Menanggulangi Kenakalan Remaja

Beranda Solidaritas Koran Dwimingguan: Edisi Januari-Februari 2013

Cover Kiat Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah (Junaidi Khab)

Cover Kiat Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah (Junaidi Khab)

Judul               : Kiat Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah

Penulis             : Jamal Ma’mur Asmani

Penerbit           : Buku Biru

Cetakan           : I, 2012

Tebal               : 284 Halaman

ISBN               : 978-602-7665-81-1

Peresensi         : Junaidi*

Remaja sekaligus pemuda merupakan generasi masa depan suatu bangsa. Masa depan suatu bangsa berada di tangan para remaja. Jika remaja menghendaki untuk menghancurkan kehidupan bangsa ini sangatlah mudah. Begitu pula sebaliknya, jika remaja menghendaki kemajuan kehidupan bangsa ini juga sangat begitu mudah. Itu semua tergantung pada peranan remaja sebagai pemuda dalam memacu semangat dan perannya terhadap jalan yang dibenarkan hingga jauh dari kenakalan.

Maka dari itulah, sangat penting mengantisipasi kenakalan remaja. Kita harus melakukan pendekatan dengan mengarahkan para remaja untuk berada pada garis yang dibenarkan. Karena remaja memiliki kekuatan yang berupa semangat dan emosi yang sangat signifikan. Sehingga remaja bisa diterima atau ditolak oleh masyarakat disebabkan oleh perilakunya sendiri.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa besarnya antusiasme masyarakat menerima keberadaan generasi muda ini setidaknya dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Pertama, remaja mempunyai peran dan nilai yang strategis serta signifikan dalam menentukan masa depan bangsa. Kedua, eksistensi remaja sebagai simbol progresivitas, pelopor, dan penentu arah dinamika suatu bangsa. Ketiga, remaja merupakan purwarupa (prototype) ideal sebagai generasi penerus bangsa. Sebab, ia masih mempunyai semangat, keteguhan cita-cita, ketegasan sikap, serta visi yang konsisten dan jelas (Hal. 31-32).

Dengan demikian, sangat urgen sekali untuk mengatasi kenakalan remaja. Karena jika remaja berada dalam kenakalan yang sudah sangat akut dan sulit untuk diperbaiki, maka hal tersebut akan terus melekat pada jiwanya hingga menjadi sebuah karakter dan watak pribadi. Kenakalan remaja sebenarnya bukan bawaan, namun karena mereka tidak mendapat ruang untuk mengekspresikan dirinya dalam wadah yang benar dan memadai, misalkan melalui teman yang bejat dan tempat-tempat terlarang lainnya yang menjadi solusi dan kehendak pribadinya.

Sebagaimana telah dianjurkan oleh orang-orang bijak dari zaman lampau, remaja disarankan untuk mencari teman yang bisa mendorong mereka ke arah kemajuan dan menghindari bergaul dengan teman yang merusak. Bahkan, dalam salah satu kisah bijak dijelaskan bahwa jika kita ingin mengetahui watak seseorang, jangan tanya secara langsung. Namun, kita harus amati, lihat, bertanya kepada teman-teman pergaulannya, karena teman sepergaulannya itu biasanya saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya (Hal. 8).

Dari sana kiranya kenakalan remaja bermula. Dan dari sana pula kenakalan remaja bisa dihindari. Sekarang tergantung sejauh mana kita memberikan ruang bagi remaja untuk mengekspresikan dirinya. Begitu pula dengan remaja itu sendiri perlu adanya kesadaran untuk mengikuti proses keremajaannya dengan mencari media yang cocok dan benar agar bermanfaat bagi dirinya dan bangsa pada umumnya.

Salah satu media yang mampu untuk mengantisipasi kenakalan remaja adalah sekolah dengan peran para guru untuk mendidik dan memberikan berbagai arahan ke jalan yang benar sesuai kemampuan yang dimiliki oleh anak didiknya di sekolah. Dan perlu juga ditekankan bahwa seorang guru hanya mengarahkan dan memberikan jalan terbaik untuk mengembangkan kemampuan para anak didiknya untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Mereka tidak berhak memaksa kehendak pribadinya.

Seorang guru tidak boleh memaksa agar anak didiknya jadi ini atau jadi itu. Karena siswa akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Tugas guru hanyalah menjaga, mengarahkan, dan membimbing agar anak didiknya dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat, dan bakatnya. Inilah makna peran guru sebagai pembimbing. Jadi, inti dari peran guru sebagai pembimbing adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan anak didik yang dibimbingnya (Hal. 146-147).

Dengan bimbingan guru di sekolah yang benar sesuai bakat dan minat para anak didiknya. Maka remaja akan menemukan jati dirinya melalui minat dan bakat yang diarahkan oleh guru-guru mereka ketika berada dalam lingkungan sekolah. Namun, perlu juga disadari bahwa jika hanya guru yang berperan aktif mengarahkan anak didiknya itu masih kurang akurat.

Di lain pihak juga perlu adanya peran dari orang tua dan masyarakat terhadap pola perkembangan remaja. Kerjasama di antara guru, orang tua, dan masyarakat merupakan jalan alternatif guna menanggulangi kenakalan remaja di lingkungan sosial. Guru sebagai pembimbing ketika remaja berada di lingkungan sekolah. Kemudian diperkuat oleh dukungan orang tua. Sedangkan masyarakat sebagai daya kontrol sukses atau tidak apa yang diarahkan oleh guru dengan penguatan orang tua.

Ulasan buku ini memberikan sumbangsih dan dan pijakan untuk menanggulangi kenalan-kenakalan remaja yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Hal yang menjadi objek pembahasan dalam buku ini bertumpu pada sekolah sebagai media bagi para remaja untuk belajar, mengembangkan diri, dan melakukan proses. Melalui media sekolah ini, dasar kenakalan remaja bisa diantisipasi agar kejadiannya berkurang. Karena remaja akan mengalami perubahan mental baik atau buruk berangkat dari proses ketika berada di lingkungan sekolah. Jika lingkungan sekolah kurang memperhatikan keberadaan remaja, maka kenakalan remaja akan timbul meski sekolah dianggap sebagai tempat menimba ilmu dan memperbaiki moral.

Maka dari itulah sebuah rujukan antisipasi kenakalan remaja perlu dipelajari dengan saksama. Salah satunya dengan membaca dan memahami isi buku ini yang mengulas tentang penyebab dan penanggulangan kenakalan remaja yang dimulai dari lingkungan sekolah.

* Peresensi adalah Pemerhati Pendidikan di IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Silakan klik Beranda Solidaritas Menanggulangi Kenakalan Remaja untuk men-download file aslinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: