Guru Inspiratif Harus Didukung

REPUBLIKA: 01 Maret 2013

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Oleh: Junaidi Khab

Menjadi guru inspiratif merupakan hal yang sangat urgen. Utamanya bagi perkembangan anak didik di dalam kelas dan lebih-lebih ketika di luar kelas. Menjadi guru inspiratif merupakan tantangan tersendiri bagi seorang guru. Usaha yang maksimal dan stimulan harus ia lakukan. Inspiratif bukan hanya di kelas, namun ketika bergaul di luar kelas ia juga diharapkan mampu memberikan torehan-torehan nilai pendidikan dan moral serta mampu mengajak anak didiknya untuk melakukan hal-hal yang positif melalui perilakunya.

Dalam tulisannya (Republika, 11-03-2013), Muhammad Ali Murtadlo menyebutkan betapa pentingnya menjadi guru inspiratif. Yaitu guru yang mampu memberikan semangat dan bisa mengajak anak didiknya mempunyai kecintaan pada ilmu pengetahuan, sehingga mereka akan lebih bersemangat dalam menjalani hidup dan belajar.

Selain itu pula, seorang guru dituntut agar ketika mengajar tidak monoton. Sebuah variasi dan model mengajar sangat diperlukan guna memberikan motivasi pada anak didik. Karena tidak semua anak didik memiliki kejeniusan yang sama. Serta minat dan bakatnya pun tentu berbeda pula. Lain kepala, lain pula pemikiran dan cara pndangnya. Lain air, lain pula ikannya. Sehingga dalam prosesi belajar-mengajar sangat dibutuhkan sosok guru yang mampu mengayomi dan menyuguhi anak didiknya dengan berbagai menu yang bervariasi.

Jika guru-guru di Indonesia mampu menjadi sosok guru yang inspiratif, tentu anak bangsa ini dengan cepat akan maju. Minat serta bakat anak didik akan mudah digali dan mudah untuk dikembangkan. Semangat belajar akan terus menggelora bagaikan api yang memakan kayu bakar. Sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia tidak akan diragukan lagi.

Namun sayang, ketika labih lanjut tulisan saudara Muhammad Ali Murtadlo dibaca dan ditelusuri, ada hal yang sangat mengganjal pikiran. Utamanya kesanggupan sebagai seorang guru yang akan menjadi taruhannya. Semangat inspiratifnya dipotong begitu saja. Sosok guru inspiratif mendapat beban yang sangat begitu berat. Padahal tidak semestinya guru inspiratif mendapat tekanan dan beban yang kompleks.

Pada paragraf terakhir disebutkan bahwa sejatinya bangsa Indonesia memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, tetapi sayang SDM-nya masih sangat lemah. Maka, melalui guru inspiratif, kita serahkan perawatan bibit bangsa itu.

Jika demikian, tentu seorang guru akan angkat tangan. Karena disadari bahwa kemampuan seseorang hanya terbatas. Tanpa mendapat dukungan dari berbagai pihak tentu inspirasinya akan luntur. Apalagi diberi beban secara penuh untuk memperbaiki anak bangsa ini. Ini merupakan justifikasi yang perlu diluruskan.

Sosok guru sepenuhnya juga harus didukung oleh keluarga dan masyarakat dalam menstimulasi anak didiknya. Karena tidak serta merta mereka akan mampu dengan dua tangan, satu mulut, dan satu kepala membenahi bervariasi bakat, cita-cita, dan karakter yang dimiliki oleh anak didiknya. Itu merupakan tanggung jawab bersama.

Dari sini, bukan hanya guru inspiratif yang harus mendapat tanggung jawab dan beban dalam merawat dan membina bibit anak bangsa ini. Namun secara keseluruhan memiliki tanggung jawab secara penuh dan mutlak dalam rangka menanam dan merawat bibit bangsa ini agar kelak menjadi manusia unggul. Tanpa kerja sama antara guru (inspiratif) dengan orang tua (keluarga) dan masyarakat dalam menginsprasi anak didiknya untuk menjadi pribadi unggulan, itu sama saja dengan hanya manaburkan pupuk pada tanaman tanpa dikontrol lagi.

Maka dari itulah, sosok guru inspiratif harus mendapat dukungan penuh dari pihak ketiga, yaitu keluarga dan masyarakat dalam mebina anak didiknya. Agar kiprah dan peranan keguruannya mampu diserap dan diaplikasikan tidak hanya di lingkungan sekolah saja oleh anak didiknya.

* Penulis adalah Guru Madrasah Al-in’am Pajagungan Banjar Timur Gapura Sumenep Madura.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Guru Inspiratif Harus Didukung (JUNAIDI KHAB)

Guru Inspiratif Harus Didukung (JUNAIDI KHAB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: