Bawa Pacar Belum Dewasa

RADAR SURABAYA ● MINGGU, 3 MARET 2013

Yth Pengasuh Rubrik Konsultasi Hukum. Sebelumnya perkenalkan saya seorang pemuda berusia 22 tahun. Belum lama ini saya dipertunangkan dengan anak kerabat orang tua, gadis yang masih berusia 17 tahun.. Bagi saya tidak masalah, kendati calon istri saya itu baru berusia 17 tahun, karena keluarga sepakat peresmian pernikahan kami nanti, dilangsungkan jika saya sudah selesai kuliah.

Sebagai pasangan muda-mudi tentunya kami juga ingin bisa bersosialisasi, atau berpacaran. Bisa dengan mengajaknya jalan-jalan, atau kongko-kongko di tempat pada umumnya orang berpacaran. Tapi saya khawatir nantinya ketika saya berpacaran di tempat sepi, tiba-tiba ada yang mempermasalahkan saya. Sebab orang yang saya bawa itu masih belum cukup umur, takutnya saya dituduh melakukan asusila terhadap gadis di bawah umur.

Mohon penjelasannya dan terima kasih.

Fatchur Rochman,

Di Pasuruan

Junaidi Khab's Picture

Junaidi Khab’s Picture

JAWABAN :

Saya paham kekhawatiran Anda terhadap kemungkinan adanya tuduhan perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur, bilamana anak tersebut Anda ajak berpacaran di tempat-tempat tertentu. Apalagi hanya berdua di tempat-tempat sepi.

Yang perlu Anda ketahui tentang asusila, mari kita simak dasar hukum kita. Dalam Pasal 281 ayat (1) KUHP defini kesusilaan menurut pakar hukum pidana R Soesilo, berhubungan dengan hal-hal yang terkait nafsu kelamin. Misalnya berciuman, bersetubuh, meraba alat vital perempuan, memperlihatkan alat kelamin, dan lain sebagainya. Untuk pelanggaran pasal ini bunyinya sebagai berikut; Barang siapa dengan sengaja di muka umum melanggar kesusilaan, ancaman hukumannya pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, atau pidana denda paling banyak Rp 4.500.

Atau bila didapati Anda melakukan perbuatan lebih dari sekedar duduk berduaan, Anda bisa saja dijerat dengan UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Karena pacar Anda masih tergolong anak menurut UU tersebut. Tentunya ancaman pidananya bisa jauh lebih berat. Dalam Pasal 82 UU tersebut menyatakan: “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).”

Tapi bila mana Anda hanya dudukduduk di taman, yang terbuka secara umum dan tidak melakukan perbuatan seperti yang tersebut di atas, maka Anda tidak bisa dikenakan pasal-pasal di atas.

Demikian jawaban kami, semoga melegakan hati Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: