Bangga dengan Karya dan Kreasi Sendiri

RADAR SURABAYA ● MINGGU, 14 APRIL 2013

Oleh: Junaidi Khab*

Karya dan kreasi merupakan dua kata yang sangat berkaitan satu sama lain. Jika kita sudah berkarya, tentu kita telah melakukan kreasi. Begitu juga sebaliknya, jika kita sudah berkreasi, tentu kita telah menciptakan suatu karya. Namun perlu disadadari bahwa tidak selamanya karya kita menarik perhatian banyak orang. Tentu itu berangkat dari seberapa kreatif dan atraktif kita dalam memprosesnya. Maka dari itulah, agar daya tarik dan perhatian publik tertuju pada kreasi kita perlu adanya keseriusan dan ketekunan dari jiwa kita dalam menciptakan suatu karya. Karena dengan begitu kita akan mendapat apresiasi dari publik bahwa karya kita benar-benar bernilai dan bermutu.

Terkadang di antara kita merasa kecil hati ketika suatu karya tidak mendapat apresiasi dan pengakuan dari publik. Hal ini memang biasa. Termasuk pula mendapat ejekan, cercaan, dan berbagai penyudutan mengenai kreasi kita sendiri. Dari sini biasanya kita akan merasa minder dan tidak percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki. Padahal belum tentu orang yang mencemooh hasil karya yang kita cipta akan mampu membuat seutas karya yang lebih menarik dan bermanfaat bagi kehidupan. Jadi, semangat untuk terus berkarya dan berkreasi harus tetap membara seiring dengan kapabilitas yang kita miliki.

Suatu karya atau pun kreasi akan menjadi simbol kehidupan kita di masa yang akan datang. Hidup tanpa memiliki karya dan kreasi sama saja dengan mayat yang berjalan hidup-hidup. Karena tanpa karya dan kreasi, manusia ini tidak akan memiliki daya guna bagi kehidupan umat yang lainnya. Dengan karya dan kreasi itulah kelak kita akan memiliki umur panjang meski tubuh telah terpendam dalam tanah dan dimakan cacing dan rayap-rayap bumi.

Paradigma manusia yang memiliki karya dan kreasi dalam hidupnya hingga saat ini nama-nama mereka tetap harum. Karya dan kreasinya menjadi nafas penghidupan dari alam ruh yang tidak dikenal oleh manusia. Selain sebagai nafas dan ruh penghidupannya, karya dan kreasinya mampu memberikan pencerahan hidup bagi umat manusia hingga masa sekarang dan mungkin hingga bumi ini mulai rapuh menghadapi kehancurannya.

Misalkan dengan karyanya, Imam Ghazali sebagai penulis dan pemikir Islam dengan karya monumentalnya kitab Ihya’ ‘Ulumuddin. Ibnu Sina juga sebagai pemikir Islam mampu dalam bidang kedokteran dengan karya monumentalnya al-Qanun fi al-Thib yang mampu memberikan sumbangsih bagi perkembangan dalam dunia kedokteran dan kesehatan umat manusia. Benjamin Franklin dengan kreasinya mampu menemukan penangkal petir yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia pada masa sekarang. Mark Elliot Zuckerberg dengan Facebook-nya. Larry Page dan Sergey Brin dengan keampuhan google-nya sebagai mesin pencari di internet. Dan beberapa para penemu lainnya yang memiliki karya gemilang lainnya patut menjadi tokoh inspiratif bagi kita semua.

Independen

Memang seakan mustahil kita untuk menjadi manusia yang akan hidup kekal dengan hasil karya dan kreasi yang begitu gemilang. Tak lain itu hanya hantu yang terus menakut-nakuti kita untuk berkarya nyata. Terkadang kita merasa tidak percaya diri. Rasa was-was menjadi teman dalam tiap detik perjalanan karya dan kreasi kita sendiri. Sehingga apa yang kita usahakan sebagai sebuah karya dan kreasi mengalami kemandegan hingga berhenti. Hantu demikian sudah lumrah dan biasa tentunya yang selalu menyertai kehidupan ini. Tidak ada cara lain kecuali kita harus bersikukuh untuk terus merangkak menelusuri kemampuan kita dalam menghasilkan karya dan kreasi dalam kehidupan ini. Tentunya tidak lepas dari berbagai proses yang panjang.

Namun hal yang perlu menjadi pegangan dalam menciptakan karya sebagai nafas kehidupan yang kekal kita harus memantapkan keyakinan bahwa kita bisa seperti orang-orang terdahulu yang sukses dan mampu hidup hingga kini dengan nafas-nafas karya kreatifnya. Tidak jauh dari itu semua, kita harus mantap tanpa melihat siapa diri kita, namun kita harus berangkat dari jati kita dalam menciptakan suatu karya kreatif. Karya akan mencerminkan nilai-nilai kehidupan pembuatnya jika sang pembuat mampu mengerahkan daya imajinasinya sendiri tanpa ikut-ikutan imajinasi orang lain. Dari sini konsep independen akan memiliki peran besar bagi kreasi kita sebagai nafas keabadian.

Mereka yang telah sukses dengan kreasinya tidak berangkat dari hal yang mudah, prosesnya tentu memakan sisa perjalanan hidupnya. Namun berkat ketekunan dan keyakinan atas kemampuan jati dirinya untuk berkreasi sedemikian rupa. Mungkin cercaan, cemoohan, dan pandangan sinis lingkungan akan menyertai kreasi kita. Ini pula yang mesti dihadapi dengan penuh keseriusan lagi untuk menciptakan karya yang lebih kreatif dan memberikan nilai tawar bagi kehidupan umat manusia.

Suatu karya kreatif akan memiliki nilai kehidupan tersendiri pada masanya. Kemungkinan besar suatu karya tidak mendapat daya tarik dan manfaat bagi umat manusia pada masa kehidupan sekarang. Namun mungkin pula pada kehidupan umat manusia yang akan datang naik aun tak terkira. Cuma terkadang suatu kreasi tidak mendapat isapan jempol karena kurang bermanfaat pada masa itu. Tidak ada yang dapat menyangkal jika pada tahun yang berbeda kreasi tersebut sesuai dengan kehidupan yang menyertainya akan menjadi nafas awal bagi kita dan secara umum bagi bangsa.

Dengan demikian, semangat berkarya sebagai modal kehidupan setelah kita berada di bawah tanah bertemankan cacing dan rayap-rayap tanah harus disinerjikkan. Saat kita berkreasi harus menghadapkan wajah menyoroti lorong waktu yang ada di depan tanpa melihat pada kiri, kanan, dan belakang. Karena jika demikian kita akan terbawa oleh arus orang lain yang akan menghilangkan nilai independesi kreasi yang akan kita ukir. Semangat berkarya baik berupa karya seni tulis, teknologi, ukir, dan beberapa kreatifitas lainnya harus terbangun sekuat mungkin sebagai peninggalan dan jasa untuk bangsa. Sekecil apapun kreasi yang kita buat, pada masanya akan mendapat perhatian dari umat manusia. Dari sanalah kita akan hidup lebih kekal.

* Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Bergiat di Pondok Budaya Ikon Surabaya.

Hp                               : 087866119361      

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Silakan klik OPINI HORIZON Bangga dengan Karya dan Kreasi Sendiri untuk men-download koran PDF aslinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: