Membangkitkan Kesadaran Nasionalisme

Cover Buku Junaidi Khab

Cover Buku Junaidi Khab

Judul               : Kesadaran Nasional dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan Jilid I

Penulis             : Prof. Dr. Slamet Muljana

Penerbit           : LKiS

Cetakan           : I, 2008

Tebal               : xxi + 358 halaman; 21 x 14,5 cm

ISBN               : 978-979-1283-557

Peresensi         : Junaidi*

Jika nasionalisme sudah memudar dalam diri bangsa ini, maka keruntuhan negara dan bangsa tidak akan bisa dihindari. Semangat nasionalisme akan memberikan kekuatan tersendiri bagi negara dan kehidupan bangsanya. Maka dari itulah, sebuah kesadaran untuk tetap mempertahankan negara kita dari kaum kolonialisme harus terus dipupuk dan diperkuat. Salah satunya dengan menyadari akan nasionalisme itu sendiri sebagai pegangan pokok dalam mempertahankan bangsa dan negara ini.

Buku ini merupakan rujukan untuk menyadari betapa pentingnya nasionalisme. Slamet Muljana (2008) mengatakan bahwa kesadaran nasionalisme atau pengabdian kepada nusa dan bangsa adalah sikap yang mengutamakan kepentingan nusa dan bangsa di atas kepentingan pribadi. Sikap itu adalah watak yang dipupuk oleh pendidikan. Itulah sebabnya, nasionalisme atau kesadaran nasional perlu menjadi pendidikan pokok dalam sejarah Indonesia, yang bukan untuk dihafalkan, melainkan untuk dihayati.

Nasionalisme adalah manifestasi kesadaran bernegara atau semangat bernegara. Jika kita ingin mengetahui bagaimana semangat bernegara itu berkembang di Indonesia, sudah sewajarnya kita harus meninjau kehidupan kenegaraan di berbagai daerah di lingkungan Indonesia dari masa sebelum kedatangan sampai sesudah bangsa Belanda meninggalkan Indonesia. Sebelum kedatangan bangsa Belanda di lingkungan Indonesia, negara-negara sudah dikemudikan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Meskioun demikian, nama Indonesia belum dikenal. Wilayah negara-negara yang ada juga tidak sama dengan wilayah Indonesia sejak kedatangan bangsa Belanda. Demikianlah semangat nasinaonalisme sebagai manifestasi keadaran bernegara tidak sama dengan nasionalisme tumbuh dalam dada para pejuang kemerdekaan selama zaman penjajahan Belanda, wataknya berbeda (Hal. 3).

Namun perwujudan nilai nasionalisme seakan hanya bertumpu saat menghadapi peperangan dengan nyata, misalkan ketika mempertahankan NKRI dari penjajahan Belanda dan Jepang. Pada saat ini seakan nasionalisme kurang diperhatikan keberadaannya karena kaum kolonial sudah angkat kaki dari bumi Indonesia. Padahal kita secara diam-diam masih dijajah oleh bangsa asing dari segi ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sasaran kaum kolonial.

Bahkan yang sangat menyedihkan lagi bangsa kita ini masih dijajah oleh orang Indonesia sendiri yang tidak peduli terhadap nasionalisme dalam mempertahankan keutuhan negara dan bangsa Indonesia. Mereka lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang banyak (bangsa Indonesia). Dengan perilaku hidup hedonis itu sudah menunjukkan lunturnya nasionalisme. Selain itu pula, melemahnya nasionalisme disebabkan oleh keinginan para birokrat yang korup. Mereka mengeruk uang negara demi kepentingan pribadi. Dari sanalah melemahnya nasionalisme bangsa Indonesia. Secara tidak loangsung, birokrat yang korup menghancurkan negara dan menghilangkan nilai nasionalisme.

Nasionalisme sebagai manifestasi kesadaran bernegara tumbuh di negara merdeka. Sesungguhnya justru di negara yang merdeka nasionalisme dapat berkembang secara leluasa menurut kemampuan dan kemauan para warga negara sendiri tanpa mengalami tekanan dari pihak lain. Sampai seberapa jauh nasionalisme itu berkembang tergantung pada bagaimana penerapan cara berpikir nasional ialah sikap seseorang terhadap kesadaran bernegara. Cara berpikir nasional memiliki ciri khusus, berupa norma objektif, yang mengutamakan kepentingan kehidupuan nasional (Hal. 6).

Negara merdeka harus mampu tetap mempertahankan nilai-nilai nasionalisme. Karena bagaimanapun jika nasionalisme dalam negara merdeka kurang mendapat perhatian, maka berbagai ancaman dari luar akan mudah masuk. Sejatinya bukan negara merdeka jika masih belum memaksimalkan nasionalismenya dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Bangsa dan negara akan menjadi kuat jika nasionalisme menjadi sendi dan perangkat dalam setiap tindakan dan pemikiran.

Begitulah mungkin ulasan dalam buku ini menyangkut dengan kesadaran nasional. Dari pola pikir pula nasionalisme bangsa ini akan terbangun. Pemikiran tentang nasionalisme akan menjadi tameng dalam mempertahankan bangsa dan negara, khsusnya Indonesia. Karena tidak mungkin bangsa ini akan sadar akan nasionalisme jika tidak berpikir secara nasional dengan mementingkan pada kehidupan nasional daripada kehidupan pribadi.

Buku Kesadaran Nasional dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan Jilid I ini layak dibaca sebagai panduan kita agar sadar bahwa betapa sangat pentingn nilai nasionaslisme bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara garis besar ulasan buku ini berisi dua bagian. Bagian pertama berisi tentang nasionalisme, semangat nasionalisme, partai politik, nasionalisme dalam partai agama. Bagian kedua nasionalisme dalam aliran Marxisme, dalam Parindra, kesadaran nasional di kalangan perempuan, dan nasionalisme dalam gerakan budaya. Dengan melihat sejarah dan budaya pada masa lalu dalam ulasan buku ini setidaknya akan memberikan sumbangsih terhadap penyadaran bagi bangsa ini agar tetap mempertahankan semangat nasionalisme.

* Peresensi adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361       

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: