Metodologi Memahami Kandungan Alquran

Junaidi Khab's Picture

Junaidi Khab’s Picture

Judul          : Buku Pintar Asbabun Nuzul

Penulis       : Dr. Muhammad Chirzin

Penerbit     : zaman

Cetakan     : I, 2011

Tebal         : 384 Halaman

Peresensi   : Junaidi Khab*

Metodologi pemikiran di dalam agama Islam saat ini sudah sangat pesat perkembangannya. Namun dalam menentukan suatu metodologi (cara) penggalian sebuah hukum harus benar-benar membawa kepada kemaslahatan ummat. Sumber utama dalam ajaran Islam ada dua, Alquran dan Alhadis. Kedua sumber ini menjadi pedoman ummat Islam dalam menentukan sebuah dalil hukum tertentu. Namun sumber utama dalam metodologi hukum adalah Alquran. Begitu juga harus diketahui tentang asbabun nuzul ketika akan menafsirkan Alquran. Mengapa, bagaimana, dan di mana ayat tersebut diturunkan? Tentu kita harus terlebih dahulu mengetahui asbabun nuzul-nya sebelum memberikan tafsiran atau penggalian hukumnya.

Dalam buku yang ditulis oleh Dr. Muhammad Chirzin ini dijelaskan pengertian asbabun nuzul. Asbabun nuzul berasal dari dua kata, asbab (jamak dari kata sabab, bahasa Arab) yang berarti sebab atau latar belakang. Sedangkan nuzul memiliki arti turun. Asbabun nuzul menurut az-Zarqani adalah keterangan mengenai  suatu ayat atau rangkaian ayat yang berisi sebab-sebab turunnya atau menjelaskan hukum suatu kasus pada waktu kejadiannya. Ketika kita akan menentukan suatu perkara/hukum islam, kita menggunakan rujukan kepada Alquran. Agar ketika kita akan mengutip suatu ayat di dalam Alquran tidak skeptis yaitu paling tidak kita harus mengetahui sebab-sebab turunnya ayat yang akan kita gunakan tersebut.

Dalam metodologi hukum Islam kita banyak mendapat kerancuan dalam mengartikan dan mengaplikasikan ayat-ayat Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Banyak penafsiran dalam pengambilan suatu ayat Alquran untuk dijadikan dalil suatu hukum. Kadang kita salah dan tidak sesuai dengan keadaan masyarakat sekitar ketika kita menggunakan dalil ayat Alquran sebagai bahan dasar penguat argumen mengenai suatu hukum. Memang seperti itu, kebanyakan yang kita jumpai dari dahulu pada masa empat imam fiqih, imam Hanafi, imam Hambali, imam Maliki, dan imam Syafi’ẻ hingga pada saat ini (kesepakatan para ulama). Perbedaan memang rahmat bagi kita, beda itu indah, tapi jika bertentangan dengan kehidupan masyarakat dan menjadikan suasana meresahkan bagi kehidupan ini, berarti perbedaan itu harus diluruskan lagi.

Buku yang ditulis oleh Dr. Muhammad Chirzin ini cukup menarik dalam memberikan gambaran dan contoh-contoh mengenai asbabun nuzul. Banyak yang dapat kita petik sebagai pelajaran dari buku ini mengenai metodologi hukum Islam. Kita tidak hanya berkata dan mengeluarkan ayat Alquran sebagai dalil-dalil argumen kita. Namun melalui buku ini kita bisa mengetahui sebab-sebab ayat itu diturunkan hingga kita tidak hanya berbaur dalam keadaan yang skeptis.

Dari waktu ke waktu, Alquran mengalami gesekan dan perubahan dan pergulatan dengan perjalanan peradaban manusia. Ketika itu, Alquran tetap mampu berdealektika dengan sekelilingnya. Itulah implikasi dan universalitas makna teks Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya mengetahui asbabun nuzul ­menurut Alwahidi yaitu bahwa tidak mungkin sesorang mengatahui suatu tafsiran suatu ayat Alquran tanpa mengetahui kisah dan penjelasan turunnya ayat. Jadi pada intinya, jika seseorang tidak mengetahui terdahulu sebab turunnya suatu ayat, tafsirannya bisa jadi keliru.

Kunci utama dalam menafsirakan suatu ayat di dalam Alquran kita harus mengetahui asbabun nuzul ayat tersebut. Akhir-akhir ini banyak aksi terorisme yang sering melanda negeri ini. Aksi tersebut meresahkan masyarakat umum. Aksi tersebut dilakukan dan dikemas untuk membela agam Islam dengan berdalil jihad memerangi musuh Islam. Dalil jihad yang mereka gunakan adalah ayat mengenai jihad di dalam Alquran. Namun jika kita pandang dari sudut  sosial, aksi mereka tidak sesuai dengan perikemanusiaan. Mereka tidak memahami jihad yang mana yang dibenarkan menurut agama Islam. Seandainya meraka memang para pakar Islam yang lebih paham terhadap turunnya Alquran tentu tidak akan melakukan aksi bom bunuh diri dengan dalil jihad membela agama Islam.

Generasi abad sekarang ini merupakan generasi Alquran. Kecintaan kepada Alquran terkadang mencapai tingkat ekstrim, ketika sebagian orang menganggap Alquran saja sudah cukup. Mereka menolak sunna, yang dipandang selain tidak otentik juga membingungkan. Sebagian lagi dengan bebas menafsirkan Alquran tanpa bantuan ilmu-ilmu Alquran. Tidak jarang mereka menghasilkan penafsiran yang aneh-aneh, dan akhirnya menafikan tafsir-tafsir yang lain. Sebagian lagi mengusulkan penafsiran kontekstual. Kita harus memahami ayat dengan melihata latar belakang historisnya. Kita harus melihat bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya memahami ayat-ayat itu. Hampir semua orang setuju dengan cara ini, tetapi mereka kekurangan sumber rujukan.

Buku ini ditulis untuk mengisi kekurangan-kekurangan tersebut dengan mengungkap beberapa peristiwa di balik diturunkannya Alquran (asbabun nuzul) dan menyarikan pesan moralnya yang terus relevan dengan keadaan umat Islam sekarang ini.

Buku ini juga diperkaya dengan indeks ayat dan disusun secara tematik, sehingga buku ini memudahkan pembaca saat mencari dan menikmati asbabun nuzul sesuai topik yang diinginkan oleh para pembaca. Selamat menjelajahi keagungan kalam Ilahi dan menyerap inspirasi untuk hidup di bawah naungan kitab suci Alquran.

* Peresensi adalah mahasiswa Sastra Inggris, fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: