah misalnya stroke, hiperlipidemia, hiperkolesterolemia, infark jantung, dan arterosklerosis.

PENEKAN RISIKO: Penggumpalan
darah harus dihindari karena dapat
menyebabkan penyakit penyumbatan
pembuluh darah misalnya stroke,
hiperlipidemia, hiperkolesterolemia,
infark jantung, dan arterosklerosis.

Pelepasan ADP menyebabkan darah menjadi lengket sehingga trombosit aktif dan terjadi kontak antar trombosit. Trombosit yang saling menempel itu akan distabilkan benang fibrin. Maka terbentuklah gumpalan darah atau trombus. Akumulasi dari gumpalan darah itu membentuk sumbat platelet. Jika itu terjadi pada sistem pembuluh darah menyebabkan penyakit penyumbatan pembuluh darah misalnya stroke, hiperlipidemia, hiperkolesterolemia, infark jantung, dan arterosklerosis.

Tak hanya buahnya, batang dan kulit kayunya juga bermanfaat. Kulit batang kedondong berkhasiat sebagai obat mencret dan obat sariawan. Untuk obat mencret dipakai 15 gram kulit batang segar kedondong, dicuci lalu dipotong kecil-kecil, direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.

Sementara kulit kayu kedondong sebagai obat disentri dan daunnya sebagai obat batuk. Caranya, ambil secukupnya (kurang lebih 5 gram) kulit kayu kedondong yang masih segar dan bersihkan, rebus dengan dua gelas air sampai mendidih. Setelah dingin saring dan diminum sekali minum. (*)

Silakan klik RADAR SURABAYA ● MINGGU, 12 MEI 2013 untuk men-download file koran PDF aslinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: