Janji Anas untuk Kewaspadaan Publik

RADAR SURABAYA Selasa, 26 Pebruari 2013

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Masyarakat begitu ingat jika ada hal-hal yang secara akal mustahil dan membawa dampak buruk dalam kehidupan ataupun sebaliknya. Seperti janji yang diungkapkan oleh Anas pada 9 Maret 2012 pada tahun lalu. Anas bersumpah akan gantung diri di Monas jika ia korupsi di proyek Hambalang.

Janji hanya status janji, yang kenyataannya bisa ditepati atau diingkari. Begitulah kiranya makna sebuah janji. Masyarakat kadang terlalu percaya dengan janji para politikus saat menjadi kandidat suatu partai organisasi dalam mencalonkan diri, baik sebagai DPR atau jabatan negara lainnya. Sehingga dengan mudah mereka memberikan suaranya. Namun belakangan hari mereka menyesal karena janjinya tidak ditepati. Mereka menyampaikan aspirasinya dengn berdemo besar-besaran hanya untuk menuntut janji. Namun mayoritas mereka gagal. Mereka tidak digubris oleh kepercayaannya.

Mungkin akan menjadi peringatan bagi masyarakat umum untuk tidak mudah percaya pada politisi. Apalagi meminta mendukungnya dalam suatu pemilihan untuk menjadi pejabat negara. Hal ini serupa dengan janji Anas untuk gantung diri di Monas jika terbukti korupsi. Sungguh mustahil dan meragukan.

Yang mengherankan masyarakat masih percaya dengan ucapan Anas. Padahal belum tentu jelas ucapan Anas untuk gantung di Monas. Masyarakat masih percaya dengan janji-janji padahal sudah acap kali dikhianati oleh politisi yang ada di parlemen negara.

Jika Anas tidak menepati janjinya, jika terbukti korupsi lalu tidak gantung diri di Monas, maka masyarakat harus lebih waspada terhadap janji-janji para politisi. Karena masyarakat sering ditipu oleh para politisi dengan janji-janjinya yang tidak ditepati. Yang mana hal ini mengingat ketika ada pemilihan umum agar msyarakat bersikukuh menggunakan hak suaranya berdasarkan hati nuraninya tanpa terikat oleh janji dan desakan orang lain, khususnya jangan percaya dan jangan mudah tergiru dengan embel-embel uang.

Mungkin cukup dengan janji Anas ini sebagai pelajaran bahwa janji itu bisa ditepati juga bisa diingkari. Selanjutnya, diharapkan masyarakat bisa menimbang sendiri antara yang baik dan yang buruk.

* Penulis adalah Pemikir Islam Kontemporer IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361       

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: