Sikap Keluarga dalam Membina Rumah Tangga

Cover Buku Junaidi Khab

Cover Buku Junaidi Khab

Judul               : Ya Tuhan, Beri Aku Anak…

Penulis             : Isti Nurhayati

Penerbit           : DIVA Press

Cetakan           : I, 2012

Tebal               : 219 Halaman

ISBN               : 978-602-6741-75-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Puncak dan keberlangsungan hidup berada dalam suasana kehidupan keluarga yang kelak akan melahirkan generasi berikutnya. Manusia merupakan makhluk yang memiliki aturan dan adat yang mesti diikuti dalam kehidupan ini. Jika mereka menyimpang dari aturan dan adat yang telah diberlakukan, maka kerusakan dan penyesalan pada akhirnya yang dirasakan sepanjang hidupnya. Sehingga sebagai pelengkap kebutuhan biologis dan keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini manusia menikah. Dengan menika itulah manusia bisa hidup tenteram dan nyaman karena mereka berada dalam naungan aturan dan adat yang telah diberlakukan dan disepakati bersama, yaitu keluarga.

Namun tak jarang pula ikatan keluarga berada dalam keadaan tidak seperti yang dibayangkan pra-pernikahannya karena berbagai problem membelitnya. Suami-istri sering saling menyalahkan dalam kehidupan sehari-harinya mengenai persoalan yang dihadapinya. Sehingga suatu keluarga terasa tidak nyaman dan tidak harmonis lagi. Sebuah ikatan keluarga akan terasa nyaman dan bahagia jika dikarunia seorang anak yang akan menjadi buah hati dan generasinya.

Dalam buku ini dijelaskan empat macam anak, yaitu; Pertama, anak-anak yang menyenangkan ketika dipandang, karena mereka merupakan anak-anak yang taat menjalankan ajaran agama. Kedua, anak sebagai hiasan dunia saja, sedangkan akhiratnya kurang. Ketiga, anak-anak yang menjadi fitnah atau ujian. Keempat, anak yang menjadi musuh (Hal. 50).

Perlu kita ingat bersama bahwa jika sebuah ikatan suami-istri yang berada dalam naungan keluarga harus bersabar dan menerima dengan lapang hati jika belum dikaruniai seorang anak. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi kelak jika sudah mempunyai seorang anak. Tuhanlah yang maha tahu terhadap segalanya. Kita cukup berusaha dan kemudian berikhtiyar atas usaha yang telah kita lakukan. Sebuah keluarga jika belum dikaruniai anak itu merupakan kehendak tuhan yang mesti kita terima, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi kelak ketika sudah mempunyai anak.

Bisa jadi sebuah keluarga tidak dikaruniai seorang putra karena tuhan merasa kasihan terhadap dirinya. Karena jika dikaruniai seorang anak kemungkinan anaknya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Atau barangkali kita merasa mampu mendidiknya, namun melihat kenyataan dalam masyarakat banyak anak yang ditelantarkan karena mereka sibuk  berbagai problem kehidupan yang lain. Dengan demikian, buku Isti ini mengajak bagi kita lebih-lebih bagi keluarga yang belum dikaruniai seorang putra agar terus bersabar dan tabah, mungkin hal itu merupakan kemurahan dan rahmat tuhan yang mana kita tidak tahu di balik itu semua.

Dikisahkan dalam buku ini bahwa pasangan suami istri selama membina rumah tangga hingga beberapa tahun tidak pernah dikaruniai buah hati pelipur lara. Mereka selalu berdoa dan berusaha semaksimal mungkin. Namun hasilnya nihil, tidak ada yang berhasil. Namun suatu ketika sanga istri yang dianggap mandul pergi ke sosok orang yang bisa mengobati dan ahli dalam ilmu gaib, bisa menebak sesuatu. Setelah itu, sang isrti itu ditanya apa pernah melakukan dosa sejak sebelum menikah dengan suaminya yang saat ini. Ternyata benar, malakikan dosa sejak dulu. Dia dulu pernah hamil di luar nikah dengan pacarnya. Dia melahirkan dengan normal di tempat mereka ngekos tanpa ada yang tahu dan curiga, karena mereka mengaku pasangan suami sitri yang sah. Kemudian anak itu dibuang di depan sebuah yayasan panti asuhan. Betapa kejamnya sang ibu dan pacarnya itu! (Hal. 197-210).

Mungkin ini akan menjadi sebuah pelajaran bagi kita, bagi muda-mudi yang sering berpacaran dan hingga melakukan hubungan intim di luar nikah hingga hamil. Kutukan yang menjadi sebuah hukuman bagi mereka telah dirasakan ketika menikah dengan orang lain yang sah menjadi pasangan hidupnya. Karena dosa itulah kata orang yang pandai terawangan mereka tidak bisa memiliki keturunan lagi. Sang istri baru sadar ketika itu juga, dia mencari anaknya dan meminta maaf. Begitu pula pada orang tua dan suaminya minta maaf atas dosa yang telah dilakukan semenjak remaja.

Sebuah perbuatan pasti akan adabalasannya. Maka dari itulah, demi menjaga kehidupan yang akan datang perlu kita mempersiapkan diri mulau sekarang. Dan jika kelak apa yang kita inginkan bisa tercapai, dan jika tidak tercapai kita bisa bersabar dan menerima apa adanya tanpa saling menyalahkan yang menyebabkan pecah dan runtuhnya sebuah keluarg karena kurangnya mental yang cukup untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Kesabaran merupakan kunci untuk menjadi keluarga yang harmonis.

Narasi dalam buku ini cukup memberikan peran dan andil dalam rangka menyadarkan ikatan keluarga agar terus bersabar menjaga keharmonisan, meski berada dalam kekangan persoalan hidup. Kisah-kisah dalam buku ini cukup menginspirasi bagi kita untuk menyadari sebuah kehidupan yang penuh dengan ujian dan atau laknat. Terlebih bagi pasangan suami istri yang telah lama membina keluarga tanpa dikaruniai seorang anak. Mereka harus lebih sadar dan bersabar atas ujian yang datang padanya. Pelajaran yang dapat dipetik dari buku ini adalah agar manusia tetap berusaha kemudian berikhtiyar, segalanya ada pada kekuasaan Tuhan yang maha kuasa.

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: