Menjadi Guru Inspiratif

Harian Bangsa: Jumat, 26 April 2013

Cover Menjadi Guru Inspiratif Memberdayakan dan Mengubah Jalan Hidup Siswa (Junaidi Khab)

Cover Menjadi Guru Inspiratif Memberdayakan dan Mengubah Jalan Hidup Siswa (Junaidi Khab)

Judul               : Menjadi Guru Inspiratif Memberdayakan dan Mengubah Jalan Hidup Siswa

Penulis             : Ngainun Naim

Penerbit           : Pustaka Pelajar

Cetakan           : IV, 2012

Tebal               : 289 halaman

ISBN               : 978-602-8300-95-7

Peresensi         : Junaidi Khab*

Tanpa kemauan untuk selalu meningkatkan wawasan dan pengetahuannya, maka apa yang diajarkan guru akan kehilangan perspektif yang mencerahkan. Tidak akan ada nuansa, cara pandang, dan kontekstualisasi dari apa yang diajarkan. Guru yang tidak pernah mau meng-upgrade pengetahuannya ibarat sebuah kaset yang terus menerus diputar ulang tanpa ada revisi  dan penambahan sama sekali. Sehingga guru perlu mengikuti perkembangan zaman dan menginovasi pengetahuannya (Hal. 6).

Demikian tulis Ngainun dalam buku inspratif ini. Buku yang ditulis Ngainun ini mengajak kita agar menjadi sosok guru yang profesional dan inspiratif bagi anak didik. Menjadi seorang guru bukan asal-asalan berada di depan menyampaikan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Di balik itu semua juga harus memperhatikan anak didik yang akan menerima apa yang kita sampaikan. Jika cara kita menyampaikannya cukup berkesan dan penuh inspiratif bagi anak didik, tentu kita akan bisa dikatan sukses dan berhasil dalam mengajar.

Namun sayang, tidak semua orang akan mampu menjadi sosok guru yang inspiratif bagi anak didik. Hal demikian sangat sulit kita lakukan. Perlu proses dan usaha semaksimal mungkin. Namun kendatipun demikian, seberapa sulitnya kita harus mampu menjadi guru yang inspiratif, inovatif, dan sportif ketika mengajar. Yang mana hal tersebut akan menjadi ukuran kesuksesan kita dalam menyampaikan ilmu pengetahuan.

Dari saking sulitnya menjadi guru yang inspiratif dan inovatif, maka Ngainun melalui buku ini memberikan solusi praktis untuk menjadi guru yang ideal dan bermoral dengan inspirasi terbaru bagi peserta didik. Selain itu pula ditegaskan bahwa seorang guru dari segi kualifikasi perlu memiliki kekayaan akademik yang tidak sekedar dibuktikan dengan gelar dan ijazah, tetapi harus ditopang oleh kualitas diri yang unggul dan profesional (Hal. 34).

Guru selain sebagai akademisi andalan bangsa juga harus mampu memahami situasi yang dihadapi anak didiknya. Misalkan mengenai kenakalan. Kenakalan sebenarnya menjadi semacam seruan minta tolong, sekaligus sebagai indikator diagnostik tentang bagaiaman seorang siswa seharusnya mendapat pengajaran yang layak. Menghadapi hal demikian seorang guru jangan sampai bertindak gegabah menyelesaikan persoalan anak didik yang nakal.

Namun perlu adanya pendekatan yang sesuai dengan minat yang dimiliki oleh anak tersebut. Anak yang nakal tidak asal-asalan. Mereka nakal karena ada penyebabnya. Maka dari itulah menjadi guru inspiratif begitu penting guna menginspirasi peserta didik agar mau berproses menjadi orang yang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Guru akan menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa melalui proses pendidikan. Dengan peran dan kiprah seorang guru suatu bangsa akan menemukan suatu titik pencerahan yang mengarah pada kesuksesan dan kemajuan dalam menjalani kehidupan. Namun sangat disayangkan jika guru yang kita banggakan tidak inspiratif bagi peserta didik. Semuanya akan sia-sia saja. Apa yang disampaikan hanya akan masuk telinga kanan dan keluar melalu tlinga yang kiri.

Dalam melaksanakan pendidikan ada hal yang perlu dilakukan, yaitu dengan menghormati guru. Jika demikian, secara tidak langsung berarti kita telah memberikan penghormatan terhadap anak-anak kita. Bangsa yang ingin maju peradabannya adalah bangsa yang mampu memberikan pengharagaan dan penghormatan kepada para pendidik. Namun perlu keseriusan pula dari guru apabila mendapat kepercayaan dari publik untuk memaksimalkan kienerjanya sebagai seorang guru.

Begitulah kiranya salah satu rahasia keberhasilan bangsa Jepang yang mengutamakan dan memprioritaskan guru. Setelah hancurnya Hiroshima dan Nagasaki, pertama kali yang dicari oleh Kaisar Hirohito adalah adalah para guru. Dalam waktu yang relatif singkat bangsa Jepang kembali bangkit dari kehancuran sehingga menjadi negara modern pada masa sekarang (Hal. 45).

Tidak akan jauh dari kemungkinan bahwa guru yang dicari oleh Kaisar Hirohito adalah sosok guru yang inspiratif yang mampu memberi pandangan pengetahuan bagi anak bangsa Jepang. Maka dari itu, saatnya guru-guru bangsa di Indonesia ini berperan aktif dan memaksimalkan kiprahnya demi kemajuan kehidupan anak bangsa ini dengan menginspirasi anak didik melalui proses pendidikan. Sejalan dan seiring perkembangan zaman guru inspiratif akan selalu menemukan inovasi terbaru bagaimana cara mempersuasi anak didika agar apa yang disampaikan rekat dalam hatidan ingatannya.

Secara gamblang dan gampang penulis menyajikan beberapa uraian tentang menjadi guru yang inspiratif bagi peserta didik. Buku ini membahas bagaiamana sosok guru mampu memantapkan integritas, peka terhadap perubahan dan perkembangan, berpikir alternatif, simpatik dan menarik, luwes, dan sederhana dalam bertindak. Itu mungkin akan menjadi bahasan utama untuk menjadi guru yang inspiratif yang menjadi tolok ukur kesuksesan dalam mengajar.

* Peresensi adalah Penikmat Buku di IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361       

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Silakan klik Harian Bangsa Menjadi Guru Inspiratif untuk men-download aslinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: