Berpose di Salah Satu Masjid Jember

Junaidi Khab sedang berpose di salah satu masjid Jember Jawa Timur Indonesia

Junaidi Khab sedang berpose di salah satu masjid Jember Jawa Timur Indonesia

Baru pertama kali ini (12-05-2013) kakiku menginjakkan tanah berbau daerah Jember Jawa Timur. Suasana ini aku baru selesai melaksanakan solat dhuhur bersama kawan-kawanku dari LPM Solidaritas dalam rangka Up-grading Motivation. Namun sayang, aku di sana dalam keadaan tidak tahu arah selatan, utara, barat dan timur. Tetapi cuma dapat menentukan mana barat, mana timur dan mana selatan, mana utara. Untuk menentukan arah ini aku harus melihat masjid dan wajah sang surya yang tentunya berbentuk mega kekuningan di waktu pagi hari. Dari sanalah aku bisa menebak arah, sehingga posisi solatku benar dan tepat menghadap ke barat. Ingin rasanya di sana aku mengekalkan hidup berdampingan dengan masjid itu. Maka dari itu, aku berpose sendirian memakai kamera ponsel yang sengaja kupinjam dari kawanku Ahmad Vauzan anak Pamekasan, meski di belakangku ada sosok bayangan. Kalau diilustrasikan secara lengkap tulisan ini, mungkin akan lebih banyak memakan waktu di sana untuk hanya istirahat seusai melaksanakan solat subuh.

Tak lama setelah kawan-kawanku selesai melaksanakan solat subuh di sana, aku langsung naik kembali ke bus way untuk menuju objek yang menjadi sasaran Up-grading Motivation. Ternyata cukup melelahkan perjalanan ini. Ingin rasanya kembali ke Surabaya melihat kejauhan yang akan kutempuh. Rasanya menyesal meski sebenarnya ingin tahu alam Jember itu. Terpaksa aku mengikuti hasratku yang terus membelenggu dalam tiap detik di atas bus way.

Nafas kembali lega setelah melihat papan penunjuk arah Tanjung Papuma Jember Jawa Timur. Ternyata aku akan diantar menuju pantai terindah di Jember itu. Baru kali itu aku tahu jalan liku-liku di Jember. Namun, hari itu perjalananku kurang maksimal karena kondisi tubuh yang kurang fit akibat seharian tidak beristrirahat. Apalai besok hari harus masuk kuliah di kelas yang memakan banyak waktu dan tenaga pula. Namun dengan penuh semangat dan untuk menyemangati kawan-kawanku, maka aku pun mengembangkan sedikit tawa dan obrolan bersama-sama untuk menghangatkan suasana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: