Menyelami Wasiat Nabi Muhammad Saw.

Cover Buku Junaidi Khab

Cover Buku Junaidi Khab

Judul               : Wasiat Emas Rasulullah Saw. Rahasia-Rahasia Paling Besar Meraih Sukses Dunia dan Bahagia Akhirat

Penulis             : Didik Indra

Penerbit           : Najah

Cetakan           : I, 2012

Tebal               : 202 Halaman

ISBN               : 978-602-7723-00-9

Peresensi         : Junaidi Khab*

Wasiat dalam hal ini bukanlah ucapan yang mengisyaratkan untuk memberikan harta atau benda kepada orang lain. Akan tetapi dalam konteks ini wasiat lebih mengarah pada nasehat dari nabi Muhammad Saw. bagi umat manusia dan khususnya umat Islam di seluruh alam. Nabi Muhammad Saw memberikan wasiat ini agar manusia terhindar dari keburukan-keburukan yang ada di dunia. Namun meskipun seakan-akan isi wasiat-wasiat itu untuk umat manusia di seluruh alam, itu juga akan memberikan dampak pada yang melakukan kelak ketika sudah berada di alam kubur.

Wasiat yang merupakan nasehat nabi Muhammad Saw. dalam buku ini akan memberikan sebuah pencerahan dan penyadaran bagi umat manusia agar hidup di dunia ini tidak membuat kerusakan dan memberikan manfaat bagi manusia lain. Sebagai dampak dan ganjarannya, kelak ddi akhirat akan mendapat palaha yang berlipat ganda. Selain selamat di dunia, kita yang mengikuti wasiat-wasiat nabi Muhammad Saw. juga akan selamat dari sikasa api neraka.

Didik Indra (2012) di dalam buku ini pada halaman 23-24 mengisahkan bahwa hikmah meninggalkan ucapan bohong bisa menjadikan seseorang terlepas dari sifat jahat dan munkar. Dikisahkan bahwa ada seseorang datang kepada Rasulullah Saw. untuk masuk Islam. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di mengatakan bahwa dirinya selalu berbuat dosa dan maksiat dan sangat sulit baginya untuk meninggalkan kebiasaannya itu. Kemudian Rasulullah Saw. meminta janjinya untuk tidak berbohong. Karena tidak bohong dianggap hal yang mudah, maka dia menyetujuinya.

Ketika dia berada pada pertengahan perjalanan pulang dia berpikir ternyata tidak berbohong merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Dengan demikian dia sadar. Bahwa meninggalkan kebiasaannya yang dianggap sulit sulit ternyata bisa. Itu semua berkat permintaan janjai oleh Rasulullah Saw karena jika dia berbohong terhadap apa yang diperbuatnya, sebagai seorang muslim tidak seperti itu. Begitu pula jika dia jujur terhadap apa yang diperbuatnya sebagaiman sebelum masuk Islam, maka dia akan mendapat murka Rasulullah Saw dan mendapat dosa besar karena melakukan maksiat. Dengan janji itulah dia sadar untuk tidak lagi melakukan maksiat sebagaimana kebiasaannya sebelum masuk Islam.

Tidak berbohong (jujur) merupakan kunci kesuksesan seseorang. Baik itu semenjak berada di dunia maupun ketika sudah berada di alam kubur. Dengan sikap kepemilikan sifat tidak bohong ini seseorang akan sadar diri untuk melakukan hal-hal yang mengarah pada kebaikan dan kemaslahatan bagi kehidupan uamat manusia.

Jika kita berbohong telah melakukan dosa atau kejahatan, maka orang yang kita jahati akan rugi. Dari itulah dosa dan keburukan dalam hidup kita datang tanpa disadari bahwa itu semua akibat dari perilaku kita sendiri. Sebaliknya jika kita yang jujur, maka kita yang akan rugi secara akal dan kita mendapat cercaan serata hukuman dari manusia. Maka dari itulah kita tidak boleh bebohong dalam segala aspek kehidupan. Karena sifat jujur itulah kemaslahatan akan tercipata dan kebatilan akan hancur.

Selain itu pula, kita jangan pernah mengabaikan shalat berjamaah karena hal itu akan menghilangkan berkah dari pekerjaan dan rezeki. Akan mencabut cahaya orang yang beriman. Akan mendatangkan rasa benci. Dan ketika akan mati ruh akan dicabut ketika kita dalam keadaan sangat haus, walaupun kita telah meminum air laut. Serta kelak ketika kita mati akan kesulitan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir serta beberapa bahaya lainnya terkait mengabaikan shalat berjamaah (Hal. 46-47).

Betapa sangat pentinganya melakukan shalat berjamaah agar kita terjauhkan dari berbagai dampaknya jika kita tidak melakukannya. Selain itu pula, sebenarnya shalat berjamaah merupakan simbol dari persatuan umat Islam di seluruh alam. Karena dengan berjamaah kita akan kuat. Jika ada salah satu dari jamaah itu shalatnya tidak diterima, maka dengan berkat shalat berjamaah akan diterima pula karena di situ ada nilai kebersamaan. Lihat saja kerukunan umat pada masa sekarang dan khsusnya umat Islam sudah banyak yang terpecah belah, sehingga persatuan dan persaudaraan sirna. Itu mungkin sebab dari sifat kita yang telah melalaikan shalat berjamaah.

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Buku setebal ini berisi tentang wasiat-wasiat nabi Muhammad Saw. bagi umat manusia dan khususnya bagi umat Islam di dunia. Yang mana wasiat-wasiat itu dilandaskan pada kisah-kisah yang pernah terjadi pada masa kenabian Muhammad Saw. Dengan gaya penceritaan dan pencitraan di dalam buku ini kita mudah mendapat wasiat sekaligus nasehat yang penting bagi kehidupan sehari-hari agar selamat dari kejahatan manusia dan agar kita tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. Karena tujuan utama agama Islam adalah menjaga kerukunan dan mencegah kemungkaran dan kerusakan di muka bumi yang fana ini. Maka dari itulah penting kiranya kita mengikuti wasiat-wasiat sekaligus nasehat nabi Muhammad Saw. yang ada di dalam buku molek ini.

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: