Pendidikan Berbasis Masyarakat

MALANG POST: Sabtu, 16 Maret 2013

Junaidi Khab's Picture

Junaidi Khab’s Picture

Judul            : Pendidikan Berbasis Masyarakat Relasi Negara dan Masyarakat.

Penulis        : Dr. Toto Suharto, M.Ag.

Penerbit       : LKiS

Cetakan       : I, 2012

Peresensi    : Junaidi*

Pada substansinya, pendidikan itu milik siapa? Milik masyarakat atau milik negara? Jika pendidikan itu milik masyarakat, mengapa harus negara yang mengaturnya? Jika pendidikan itu milik negara, apa tujuaannya bagi masyarakat apabila diikat dengan aturan-aturan yang sangat didominasi oleh negara kalau bukan hanya ada kepentingan tertentu dari pihak dominan saja (negara/penguasa)?

Pendidikan pada hakikatnya merupakan cerminan kondisi negara dan kekuatan sosial-politik yang tengah berkuasa. Pendidikan dengan sendirinya merupakan refleksi dari orde penguasa yang ada. Masalah pendidikan akan menjadi masalah politik apabila pemerintah ikut terlibat di dalamnya. Bahkan kurikulum pendidikan yang berlaku sebenarnya merupakan sarana indoktrinasi dari suatu sistem kekuasaan. Melalui kurikulum, pemerintah telah menjadikan pendidikan sebagai sarana rekayasa dalam rangka mengekalkan struktur kekuasaannya.

Masalah pendidikan sesungguhnya adalah masalah politik, tapi bukan dalam artian yang praktis. Sekolah merupakan alat kontrol sosial yang efisien bagi upaya menjaga status-quo. Di negara otoriter yang menganut paham pemerintahan totalitarianisme, pemerintah akan membatasi kebebasan individu dengan mengeluarkan kebijakan pendidikan uniform bagi semua anak didik. Peran pendidikan sebagai politik pembebasan, yakni bahwa tanpa komitmen pembebasan, pendidikan hanya akan menjadi instrumen dominasi oleh kelompok dominan. Untuk menghindarinya, pendidikan perlu diletakkan dalam ruang publik yang memerlukan perjuangan, di mana anak didik, orang tua, dan komunitas senantiasa dilibatkan dalam proses perencanaan dan pembelajaran, agar melalui keterlibatannya ini masalah politik lebih mengarah pada kepentingan pendidikan. Yang mana hal ini karena pendidikan berbasis masyarakat  merupakan pendidikan yang berakar dalam masyarakat (rooted in community) dalam rangka keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat (Hal. 94-95).

Pendidikan berbasis masyarakat melakukan hegemoni-tandingan dan perlawanan terhadap pendidikan yang dikelola oleh pemerintah. Akan tetapi, perlawanan ini bukan dalam bentuk lembaga politik, melainkan perlawanan budaya yang bermaksud membebaskan masyarakat untuk menentukan pendidikannya. Dengan demikian, pendidikan berbasis masyarakat akan lebih memfokuskan masyarakat untuk lebih sadar dalam menjalani proses pendidikan yang diharapkan.

Pada dasarnya, sebuah pendidikan disebut berbasis masyarakat apabila tanggung jawab pendidikan mulai dari perencanaan hingga penilaian berada di tangan masyarakat. Pendidikan adalah milik rakyat dan oleh sebab itu rakyat mempunyai hak dan tanggung jawab untuk menyelenggarakan sendiri. Inilah yang disebut pendidikan berbasis masyarakat yang terlepas dari otoritas birokrasi pusat.

*) Pemerhati Pendidikan di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Kordinator Bidang Keilmuan Ikatan Mahasiswa Sumenep (IKMAS) se-Surabaya.

http://www.malang-post.com/menuresensi/63696-pendidikan-berbasis-masyarakat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: