Batas Tanah Kami Diserobot

RADAR SURABAYA ● MINGGU, 24 MARET 2013

Orangtua saya mempunyai rumah, lengkap dengan pekarangannya berstatus SHM, dikontrakkan ke orang sebagai tempat tinggal. Saat membeli puluhan tahun lalu, kawasan itu masih belum banyak penghuninya, sehingga kini patok batas fisik tanah banyak yang hilang. Pada tahun 1990 an orang tua saya pernah mengajukan pemasangan kembali patok batas-batas tanah ke kantor BPN, dengan permohonan dan membayar biaya permohonan. Tapi hingga saat ini BPN tidak pernah datang, untuk memasang kembali patok batas-batas tanahnya.

Sekarang ada orang lain membangun rumah dua lantai dengan melewati batas tanah orang tua saya, menyerobot sepanjang 5m dan selebar 1,5m. Dia mengaku tidak tahu batas tanah milik orang tua saya, sebab ketika membeli tanah tersebut belum bersertifikat, sehingga tidak tahu batas-batasnya.

Pertanyaannya: Bagaimana cara penyelesaian masalah ini, supaya tanah milik orang tua saya tetap utuh.

Wass

Nia,

Di Sidoarjo

 

Junaidi Khab's Picture

Junaidi Khab’s Picture

JAWABAN :

Berdasarkan Perpres No. 10 Tahun 2006 tentang BPN jo Keput Kepala BPN No 34/2007 tentang Petunjuk Teknis Penanganan dan Penyelesaian Masalah Pertanahan, orang tua Saudara dapat mengadukan penyerobotan tanah kepada Kantor BPN. Bisa tertulis atau lisan (mendatangi Tata Usaha Deputi Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan konflik Pertanahan atau Bagian Tata Usaha atau Sub.Bagian Tata Usaha Kantor Pertanahan setempat). Maka Kantor BPN dapat melakukan mediasi (menanyakan pelayanan pemasangan patok batas-batas tanah yang tak kunjung dilaksanakan BPN).

Jika dianggap perlu bisa lapor ke Polisi tentang perilaku tetangga, dengan dalih penyerobotan tanah sebagaimana diatur di Pasal 389 KUHP: Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, menghancurkan, memindahkan, membuang atau membikin tak dapat dipakai sesuatu yang digunakan untuk menentukan batas pekarangan, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. Pasal 167 ayat (1) KUHP: Barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Cara lainnya mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (Pasal 1365 BW) kepada tetangga yang telah menyerobot tanah tersebut. Intinya menuntut tergugat untuk membongkar bangunan yang berdiri di atas tanah orang tua Saudara dan membayar ganti kerugian yang ditanggung orang tua Saudara.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan dan semoga bermanfaat.

3 Responses to Batas Tanah Kami Diserobot

  1. Ajiwibowo says:

    jika gugatan persetujuan sudah disepakati pihak penyerobot untuk membokar bangunannya sendiri tp tidak dibongkar sampai sekarang apakah hal tersebut terhukum dalam pasa berapa dan apa penyelesaianya mohon jawabanya

    Like

  2. arta says:

    Apabila saya melakukan gugatan siapa yg akan menanggung biaya proses hukumnya? Karena di negri ini tidak ada yg gratis

    Lalu apakah penjual dan pembeli yg menyerobot tanah tsb bisa dipenjara?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: