Mengenal Lebih Jauh Kekayaan Alam Indonesia

Cover Buku Junaidi Khab

Cover Buku Junaidi Khab

Judul               : Travelicious Jalan Hemat, Jajan Nikmat

Penulis             : Ariyanto & Ajie Hatadji

Penerbit           : B First

Cetakan           : I, 2012

Tebal               : vii+168 Halaman: 12×18 cm

ISBN               : 978-602-8864-53-4

Harga              : Rp. 20.000,-

Peresensi         : Junaidi Khab*

“Pintu masuk utama bagian barat Indonesia ini disebut juga “Little Asia” (daerah Sumatera). Beraneka ragam etnis yang masih kuat karakter aslinya hidup berdampingan di sana. Otomatis, tawaran wisata budaya, kekayaan alam, hingga kuliner yang menggambarkan kultur-kultur mereka pun tersedia”.

Negeri tercinta kita ini penuh dengan kekayaan alam, yang mana kekayaan alam itu berbagai macam variasinya, tambang batu bara, emas, gas, dan lain sebagainya. Sehingga banyak orang Asing yang ingin menghabiskan hidupnya di nusantara ini. Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang pernah menjajah Indonesia, tujuannya hanya satu yaitu ingin menguasai kekayaan alam yang tersimpan di alam Indonesia. Pengakuan Negara lain terhadap kekayaan alam Indonesia itu menjadi bukti bahwa Indonesia memang kaya dari segi Sumber Daya Alam (SDA), namun sayangnya Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Indonesia kurang memadai.

Bahkan pernah diisukan bahwa di balik alam Indonesia ini sungguh banyak bahan yang belum dapat dimanfaatkan oleh bangsa sendiri, itu karena factor SDM yang kurang memadai. Pemerintahan Jepang mengatakan bahwa seandainya alam Indonesia mau ditukar dengan Negara Jepang, mereka akan berangkat denga telanjang dan tidak akan membawa apapun dari negerinya. Mereka akan memulai hidup baru di Indonesia dengan kekayaan alamnya yang sangat melimpah.

Berjalan kaki di sepanjang kawasan Kesawan kota Medan Sumatera menghidupkan kembali suasan kehidupan sehari-hari pada zaman kolonial Belanda. Jalan yang dahulu bernama Jalan Nienhuysweg ini merupakan jalan terlama kota Medan. Bangunan di kiri dan kanan jalan sebagaian besar masih melestarikan arsitektur ala Eropa, khas peninggalan Belanda di Indonesia. Cirri khasnya adalah jendela-jendela berbentuk persegi panjang berbingkai kayu berwarna serasi dengan bangunan (Hal. 45).

Buku molek yang ditulis Ariyanto & Ajie Hatadji akan menjadi panduan dalam melihat kekayaan alam yang ada di Indonesia, khususnya di Sumatera. Karena bahasan di dalam buku ini lebih terfokus pada kekayaan alam yang ada di Sumatera. Kita mengetahui bahwa Sumatera merupakan salah satu pulau terbesar kedua di Indonesia setelah Kalimantan. Sehingga tidak mengeharankan jika kekayaan alamnya begitu melimpah, selain kekayaan alamnya yang melimpah juga berbagai kekayaan akan adat dan tradisi yang unik dapat kita ketahui dari bahasan Ariyanto & Ajie Hatadji dalam buku ini.

* Peresensi adalah jurnalis pada Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Solidaritas IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: