Menjaga Purisme Bahasa Lokal

KORAN MADURA: SENIN 8 APRIL 2013 NO. 0091 | TAHUN II

Oleh: Junaidi Khab*

JUNAIDI KHABBahasa merupakan alat komunikasi yang keberadaanya sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya bahasa, manusia bisa mengembangkan dan mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Bahasa apapun itu akan memberikan manfaat kepada siapa yang menggunakan dengan baik, akan tetapi bahasa itu juga akan mendatangkan kerugian kepada penggunanya jika digunakan dengan cara yang salah. Jadi, agar bahasa itu bisa memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, maka penggunaan bahasa harus sesuai dengan apa yang akan di perbincangkan dengan bahasa itu sendiri.

Bahasa yang arif dan sopan akan menumbuhkan semangat dan moral yang akan membangun bangsa ini. Kehidupan bangsa ini didukung dengan adanya bahasa mereka masing-masing dalam melakukan komunikasi. Tidak lebih dari itu, bahasa merupakan tonggak perdaban manusia sejak dahulu hingga sekarang, karena dengan bahasa suatu kaum akan bias dibunuh dan bias selamat dari kematian. Seperti apa yang diungkapkan oleh sayyidina Ali r.a “barang siapa yang menguasai bahasa suatu kaum, maka dia akan selamat dari kejahatan kaum itu”. Jadi betapa sangat penting dalam menjaga keberadaan bahsa itu dan mempelajari dengan sebaik mungkin.

Dalam setiap Negara tentu terdapat banyak macam bahsa, dari satu daerah ke daerah yang lain. Bahasa yang banyak itu merupakan menurut tempat dan berkembangnya kehidupan dari golongan dan etnis tertentu. Dari yang kita ketahui dan sangat gampang bahwa Negara Indonesia merupakan Negara yang kaa akan sumber daya alam, budaya, seni, dan kaya akan bahasa daerah yang begitu banyak macam dan ragamnya.

Pebedaan bahasa antara daerah yang satu  dengan yang lainnya merupakan hal yang sangat unik yang dimiliki Negara Indonesia. Dengan demikian, menjaga kelestarian bahasa itu sebagai bahasa peradaban sangatlah perlu dan penting pada masa global sekarag ini. Karena kemungkinan besar berkembanganya bahasa asing yang dipelajari di Indonesia, seperti bahasa inggris akan mendominasi bahasa lokal yang ada, dan lambat laun bahasa lokal itu akan mengalami kelangkaan yang pada akhirnya hilang, lenyap seperti ditelan bumi.

Di Indonesia dari beberapa pulau dalam satu pulau memiliki perbedaan dan acam bahasa yang digunakan oleh masyarakat. Jawa merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia, setelah pulau Kalimantan dan Sumatra. Jawa memiliki banyak macam bahasa, dalam penggunaan bahasa tersebut ada yang sopan dan ada yang kasar. Namun keragaman bahasa lokal itu tidak hanya didominasi di pulau-pulau yang besar saja, akan tetapi pulau kecilpun memiliki banyak ragam bahasa, seperti pulau Madura.

Madura adalah pulau yang relatif kecil, namun keragaman bahasanya cukup begitu menarik. Karena meskipun dalam satu pulau cara penggunaan bahasa lokal itu berbeda-beda dan juga banyak memiliki logat bahasa lokal, kadang kalau orang Madura menggunakan bahasa Indonesia, logat ke-Maduraan-nya masih menjadi ciri yang khas.

Bahasa itu merupakan warisan dari pendahulu kita sejak masa di mana bahasa menjadi wahana yang menjamin kehidupan umat manusia. Dengan demikian, pelestarian menjaga dan melindungi dari kesirnaan dengan masuknya bahasa dan budaya Asing menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita bersama.

Salah satu cara menjaga dan melindungi bahasa lokal dari serbuan bahasa Asing yang masuk, kita harus menggunakan dalam aktifitas sehari-hari di dalam lingkungan sekitar antarwarga dan masyarakat dengan menggunakan bahasa yang sopan. Membuat semacam catatan antara bahasa yang sopan dan kasar juga bias mendukung terhadap pelestarian tersebut, namun dari catatan-catatan tersebut harus mendapat pengakuan dari pemerintah dengan menerbitkan dan mencetak buku-buku yang berbasis bahasa lokal suatu daerah tertentu.

Jika hal semacam itu kita lakukan dengan sepenuhnya demi mempertahankan kemurnian dan kesakralan bahasa dalam kehidupan yang fana ini, maka peradaban umat manusia sejak nenek moyang kita bisa diketahui dan dipelajari oleh para generasi sesudah kita. Dengan mempelajari kehidupan-kehidupan dan peradaban-peradaban nenek moyang yang dahulu kala dengan perjuangannya sangat gigih, sedikit banyak rasa nasionalisme kita juga akan tumbuh dengan sendirinya.

Perlu kita sadari bahwa bahasa lokal yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari masih ada bahasa Asing yang digunakan, itu semua akibat penjajahan dari pihak Asing, seperti Inggris, belanda, dan Jepang. Namun yang cukup begitu kental penggunaan bahasa Asing itu adalah bahasa Inggris. Karena pada masa itu bahasa lokal tidak begitu luas mengenai nama-nama barang tertentu, sehingga nenek moyang kita mengadopsi dengan nama yang mudah untuk dikenal, seperti di Madura daerah Sumenep penggunaan nama alat gantungan baju disebut hanger, itu asli digunakan di Sumenep Madura.

Namun tidak perlu merasa rendah dalam melestarikan bahasa lokal sendiri akibat campuran bahasa asing. Karena pada hakikatnya bahasa itu mampu dan bisa membawa terhadap kemajuan dan kemakmuran. Di samping itu pula, bahasa campuran yang digunakan tidak begitu banyak dan mencolok. Dengan demikian penting kiranya menjaga bahasa lokal itu meskipun sedikit ada campuran dengan mengadopsi bahasa Asing.

* Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Bergiat di Pondok Budaya Ikon Surabaya.

Hp                               : 087866119361

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Silakan klik KORAN MADURA Menjaga Purisme Bahasa Lokal untuk men-download koran PDF aslinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: